Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Auditor BPK Terancam Miskin


Wartawan : JPNN - Editor : Elsy - 19 October 2017 13:23:19 WIB    Dibaca : 48 kali

 

Aset Miliaran Didakwa Hasil TPPU

Jakarta, Padek—Dua auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Rochmadi Saptogiri dan Ali Sadli, terancam miskin. Itu setelah jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa sebagian aset mereka merupakan bagian dari tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang diduga berasal dari hasil rasuah selama beberapa tahun menjadi pegawai BPK. 

Dalam sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, kemarin (18/10), jaksa membeberkan bahwa Ali Sadli memiliki kekayaan sebesar Rp 10,519,836 miliar dan USD 80 ribu yang diduga hasil korupsi. Harta tersebut sudah digunakan mantan Kepala Sub Auditorat III. B. 2 BPK itu pada rentang 2015-2016.

Sebagaimana diketahui, Ali dan Saptogiri ditetapkan tersangka dugaan suap pemberian opini wajar tanpa pengecualian (WTP) untuk Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) pada Mei lalu. Keduanya disangka menerima Rp 240 juta dari Inspektur Jenderal Kemendes PDTT Sugito yang diserahkan melalui Jarot Budi Prabowo. 

Nah, dari hasil pengembangan penyidikan, Ali dan Saptogiri ditengarai berkali-kali menerima gratifikasi. Penerimaan itu tidak dilaporkan ke KPK, sehingga otomatis dianggap sebagai suap. Saptogiri sebelumnya menjabat Auditor Utama Auditorat Keuangan Negara (AKN) III BPK. Sedangkan Ali adalah anak buah Saptogiri di AKN III secara struktural. 

Dalam dakwaan jaksa KPK, Ali ditengarai membeli sejumlah aset menggunakan nama istrinya, Wuryanti Yustianti. Misal, tanah seluas 258 meter persegi di Kompleks Kebayoran Symponi Blok KM/A-19 Kelurahan Pondok Jaya Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan yang dibeli seharga Rp 3,997 miliar dan sudah dibayar Rp 383,36 juta.

Begitu pula Mercedez Benz tipe C 250 AT (W205) CKD nopol B 27 UWI (2015) yang dibeli seharga Rp 849 juta juga dibeli atas nama sang istri. Selain istri, Ali juga membeli Mercedez Benz tipe A 45 AMG AT (W176) CBU hitam seharga Rp 990 juta atas nama anaknya, Afif Fadhiil. ”Terdakwa (Ali Sadli) membayar (mobil) secara bertahap,” ujar Jaksa KPK Ali Fikri saat membacakan dakwaan. 

Beberapa aset Ali lain juga didakwa jaksa sebagai hasil TPPU. Antara lain, tanah 240 meter persegi di Kebayoran Sympony Blok J/03 Bintaro Sektor VII Kelurahan Pondok Aren Kecamatan Pondok Jaya Kota Tangerang Selatan senilai Rp 3,85 miliar, Jeep Wrangler Rubicon 4 Door (2014) senilai Rp 416,976 juta dan Honda CR-V RM3 2WD RS AT (Rp 481,5 juta).

Ada pula Toyota Vellfire seharga Rp 700 juta, BMW Premium Selection M2 Coupe F87/2016 Long Beach Blue Rp 1,3 miliar, Honda All New Oddyssey RC17-E2.4 CVT Prestige warna white orchid pearl (2017) seharga Rp 700 juta. Ali juga diduga pernah membayarkan sewa apartemen Casa Grande Jakarta atas nama Salli Okila sebesar Rp 200 juta. “Dan biaya umrah (Salli) sebesar Rp 40 juta,” imbuh jaksa KPK. 

Sedangkan terhadap Saptogiri, jaksa menyebut pejabat BPK itu pernah membeli tanah seluas 329 meter persegi di Kebayoran Essence KE/I-15 Bintaro, Tangerang dari PT Jaya Real Property senilai Rp 3,5 miliar. Rochmadi juga disebut-sebut membangun rumah di atas tanah itu dengan biaya sebesar Rp 1,1 miliar. ”Saya mengajukan eksepsi yang mulia,” ujar Saptogiri. 

Beda dengan Saptogiri, Ali Sadli tidak mengajukan keberatan atas dakwaan KPK. Selama persidangan nanti, semua aset kekayaan yang diduga hasil TPPU itu akan dibuktikan. Kedua terdakwa berhak menyangkal dakwaan tersebut dengan bukti yang dimiliki masing-masing. (*) 

© 2014 Padek.co