Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Narkoba Masuk Kurikulum di Pasbar


Wartawan : Rohimuddin - Padang Ekspres - Editor : Elsy - 15 November 2017 13:48:03 WIB    Dibaca : 12 kali

 

Maraknya peredaran narkoba di Pasaman Barat (Pasbar) menjadi perhatian serius Pemkab Pasbar. Karena itu, Pemkab bersama Polres Pasbar kerja sama dalam menanggulangi narkoba di daerah itu. Penandatanganan MoU dilakukan di Balerong Tuah Basamo, Selasa (14/11). Bahaya narkoba dimasukkan dalam kurikulum tingkat SD, SLTP dan SLTA melalui mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan.

Bupati Pasbar Syahiran mengatakan, penyebaran dan penyalahgunaan narkoba sudah menjadi musuh bersama. Diperlukan taktik jitu untuk memeranginya. Pasalnya, narkoba sudah menembus semua lapisan masyarakat, anak-anak dan remaja hingga perempuan. Narkoba sudah menjadi kasus nasional dan merambah hingga ke pelosok.

“Untuk itu perlu ditingkatkan kewaspadaan dalam lingkungan kita terlebih dalam keluarga dan lingkungan sekolah,” kata Syahiran.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus menggelar sosialisasi bahaya narkoba. Karena narkoba musuh bersama dan pemerintah Indonesia telah mencanangkan perang terhadap narkoba. Ini memerlukan dukungan dari masyarakat dan sekolah terutama informasi, sehingga ruang gerak para pengedar dapat dipersempit dan dihilangkan.

“Jajaran Polres Pasbar telah banyak berhasil mengungkap kasus narkoba dalam berbagai jenis. Untuk itu selaku pimpinan daerah sekaligus mewakili Pasbar mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran Polres Pasbar yang terus gencar melakukan pemberantasan narkoba di wilayah hukum Pasbar,” ujarnya. 

Narkoba adalah bahaya global dan ancaman serius bagi kehidupan masyarakat bangsa dan negara. Di samping itu dapat berdampak bagi aspek kehidupan lainnya baik kesehatan, sosial, ekonomi, politik, budaya dan keamanan. Khusus kepada pemuka agama dan tokoh masyarakat agar pada setiap kesempatan dapat memberikan bimbingan kepada masyarakat untuk menjauhkan diri dari narkoba melalui mimbar masjid dan acara lainnya.  

Selaku pimpinan, Syahiran menginstruksikan kepada seluruh jajaran pejabat pemerintah untuk bersama-sama menyelamatkan keluarga dan masyarakat serta bangsa dari narkoba. Sementara itu, Kapolres Pasbar AKBP Iman Pribadi Santoso mengatakan, peredaran narkoba saat ini susah dibendung. 

“Jajaran Polres saja sudah sering melakukan aksi penertiban penyalahgunaan narkoba di Pasbar. Peredaran narkoba tidak pandang bulu lagi, mulai anak-anak hingga wanita. Malah ada yang masih pelajar,” kata Iman Pribadi Santoso.

Tahun 2017 ini tersangka kasus narkoba ini yang perempuan juga meningkat. Dengan adanya MoU ini diharapkan bisa bersama-sama memerangi narkoba. Data 2016 Polres Pasaman Barat mengungkap 38 kasus narkoba, tahun 2015 ada 27 kasus dan 2017 ada 27 kasus. “Untuk pemberantasan dibutuhkan komitmen dari semua pihak. Tidak hanya pemberantasan tapi juga pencegahan,” ujarnya. (*)

© 2014 Padek.co