Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Kakak-Adik Bergelar Doktor


Wartawan : Fajril Mubarak - Padang Ekspres - Editor : Yogi - 19 November 2017 13:39:39 WIB    Dibaca : 52 kali

 

Harfiandri Damanhuri dibesarkan dari lingkungan pendidik di Sungaipenuh, Kerinci, Provinsi Jambi. Ibunya Hj Murni Djasad, seorang guru dan bapaknya bernama H Damanhuri Rahman, swasta. Dia anak pertama dari empat bersaudara.

Dengan suasana lingkungan pendidikan di rumah, membuat dirinya dan adik-adik bersemangat untuk bersekolah. Hal itu pulalah, membuat adiknya Joni Haryadi Damanhuri mengikuti jejaknya untuk menimba ilmu di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta.

Setelah tamat kuliah dan menjadi dosen, sebuah kesempatan emas diraih Harfiandri Damanhuri, melanjutkan studi S-2 di Malaysia. Harfiandri pun mencarikan peluang beasiswa untuk adiknya kuliah S-2 di Malaysia. Impiannya kuliah bareng dengan sang adik tercapai hingga mereka menamatkan studi di Malaysia.

Harfiandri pun pulang ke Indonesia dan melanjutkan tugas sebagai dosen, sang adik tetap berlanjut studi S-3 di Malaysia. Itu pun akhirnya tidak tamat. Harfiandri  pun membuat sebuah pilihan kajian berbeda dengan yang lain. Sejak pulang studi di Malaysia, dia intens dan fokus mengkaji dan meneliti tentang penyu hingga saat ini. Hal yang menginspirasinya teringat akan ucapan sang dosen semasa kuliah. Jika rambut semua orang hitam, bagaimana kita cat rambut menjadi putih. Ini menjadi pembeda dari orang lain.

Dengan ketekunannya meneliti penyu, dia pun kerap dijadikan narasumber dan mendapatkan berbagai hibah penelitian. Termasuk diminta untuk memberikan pandangan oleh pemerintah. Sementara adiknya pun kembali ke Indonesia dan lulus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tak berselang lama, sang adik pun melanjutkan S-3 di Universitas Indonesia dan merengkuh gelar Doktor.

Melihat sang adik bergelar Doktor, Harfiandri Damanhuri pun termotivasi. Ia pun memilih studi S-3 Bidang Biologi Unand. Karena sering ke lapangan, memiliki data penelitian yang cukup dan melibatkan mahasiswa, membantu Harfiandri Damanhuri meraih gelar Doktor.

Dengan kesibukan sering ke lapangan, dirinya sering mendapat protes dari anak-anak. Apalagi, sang istri juga disibukkan dengan pekerjaan sebagai reviewer. Dia pun kemudian menyiasati dengan berbagi waktu. Misalnya, jika dia ke lapangan selama 10 hari atau bersamaan dengan waktu libur sekolah mereka.
 
Maka ia pun menyiasati satu hari diluangkan waktu bersama anak-anak dengan beragam aktivitas terutama berbau edukasi. Bahkan, merencanakan liburan keluarga ke luar Sumbar atau luar negeri. Dengan cara demikianlah, dirinya bisa menjalin silaturahmi dan menjembatani hubungan dengan keluarga. (*)

 

© 2014 Padek.co