Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Pertahankan Suku Bunga Acuan


Wartawan : JPNN - Editor : Elsy - 17 November 2017 14:21:35 WIB    Dibaca : 112 kali

 

BI kembali mempertahankan BI 7-days reverse repo rate (BI-7DRRR) sebesar 4,25 persen. Suku bunga deposit facility juga tetap 3,5 persen dan lending facility tetap 5 persen.

Keputusan tersebut diambil untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan stabilitas sistem keuangan. Juga mendorong laju pemulihan ekonomi dengan tetap mempertimbangkan dinamika perekonomian global maupun domestik.

Di sisi lain, BI tetap mewaspadai sejumlah risiko yang berasal dari global. Yaitu, berkaitan dengan rencana pengetatan kebijakan moneter di negara ekonomi maju. ”Selain itu, risiko dari domestik seperti belum menguatnya peningkatan konsumsi rumah tangga dan intermediasi perbankan juga terus diwaspadai,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman dalam keterangannya kemarin (16/11).

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2017 sebesar 5,06 persen secara year on year (yoy). BI memperkirakan, pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan pada 2017 sebesar 5,1 persen. Kemudian, nilainya akan meningkat lebih tinggi di kisaran 5,1–5,5 persen pada 2018. 

Defisit transaksi berjalan tercatat 1,65 persen dari produk domestik bruto (PDB). Capaian tersebut membaik dari defisit kuartal sebelumnya, yakni 1,91 persen PDB. Penurunan defisit transaksi berjalan itu seiring dengan ekspor yang meningkat secara nilai dan volume. Namun, impor juga meningkat seiring dengan kenaikan permintaan domestik.

Sementara itu, rupiah melemah pada Oktober 2017 yang dipengaruhi faktor eksternal. Secara rata-rata harian, selama Oktober rupiah melemah 1,63 persen menjadi Rp 13.528 per dolar AS (USD). Penguatan USD secara global merupakan dampak dari respons pasar keuangan terhadap dinamika proses pencalonan pimpinan The Federal Reserve, normalisasi kebijakan moneter, meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga, serta rencana reformasi pajak di AS.

Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, pergerakan rupiah yang melemah diharapkan tidak membuka peluang pelemahan lanjutan. Sebab, kondisi tersebut hanya sentimen sesaat. Dia memperkirakan, rupiah masih akan bergerak variatif. (*)

© 2014 Padek.co