Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Fans Swiss, Seferovic Belum Masa Paceklik


Wartawan : JPNN - Editor : Elsy - 14 November 2017 13:09:28 WIB    Dibaca : 11 kali

 

Tak ada aplaus dari 30 ribuan pasang mata yang hadir di St Jakob-Park, Basel, begitu Haris Seferovic digantikan Breel Embolo pada menit ke-86. Yang terjadi malah sebaliknya, Seferovic di-boo dan disiuli fans negaranya sendiri. Dia kembali gagal menciptakan gol setelah dia punya empat peluang di depan gawang Michael McGovern. 

Penyerang dengan 45 caps di La Nati tersebut pun dua kali terjebak offside. Kiper Swiss, Yann Sommer, kecewa dengan perlakuan fans Swiss malam itu. “Dia sudah banyak berinvestasi untuk tim ini,” ungkap kiper Borussia Moenchengladbach itu, seperti dikutip Bote. Boo ataupun siulan dari fans Swiss itu lantaran Seferovic sudah lama mandul. 

Termasuk laga kemarin, dia sudah empat laga tanpa gol. Meski sempat menyumbangkan satu assist saat menang atas Hungaria 5-2 dalam Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona UEFA pada 7 Oktober, gol ke-11 alias gol terakhirnya bagi Swiss sudah dia cetak ke gawang Latvia, pada 3 September. 

Sommer menyebut perlakuan itu tidak pantas diberikan kepada Seferovic. “Siulan yang tidak bisa dipahami apalagi siulan kepada pemain sendiri,” lanjut Sommer. Pernyataan Sommer itu ada benarnya. Sebab, sekalipun empat laga belum mencetak gol, ini masih belumlah periode paceklik golnya. 

Dari empat tahun berkostum merah Swiss, dia pernah delapan laga kompetitif tanpa bisa mencetak satu gol sekalipun. Itu terjadi dalam rentang waktu 14 Juni 2015 sampai 6 September. “Saya malah berharap sosok seperti dia mendapat banyak respek,” imbuh kapten Swiss Stephan Lichtsteiner. 

Hal yang sama juga diungkapkan Vladimir Petkovic, der trainer Swiss. Dia menganggap fans Swiss konyol. “Harusnya kami bisa belajar banyak dari fans Irlandia Utara (tetap memberi aplaus dukungan pada pemainnya meski gagal lolos Piala Dunia),” harap Petkovic dikutip dari situs resmi Federasi Sepak Bola Swiss (SFV). 

Situasi yang dihadapi Seferovic sama seperti sesama striker berdarah Bosnia di Kroasia, Mario Mandzukic. Keduanya sama-sama top scorer negaranya masing-masing sepanjang babak Kualifikasi Piala Dunia 2018. Mandzukic juga gagal mencetak gol dalam tiga laga beruntunnya tapi tidak disiuli fansnya. (*)

© 2014 Padek.co