Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Arrivederci Azzuri, Arrivederci Gigi


Wartawan : JPNN - Editor : Elsy - 15 November 2017 13:19:05 WIB    Dibaca : 9 kali

 

Gianluigi Buffon selamanya takkan mampu melebihi Lothar Matthaeus dan Antonio Carbajal sebagai rajanya tampil di Piala Dunia. Pasalnya, Buffon gagal menyentuh Piala Dunia keenam sepanjang karirnya bersama timnas Italia. Di San Siro, Milan, Selasa dini hari kemarin WIB (14/11) Gigi menghentikan caps-nya di angka 175.

Ya, Buffon memutuskan pensiun bertepatan dengan kegagalannya mengantar Azzurri ke Piala Dunia 2018 di Rusia. Walau dalam empat menit terakhir Buffon naik sampai area penalti, dia tetap tak mampu membantu Italia mencetak gol ketika ditahan Swedia tanpa gol dalam laga leg kedua playoff Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona UEFA. 

”Maaf jika semuanya berakhir seperti ini,” ucap Buffon dengan air mata berlinang ketika diwawancarai RAI Sport setelah laga. Hujan tangis Senin malam di San Siro tersebut tepat pada hari ke-7320 kiper Juventus itu berdiri di bawah mistar gawang Italia. Dan, 7320 hari yang lalu, dia berdiri di bawah mistar gawang Italia juga pada laga playoff Kualifikasi Piala Dunia 1998. 

Buffon meninggalkan timnas setelah mencatatkan 63 clean sheet dan kebobolan 123 gol dari 15251 menit dia bermain di semua ajang. Itu termasuk momen-momen emasnya membawa Italia juara Piala Dunia 2006 dan runner up Euro 2012. Namun, Buffon menyesal bukan karena dia gagal mencapai mimpi-mimpinya di Piala Dunia keenamnya. 

Dia lebih menyesal karena untuk kali pertama gagal mengantarkan Italia melaju ke Piala Dunia. Sekaligus jadi sejarah muram negara empat kali juara dunia itu yang untuk pertama kali di enam dekade terakhir. Kali terakhir Italia gagal ke Piala Dunia pada edisi 1958. Uniknya, nama tuan rumahnya saat itu Swedia, negara yang sekarang menyingkirkan Italia.

”Saya lebih kecewa karena kami gagal melakukan sesuatu yang benar-benar penting bagi negara. Itulah satu-satunya penyesalan yang saya miliki, dan tentu saja saya gagal menuntaskan karir saya. Ini waktu yang tepat bagi saya untuk pergi,” tutur kiper peraih Yashin Award di Piala Dunia 2006 itu. 

Tangisan Buffon malam itu berbeda dengan beberapa menit sebelum diwawancarai. Saat setelah laga, dia termasuk paling tegar di antara pemain Italia lainnya. Dia masih kuat menahan air matanya. Bahkan, dia masih sempat memeluk satu per satu rekannya. ”Pelukan bagi Chiello (panggilan akrab Giorgio Chiellini)-ku, Barza (Andrea Barzagli), Leo (Leonardo Bonucci), dan Lele (Gabriele Oralli, pelatih kiper timnas Italia), bersama merekalah saya sudah menghabiskan satu dekade terakhir,” ungkap Buffon. 

Nah, bersamaan dengan pensiunnya Buffon ini, dua rekannya Chiellini dan Barzagli pun juga mengikutinya. ”Leo masih tetap berlanjut sepertinya,” ungkap Buffon. Selain Chiellini dan Barzagli, Italia juga kehilangan Daniele De Rossi yang memilih untuk tak melanjutkan karirnya di timnas Italia. 

De Rossi pensiun di umur 34 tahun dengan 117 caps. Italia kehilangan dua sosok pemain paling seniornya sekaligus. Buffon kapten dan De Rossi wakil kaptennya. ”Saya telah sedekade berkeliaran di Coverciano (kamp timnas Italia) dan di penjuru dunia dengan jersey timnas, oleh karena itu saya merasa aneh saat saya harus melepasnya. Tapi, saya yakin ini demi membangun timnas di masa depan,” ungkap De Rossi, dilansir Football Italia. 

Federico Bernardeschi sebagai salah satu calon suksesor timnas Italia setelah ini, merasa kehilangan. ”Hari ini bagian terpenting histori sepak bola Italia itu pergi, mereka tak selayaknya mendapatkan ini,” katanya. Buffon, Chiellini, dan Barzagli notebene seniornya di Il Bianconeri, julukan Juventus. ”Terima kasih dari hati yang terdalam saya untuk mereka. Kami akan mulai semuanya ini dengan kepala tegak, dan buat mereka bangga,” tambahnya. (*)

© 2014 Padek.co