Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Beda Kelas soal Fasilitas


Wartawan : JPNN - Editor : Elsy - 14 November 2017 13:12:38 WIB    Dibaca : 15 kali

 

Sebanyak Rp 12,2 M Diinvestasikan FFA

Tiket Piala Dunia 2018 ada di depan mata Australia. Usai imbang tanpa gol di San Pedro Sula Jumat (10/11) lalu, besok (15/11) giliran Australia menjamu Honduras di Stadium Australia. 

Untuk mereduksi kelelahan setelah terbang 13.776 kilometer dari San Pedro Sula ke Sydney, Federasi Sepak Bola Australia (FFA) menyiapkan perawatan khusus guna mereduksi kelelahan tersebut. Yakni menyediakan sebuah kryotherapi portabel. 

Seperti dikabarkan Sydney Morning Herald kemarin (13/11) di depan hotel tim diparkirlah sebuah kryotherapi portabel. Berbentuk seperti kamar dengan bak mandi es, sport science ini bisa mempercepat pemulihan para pemain Australia. 

Suhu air di dalam bak kryotherapi ini mencapai minus 160 derajat Celsius. Masing-masing pemain diinstruksikan berendam dalam bak antara 90 detik hingga tiga menit. 

“Perawatan dengan kryotherapi portabel ini diklaim sanggup memperlancar peredaran darah dan oksigen pada titik-titik cedera,” tulis Sydney Morning Herald kemarin.

FFA menaruh banyak kapital demi lolosnya Australia ke Rusia musim panas tahun depan. Sebanyak USD 900 ribu (Rp 12,2 miliar) diinvestasikan FFA. Mulai menyewa pesaat pribadi dengan fasilitas meja pijat dan fisioterapi sampai kryotherapi portabel ini. 

Nah, Tim Cahill dan kawan-kawan sudah mendarat di Sydney sejak Minggu (12/11) pagi lalu. Tim Australia pun langsung menuju lokasi sentralisasi di  Sydney’s Olympic Park dan berlatih.

Dalam penerbangan yang berlangsung 22 jam tersebut, FFA benar-benar menjaga kebugaran para pemainnya sampai hal yang sangat detil. Yakni suhu ruang di pesawat serta cahaya di dalam pesawat ikut diatur.

Di antara perjalanan Honduras-Australia, pesawat yang disewa FFA itu berhenti mengisi bahan bakar di Hawaii. Dan ketika singgah sejenak, Tim Cahill dan kawan-kawan melakukan latihan kecil untuk melemaskan otot. 

Nah, berbanding terbalik dengan fasilitas mewah yang diterima pesepak bola Australia maka Federasi Sepak Bola Honduras (Fenafuth) sama sekali tak memberikan perlakukan istimewa buat Maynor Figueroa dan kawan-kawan. 

Tim Honduras terbang ke Sydney memakai pesawat umum dan tidak menyewa secara khusus. Sehingga Honduras pun mengikuti penerbangan komersial. Honduras ke Los Angeles baru ke Sydney. Di Los Angeles, tim Honduras menginap semalam dan menggelar latihan sehari di kota pantai barat Amerika Serikat itu. Sehingga tim Honduras baru tiba di Sydney kemarin (13/11) pagi. 

Kemudian untuk kelas di penerbangan, Fenafuth ’hanya’ memberikan kelas ekonomi. Bukan kelas bisnis yang memberikan fasilitas lebih nyaman buat para pemakainya. 

“Demi terlaksananya playoff ini, FIFA sebagai payung induk organisasi sepak bola tertinggi ikut membantu secara pendanaan kepada Fenafuth,” tulis Sydney Morning Herald. (*)

© 2014 Padek.co