Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

4 Negara Adu Musik Etnik di PIOMFest 2017


Wartawan : Almurfi Syofyan - Padang Ekspres - Editor : Elsy - 30 November 2017 12:22:30 WIB    Dibaca : 20 kali

 

Kota Padang kembali menghelat iven berskala internasional. Kali ini iven musik bertajuk, Padang Indian Ocean Music Festival (PIOMFest) 2017. Kegiatan tersebut digelar di Jembatan Siti Nurbaya, 8-10 Desember 2017.

PIOMFest 2017 merupakan pagelaran musik yang menghadirkan empat negara peserta, yakni India, Jepang, Singapura, dan Indonesia. Keempat negara akan memainkan musik etnik khas negara masing-masing.

PIOMFest 2017 erat kaitannya dengan organisasi Indian Ocean Rim Association (IORA), negara-negara yang berada di sepanjang Samudera Hindia. Salah satu tujuan IORA itu sendiri adalah untuk mengembangkan kerja sama kebudayaan.

“Tujuan diselenggarakannya PIOMFest 2017, salah satunya untuk mengkonkretkan Padang sebagai Gateway of IORA,” jelas Wali Kota Padang  Mahyeldi Ansharullah, kemarin.

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang Medi Iswandi juga menyebut bahwa pengembangan kerja sama budaya masing-masing negara IORA salah satunya lewat PIOMFest 2017.

“Kota Padang adalah salah satu titik penting dari 21 negara yang bersentuhan dengan Samudra Hindia, ditambah lagi enam negara mitra, seperti Jepang, Tiongkok, Perancis, dan lain-lain. Jaringan itu disebut IORA. Kota Padang pernah menjadi tempat pertemuan IORA. Salah satu tujuan dari IORA adalah untuk mengembangkan kerja sama kebudayaan. Rencana kerja sama ini antara lain kita mulai dengan membuat festival ini,” ungkap Medi.

Medi berharap, nantinya secara bertahap, seluruh negara yang tergabung dalam IORA dan negara mitranya dapat tampil di setiap panggung PIOMFest. Sehingga mampu mengenalkan ragam musik etnik khas negara masing-masing.

“Selain dapat menyatukan dan mempererat kerja sama seluruh negara yang tergabung dalam IORA, tentu juga akan menambah daya tarik wisata,” papar Medi.

PIOMFest 2017 digelar di Jembatan Siti Nurbaya, Padang. Pertunjukan musik etnik ini dimainkan selama tiga hari. Pada hari pertama, Jumat (8/12), pertunjukan musik etnik ini dimulai pukul 20.00 hingga 22.30. Sedangkan Sabtu dan Minggu (9-10/12), digelar mulai pukul 15.30 hingga 22.30. “Pertunjukan ini dapat dinikmati pengujung tanpa dipungut biaya,” sebut Medi.

Dalam mengikuti PIOMFest 2017 ini, India menyiapkan dua pemusiknya. Yakni Nikhil Patwardhan dan Partha Mukherjee. Jepang menampilkan Seiki Onizuka. Singapura memboyong cukup banyak pemusik, yakni Ms Tan Su-Hui, Sophy, Ms Tan Su-Min, Clara, dan Mr Ng Chee Yao. Sedangkan Indonesia menampilkan sejumlah grup musik. 

Seperti Arastra (Bengkulu), Talago Buni (Sumbar), Riau Rhytm Chambers (Pekanbaru), Taufik Adam (Jakarta), De Tradisi (Medan), Gazal Himpunan Keluarga Muhadan (Padang), Balega (Padangpanjang), Sanggar Seni Dayung Dayung (INS Kayu Tanam), serta Komunitas Seni Nan Tumpah (Padang). Seluruh pemusik akan tampil di panggung terbuka POIMFest 2017 dan menghibur penikmat musik. “PIOMFest ini akan menjadi agenda tahunan di Kota Padang,” pungkas Medi. (*)

© 2014 Padek.co