Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Pembunuh Bos Toko Kabur dari LP


Wartawan : Heru Iriawan - Padang Ekspres - Editor : Elsy - 14 November 2017 14:34:33 WIB    Dibaca : 11 kali

 

Lompat Pagar saat Ambil Jemuran di Atap

Lagi, narapidana kabur dari lembaga pemasyarakatan (LP). Kali ini tahanan LP Kelas II A, Muaro Padang yang kabur. Warga binaan yang diketahui bernama Mardiansyah Zalukhu, 25, melarikan diri Minggu (12/11) sekitar pukul 11.45.

Zalukhu kabur dari LP dengan cara melompat dari pintu samping pos 4. Tahanan yang kabur tersebut merupakan narapidana kasus pembunuhan terhadap bos toko di Jalan Pemuda pada 2016. Ia divonis hakim PN Klas IA Padang dengan hukuman 20 tahun penjara karena terbukti melanggar Pasal 340 KUHP.

Informasi yang diterima Padang Ekspres, peristiwa berawal, ketika tahanan itu mengambil jemuran di atap seng yang berada di atas teras LP. Saat itu, napi tersebut berjalan di sekitar lokasi. Melihat petugas tidak ada, ia langsung meloncat ke bawah menuju pintu samping dekat pos 4.

Setiba di pintu samping, napi tersebut langsung melompat ke halaman depan dan meloncat menuju pagar. Setelah itu warga binaan menyeberang jalan menuju ke luar LP dan kemudian menghilang.

Mengetahui warga binaan itu kabur, pihak LP langsung mencari yang bersangkutan. Pihak LP kemudian berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Kepala LP Klas II A Muaro Padang, Sri Yuwono, kepada Padang Ekspres kemarin (13/11) mengatakan, mengetahui warga binaan itu kabur pihaknya kemudian melakukan pencarian dengan berkoordinasi dengan Polresta Padang. “Saat ini kami masih melakukan pencarian warga binaan itu, koordinasi telah dilakukan dengan pihak kepolisian,” katanya. 

Ia menyebutkan, sampai saat ini pihaknya telah mengantongi beberapa lokasi yang diprediksi keberadaan warga binaan. Mardiansyah Zalukhu panggilan Mardi ,25, terjerat pidana melanggar Pasal 340 KUHP, karena terbukti melakukan pembunuhan terhadap mantan bos tempat ia bekerja.

“Kaburnya narapidana itu diketahui berdasarkan laporan salah seorang tahanan pendamping (tamping) kepada petugas penjaga. Menerima laporan itu petugas langsung melakukan penyisiran di lingkungan LP, namun warga binaan itu tidak ditemukan,” jelasnya. 

Sementara itu, Kapolresta Padang Kombes Pol Chairul Aziz menambahkan pihaknya sudah mengerahkan anggota Intel maupun Reskrim untuk memburu narapidana yang kabur tersebut.

“Anggota sudah kita sebar di lapangan untuk mencari orang itu, tapi belum berhasil ditemukan. Kita masih melacak keberadaan narapidana itu,” pungkas Chairul Aziz.

Terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumbar Dwi Prasetyo Santoso, mengatakan pihaknya fokus melakukan pencarian warga binaan. 

Ia mengatakan, warga binaan lebih banyak dari petugas. Sekarang saja, katanya, warga binaan di lapas Muara tersebut 1.000 lebih. 

“Saat ini kita fokus mencari warga binaan terlebih dahulu, setelah itu tentu akan ada beberapa pemeriksaan dan prosesnya. Kalau ada indikasi sipir yang bermain akan kita tindak tegas,” tegasnya. (*) 

© 2014 Padek.co