Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Pasar Aurkuning Membara


Wartawan : Rifa Yanas - Padang Ekspres - Editor : Elsy - 18 November 2017 13:37:58 WIB    Dibaca : 94 kali

 

2.515 PKL dan 236 Pemilik Ruko Merugi

Hanya berselang 18 hari pascaterbakarnya Pasa Ateh, kemarin (17/11), kebakaran hebat kembali terjadi di Kota Bukittinggi. Kali ini, giliran Pasar Aurkuning membara. Sedikitnya, 2.515 PKL (pedagang kaki lima) dan 236 pemilik ruko merugi. 

Sampai sore kemarin (17/11) sekitar pukul 16.30 (12 jam pascaterbakar, red), asap sisa kebakaran masih terlihat di pusat grosir terbesar kedua di Indonesia itu, sejak pertama kali terbakar sekitar pukul 04.30. Mobil pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan api.

Sulitnya akses mobil damkar masuk ke pusat kobaran api, menjadi penghambat bagi upaya pemadaman api ini. Para pedagang baru berupaya menyelamatkan dagangannya. 

Sederet ruko dengan merek Viona, Zaki, Dean, dan Aneka Jaya, menjadi yang terbesar mengalami kerugian, setelah semua barang ludes dilahap api. Gudang di los besar dan tempat penyimpanan PKL di lantai dua habis terbakar.

Hingga pukul 16.30, proses pendinginan masih terus berlangsung. Puluhan mobil damkar tetap standby di kawasan terminal pusat grosir konveksi itu. Sementara, puluhan personel polisi juga tampak berjaga-jaga memantau lokasi yang sudah dipasang police line tersebut.

Asap yang ditimbulkan bara api, terlihat masih saja mengepul di setiap sudut petak-petak kios di blok J pasar Aurkuning Bukitinggi. Ratusan pedagang tampak berjikabu mengeluarkan semua barang yang tidak terlanjur hangus terbakar. ”Barang di gudang habis semua,” kata salah seorang pedagang yang bergegas menyandang karung barang dagangannya yang berhasil diselamatkan.

Kepanikan ini terlihat panik sampai sore ini. Ada yang emosi mendorong gerobak dagangannya, karena terhalang warga yang silih berganti melihat lokasi kebakaran. ”Orang kena musibah, kalian menyempitkan jalan saja,” kata seorang pedagang sambil terus mendorong gerobak.

Data sementara yang dikumpulkan Bagian Humas Pemko Bukittinggi, tercatat sebanyak 2.515 PKL dan 236 pemilik ruko merugi.
Diwawancara terpisah, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bukitinggi Martius Bayu mengatakan, proses pemadaman api dibantu 26 unit mobil damkar dengan jumlah personel mencapai 156 orang dari kabupaten/ kota di Sumbar.

Menurutnya, pemadam api berlangsung sejak pukul 04.30. Kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.30. ”Sekitar setengah dua, kita sudah masuk tahap pendinginan. Tapi, ada dua petak toko yang terdapat api namun susah diterobos karena terkunci dan kini masih dipadamkan,” kata Martius Bayu di lokasi kebakaran.

Kendati demikian, kata Martius, secara keseluruhan api tidak terlihat lagi. Namun, petugas masih melakukan proses pendinginan agar bara bekas api tidak kembali membesar.

Wali Kota Bukitttinggi, Ramlan Nurmatias yang diwawancara di lokasi kebakaran mengaku belum bisa merinci data terkait jumlah korban kebakaran dan kerugian.

”Ini kejadian subuh tadi ya. Sekarang dari mana sumber dan apa penyebabnya, tentu tim kepolisian akan turun. Dari Polda, tim Inafis sudah turun. Inafis Mabes juga sedang dalam perjalanan. Ini lah cobaan bagi kita. Musibah yang di Pasa Ateh belum selesai sudah ini pula kejadian kita. Ini pemda, bagaimanapun kita harus pastikan api mati. Sampai sekarang, saya masuk asap masih tebal. Masih ada titik-titik yang harus dipadamkan betul,” ungkapnya sekitar pukul 16.30. 

Wako juga mengklaim pihaknya sudah mengirimkan laporan ke pemerintah pusat. ”Hari ini kami sebentar lagi tanda tangani, saya lapor ke Presiden, Wapres, dan DPR, Mendag, MenPUPR dan semua yang terkait, termasuk DPD dan BNPB,” bebernya.

Ramlan juga meminta seluruh pihak agar tidak memprovokasi pedagang dengan isu tidak benar. ”Jangan pula ini diboncengi politik dan ada pihak yang memberikan hal tak baik. Ini musibah. Saya minta seluruh pedagang bersabar. Kami bersama pemprov akan bikin penampungan, dan kami pikirkan lapak-lapak dengan penataan. Saya rapatkan semua langkah-langkah ini. Juga Wagub kan sudah langsung melihat kondisinya. Kami akan mendata seluruhnya. Sekarang belum, namun diperkirakan lapak di atas kan 1.500an lapak. Kios-kios juga belum bisa dipastikan. Ini langkah awal kami,” jelasnya.

Ditanyakan soal rencana pasar penampungan, menurut Ramlan, menjawab harus merapatkannya dulu dengan seluruh pihak terkait.

”(Penampungan) Ya harus. Harus dipikirkan itu. Yang di Pasa Ateh saja, saya cari uang belum cukup, belum dapat uang sebanyak itu untuk penampungan. Soalnya di APBD tidak dimuat untuk kebakaran. Ndak dianggarkan. Dan ini akhir tahun. Ini lah, rekan-rekan wartawan saya mohon ini dikawal. Sama-sama kita lihat,” ajaknya.

Ditanyakan nilai transaksi pedagang per hari, Ramlan juga tidak dapat memastikan. ”Nah ini masuk kerugian lah ya, dari perbankan kami cek. Termasuk kalau ada pedagang yang kredit, bank saya panggil agar dibantu. Pemerintah berniat kembalikan kepercayaan publik. Terminal kami benahi, tapi namanya musibah kan. Yang jelas kami mendata dulu semua,” ujarnya.

Pembangunan Pasar Aurkuning dalam sejarahnya, juga menggunakan sumbangan masyarakat Kurai. Luas awal terminal 1,3 hektare. ”Bertukar pemimpin, terminal diperkecil dengan pusat pertokoan grosir. Namun, tak perlu disebut. Intinya, kami perbaiki karena Aurkuning ini karena merupakan Tanah Abang keduanya di Indonesia. Berikan kepercayaan pemerintah untuk perbaiki,” harapnya.

Ramlan juga menyayangkan adanya lapak PKL yang menghalangi mobil pemadam kebakaran masuk untuk memadamkan api. Kepada Satpol PP di lokasi, Ramlan menginstruksikan pembersihan lapak di depan lorong Pasar Inpres Blok J. Ramlan juga ikut, serta mengangkat lapak tersebut.

”Dulu, sudah saya ingatkan waktu membuat pagar di kawasan terminal. Itu semua kan demi mudahnya akses untuk kasus seperti ini. Kami sudah mau menertibkan, pekerjaan pemerintah sungguh berat. Terlebih lagi dengan belum tuntasnya kebakaran di Pasar Atas,” tambahnya.

Wako juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh damkar yang bekerja ikhlas dan ikut dalam upaya menjalankan tugas selaku damkar. 

Ketua Persatuan Pedagang Aurkuning (PPAK) Bukittinggi, Hanafi mengharapkan, seluruh pedagang yang menjadi korban dapat bersabar dan saling menguatkan persatuan supaya hak pedagang terlindungi.

”Jangan sampai pihak Pemko menutup akses secara semena-mena. Pihak yang berkepentingan supaya, saling memberikan dukungan dan kompak. Rasanya tidak perlu dulu pasar penampungan, karena tidak banyak yang jadi korban. Saran saya sementara ini agar dibersihkan dulu dan secepatnya diizinkan berdagang lagi,” kata Hanafi.

Hanafi menyebut kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi Pemko Bukittinggi sekaligus bagi para pedagang. ”Banyak gudang yang terbakar. Banyak pula yang menyebut sumber api dari sana, tapi tentunya itu ranah kepolisian. Ke depan, saya berharap ada penertiban tatanan para pelapak. Kalau memang menyebabkan sulitnya mobil pemadam masuk, tentu diharapkan setelah ditatat tidak lagi mengganggu pedagang lainnya. Pada prinsipnya seluruh pedagang sama mencari rezeki. Ini harus jadi pelajaran berharga bagi pedagang, intropeksi untuk bersatu,” pungkasnya.

Wakil Gubernur Sumbar,  Nasrul Abit yang langsung menyambangi lokasi kebakaran pasar Aurkuning siang kemarin Jumat (17/11), mengintruksikan Pemkota Bukitinggi mesti bergerak cepat. Terutama untuk melakukan pemindahan pedagang. Sehingga, stabilitas ekonomi tetap berjalan.

”Dari laporan pak Wawako tadi, di bagian belakang blok J yang terbakar ini masih ada kios yang kosong. Kemungkinan untuk antisipasi awal, dapat dipindahkan dulu ke sana. Tapi, untuk pemindahan ini perlu biaya. Kami harap, pedagang korban kebakaran bersabar,” kata Nasrul Abit.

Meski penyebab kebakaran pasar Aurkuning belum diketahui, Nasrul Abit tetap meminta Pemko Bukitinggi untuk belajar dari pengalaman kasus kebakaran Pasa Ateh.

”Dua kali kebakaran besar terjadi di Bukittinggi. Penyebab kebakaran AurkKuning memang belum pasti. Tapi, kejadian di Pasa Ateh cukup menjadi pelajaran. Di mana masalah listrik harus menjadi perhatian khusus,” kata Nasrul.

Wagub meminta, tidak saja untuk Pemko Bukitinggi, namun seluruh kabupaten/ kota di Sumbar untuk mendata dan mengecek ulang seluruh instalasi listrik semua bangunan. Terutama, bangunan-bangunan tua, khususnya yang di bangun sebelum tahun 1980.

”Ini salah satu langkah menekan kemungkinan resiko kebakaran akibat korsleting arus pendek yang kerap menjadi pemicu kebakaran. Terutama, kawasan pasar,” pungkasnya. 

Wagub: Periksa Jaringan Listrik  

Sementara itu,  Pemprov Sumbar prihatian terhadap musibah kebakaran Pasar Auakuniang Bukittinggi yang terjadi sekitar pukul 04.30 WIB, Jumat (17/11). 

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit berharap tak ada isu-isu yang menyesatkan masyarakat terkait pemicu kebakaran ini. ”Kita serahkan semua kepada pihak kepolisian untuk melakukan tugasnya. Mari kita jaga bersama keamanan dan ketentram hidup masyarakat di Kota Bukitinggi,” imbau Nasrul Abit saat meninjau pemadaman kebakaran di Gedung G Pasar Auakuniang, kemarin.

Mantan Bupati Pesisir Selatan itu juga minta agar seluruh gedung yang ada, termasuk bangunan pasar yang dibangun sebelum tahun 80-an diperiksa instalasi listriknya. ”Diperiksa oleh pihak terkait apakah masih layak atau perlu diganti. Selain itu, tambah instalasi air hidran,” tegasnya.

Saat ini Pemko Bukittinggi tengah menginventarisir kerusakan yang terjadi. Tim investigasi pun diminta meneliti kerusakan Pasar Auakuniang sehingga bisa diketahui hasil analisis dan kajian bagaimana kondisi gedung dan perbaikan yang akan dilakukan.

Berdasarkan laporan sementara, 136 petak kios dan lapak pedagang yang terbakar. Dari hasil pembicaraan awal, pedagang yang lapak dan kiosnya terbakar bakal dipindahkan sementara ke Blok J Pasar Auakuniang. Namun, itu akan dibicarakan terlebih dahulu dengan pemilik toko agar tidak terjadi mispersepsi. ”Kita tidak berharap ada demo-demoan. Mari duduk bersama membahas segala persoalan agar hasilnya lebih baik dan lebih efektif,” katanya.

Pemko Bukittinggi juga diminta membuat laporan kepada gubernur, presiden dan wakil presiden untuk menindak lanjuti pembangunan ke depannya. ”Terpenting, baik untuk pedagang dan kemajuan pembangunan di Bukittinggi. Pemprov berupaya memberikan bantuan, kemungkinan dari dana kebencanaan. Kita tunggu kebijakan gubernur,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Bukittiggi Irwandi menyebutkan, pihaknya masih melakukan  penyelidikan kejadian kebakaran Pasar Auakuniang. 
Soal ada aspirasi masyarakat Pasar Auakuniang agar pemko menggeser pagar satu meter ke dalam, dirinya mengaku hal itu akan dibahas dengan wako, DPRD dan forkopimda. ”Mudah-mudahan bapak wali kota sore ini sudah kembali,”  katanya. (*)

© 2014 Padek.co