Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Hendri Septa BBus (Acc) MIB, Bergerak dan Berdaya Bersama Orang Muda


Wartawan : JPNN - Editor : Yogi - 05 November 2017 14:07:39 WIB    Dibaca : 80 kali

 

Padang hari ini dihuni lebih banyak orang muda. Setidaknya, data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2017 menunjukkan jumlah mereka hampir separuh dari jumlah penduduk Kota Padang. Belum lagi, orang muda yang datang bersekolah dan bekerja di pusat pemerintah Sumbar ini. Artinya, seiring berjalannya waktu Padang kini juga berkembang sebagai kota milenial. Kota yang dihuni oleh generasi berpikiran terbuka dan kreatif.

SEBAGAI kota yang berpenghuni orang-orang muda, Padang harus menjadi rumah yang nyaman dengan desain kota kekinian. Namun kekinian dalam arti tetaplah tidak tercerabut dari sejarah dan budayanya yang kuat dan khas sebagai pembeda dari kota-kota lain. Dalam hal ini pola pikir pemerintah kota ke depan dituntut agar semakin terbuka terhadap perkembangan zaman dan teknologi. Pemerintah kota yang mampu bergerak dan berdaya bersama orang-orang muda untuk mewujudkan masa depan Kota Padang yang gemilang.

”Orang-orang muda harus diberi ruang dalam membangun kota. Pemerintah kota ke depan hendaklah lebih peduli terhadap kreativitas orang muda dan secara nyata melibatkan partisipasi pemuda untuk bersama berkontribusi memajukan Kota Padang. Kaum muda adalah penentu masa depan sebuah kota. Semakin terakomodir kreativitas orang mudanya, maka akan lebih bergerak cepat kemajuan kotanya,” kata Hendri Septa, dalam obrolan santai sambil ngopi, menikmati geliat Kota Padang di pagi hari.

Pemerintah kota, kata Hendri, perlu mengembangkan kebijakan  dan prioritisasi pembangunan yang bisa mewadahi orang-orang muda untuk mengembangkan ekonomi kreatif maupun berbagai kegiatan sosial kreatif lainnya. Berbagai gerakan masif orang muda yang kini terhimpun dalam berbagai komunitas anak muda Kota Padang merupakan modal sosial. Generasi milenial kota Padang haruslah dipandang sebagai kekuatan baru energi pembangunan kota ini. Mereka telah terbiasa menggunakan media alternatif dan media sosial yang sejatinya lebih siap dan mampu merespons berbagai perkembangan terkini dalam kehidupan ini.

Agar gerakan orang-orang muda di Padang lebih produktif dan terarah, pemerintah kota ke depan semakin berkewajiban menyediakan fasilitas stimulan untuk berbagai kegiatan mereka. Melalui fasilitas tersebut, orang-orang muda bisa terkumpul dalam satu wadah kreatif dengan jaringan yang lebih luas untuk bergerak dan berdaya bersama membangun kota. Orang-orang muda ini tidak hanya bergerak di bidang industri ataupun ekonomi kreatif, tetapi juga pada gerakan-gerakan sosial dan kemanusiaan.

”Ke depan, kita perlu langkah konkret membuat sebuah kawasan kreatif yang digiatkan oleh orang-orang muda. Di sana pemerintah Kota Padang menfasilitasi areal tertentu, tempat atau gedung, mesin dan peralatan produksi, dilengkapi jaringan wifi yang lebih luas dan memadai. Saya membayangkan adanya areal dan wadah tempat nongkrong komunitas orang muda kreatif dan produktif di Kota Padang. Gagasan ini mesti diwujudkan di Padang,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Kota Padang ini.

Kawasan kreatif yang dibayangkan Hendri, seperti Jakarta Creative Hub (JHC) di lantai 1 Graha Niaga Thamrin, Jakarta Pusat, yang diresmikan awal tahun lalu. Tempat nongkrong kreatif orang muda yang disediakan dan difasilitasi oleh pemerintah ini ditujukan untuk anak muda yang memiliki ide kreatif namun tidak punya alat pendukung yang mumpuni.

”Jadi, orang-orang muda kreatif di Kota Padang bisa mengembangkan prototipe karyanya di sini. Tempat ini tidak hanya sekadar tempat nongkrong, tetapi juga untuk menggelar karya produktif anak muda. Kita petakan dan identifikasi bidang-bidang kreatif mereka. Misalnya, desain grafis, fashion atau tekstil, kerajinan tangan, e-marketing dan seterusnya. Lalu, pemerintah memberi dukungan peralatan penunjang produksi karya kreatif tersebut. Artinya, di sana sarana prasarana produksi untuk karya-karya kreatif disediakan lengkap dan nyaman,” papar bakal calon wali kota Padang ini.

Di samping itu, lanjutnya, di kawasan tersebut juga disediakan kantor bersama atau co-working office. Kemudian perpustakaan dengan buku-buku terbaru, coffee shop, stand kuliner, serta ruang pajang karya. Tentu saja, free wifi dengan koneksi cepat. Untuk ini pemerintah kota pun dituntut lebih kreatif dan tidak perlu menunggu lama untuk memastikan inisitaif ini bisa diwujudkan nyata. 

Gagasan tentang pentingnya Kota Padang menjadi kota kreatif ini dimunculkan Hendri, karena ia juga bagian dari orang muda. Baginya orang muda harus mendapat tempat dalam pembangunan kota. Untuk itu, sudah saatnya pemerintah kota harus memberi ruang untuk orang-orang muda kreatif.
”Pemerintah kota harus mampu beradaptasi dengan perkembangan kekinian, tetapi tidak boleh ahistoris. Pola pikirnya jangan out of date atau jadul juga lagi. Mari sama-sama kita kelola potensi kreatif orang-orang muda Kota Padang ini dengan pikiran positif, sekaligus belajar dari kreativitas dan produktivitas mereka,” ujarnya.

Memperkuat Program
Memperhatikan program-program Pemko Padang dalam membangun kota tercinta ini, Hendri Septa menilai sudah lebih baik dari sebelumnya. Penilaian ini tentu saja tidak lepas dari pengalamannya sewaktu menjadi anggota legislatif dulu, yang dilanjutkan sekarang sebagai pimpinan salah satu partai politik terbesar di Kota Padang.

”Program-program pemko yang baik itu harus kita dukung dan perkuat dengan gagasan baru yang sesuai kebutuhan zaman sekarang. Agar program dan kebijakan pemko itu tidak ketinggalan zaman. Misalnya, pelayanan kependudukan dan perizinan yang harus ditunjang oleh teknologi mutakhir dan layanan apparatus yang lebih baik lagi, sehingga urusan warga bisa lebih mudah, cepat dan nyaman. Program kebersihan, yang mesti didukung oleh semua warga kota untuk membantu mewujudkan Padang Bersih. Begitu juga program-program keagamaan, pendidikan, pariwisata, sosial dan budaya, semuanya harus kita perkuat agar terwujud sesuai visi dan misi Kota Padang,” tuturnya.

Bagi Hendri, adalah penting untuk mensyukuri apa yang ada, dan membenahi mana yang masih alpa. Untuk itulah, baik pemerintah maupun warga harus selalu membangun kerja sama yang baik: bergerak dan berdaya bersama. Sehingga, Padang benar-benar menjadi kota masa depan yang pemerintah bersama warganya berbahagia. (*)

© 2014 Padek.co