Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Di Balik Upaya Perbaikan Mobil Pemadam Kebakaran Tua


Wartawan : Afridel Ilham - Padang Ekspres - Editor : Elsy - 13 October 2017 11:05:59 WIB    Dibaca : 29 kali

 

Tolak Tawaran Rp 1 Miliar, Meski Body Nyaris jadi Besi Tua

Satu unit truk berwarna merah pemadam kebakaran (damkar) yang terparkir dekat tugu 17 Agustus, terlihat sudah berlumut. Namun kendaraan yang persis berada di samping kanan halaman eks kantor Bupati Limapuluh Kota itu, kembali dinyalakan setelah tidur menahun. Seperti apakah upaya menghidupkan mobil yang nyaris jadi besi tua ini?

Mobil keluaran Isuzu tahun 1984 itu, memiliki rangka yang kokoh dan daya angkut dengan kapasitas mesin cukup besar. Sayangnya sejak tahun 2012 lalu, kerusakan pada bagian mesin dan dianggap sudah tua membuat ”Si Merah” tak lagi dapat perhatian.

Padahal jasanya untuk memadamkan api di setiap kebakaran yang ada di Limapuluh Kota dan sekitarnya, sudah tak terhitung lagi, sejak masa kejayaannya di 1990-an. Tergerak dari upaya untuk kembali memanfaatkan sumber daya yang ada, Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Limapuluh Kota, Irwandi, mampu memancing semangat anggota damkar untuk memperbaikinya.

Kemampuan yang dimiliki pegawai personel Dinas Damkar dibantu tenaga mekanik dari luar dikerahkan untuk mengotak-atik kendaraan berbahan bakar solar ini. Setelah melalui proses panjang dan melelahkan, akhirnya kerja keras itu membuahkan hasil.

”Alhamdulillah, akhirnya bisa menyala dan bisa berjalan, meski masih memiliki sejumlah kerusakan lainnya. Tapi setidaknya sumber daya yang ada bisa kembali  dimanfaatkan,” ungkap Plt Kepala Dinas Damkar, Irwandi kepada Padang Ekspres, Kamis (12/10) sore.

Ternyata tidak sesulit yang dibayangkann, persoalan mesin yang membuat si Merah tak jadi perhatian berhasil ditemukan. Selain itu, memang terdapat sejumlah kerusakan pada bagian rem dan mesin penyedot air.

”Penyedot air dan rem memang perlu tambahan perbaikan, namun soal semprotan setelah di uji coba sangat bagus, sepertinya tidak kalah kencang dari mesin semprotan pada mesin mobil baru saat ini,” tambah Irwandi.

Keberhasilan itu juga membuat personel damkar bersemangat untuk terus berbenah demi memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat. Sejumlah bagian lainnya yang perlu dibenahi adalah slang minyak untuk rem rencannya akan di tambah untuk memperkuat cengkraman saat pengereman.

”Untuk kekuatan mesin, saat ini sudah tidak jadi masalah. Ini untuk membantu kekuatan tujuh unit mobil damkar lainnya,” sebut Irwandi di sela-sela perbaikan kendaraan yang sudah tidur hingga hampir 5 tahun tersebut.

Personel Dinas Damkar, terus melakukan perbaikan dan membersihkan cat bodi kendaraan yang sudah usang. Kemudian di cat kembali dan dipastikan semua item vital dan keamanan kendaraan sudah berfungsi dengan baik sebelum beroperasi.

”Rasanya tidak akan butuh waktu dan anggaran yang besar untuk perbaikannya. Hanya saja memang sulit menemukan onderdil kendaraan tua tersebut saat ini. Melalui grup pemadam kebakaran nasional, onderdil kendaraan yang sulit ini bisa kita temukan dan diskusikan dengan teman-teman di daerah lain,” tambah Irwandi.

Menurut Plt Kepala Dinas Damkar Limapuluh Kota ini, dirinya pernah didatangi pencinta mobil antik dengan tawaran Rp 180 juta, namun tidak ditanggapi serius oleh Plt Kadis. Hingga kembali datang orang yang menawarnya lebih tinggi dengan harga Rp 1 miliar.

”Tawaran inilah yang membuat kita berpikir panjang untuk menyia-nyiakan kendaraan tua ini. Artinya kita memiliki barang berharga yang harus dirawat sebagai aset daerah. Dari situlah kita mencoba untuk melakukan perbaikan hingga berhasil menyalakannya kembali,” terang Irwandi lagi.

Hasil pemeriksaan kerusakan yang dilakukan tim mekanik Dinas Damkar, sejumlah peralatan pemadam yang terpasang pada kendaraan umumnya dalam kondisinya baik. Sejumlah kerusakan memang ada dan dianggap tidak membutuhkan biaya besar.

Peralatan, kelistrikan dan fungsi alat-alat yang bermasalah di identifikasi hanya penyedot air, kemudian semua ban yang sudah tak layak pakai. Kemudian cat kendaraan yang perlu diganti untuk mempercantik tampilan.

”Meski semua dioperasikan secara manual, namun kita yakin mobil tua ini akan mampu mengaspal dan mengemban tugas kemanusian lagi. Kecepatan untuk 80 hingga 100 kilometer per jam masih sanggup digeber,” sebut Irwandi.

Meski demikian, tujuan pihaknya ngotot untuk memperbaiki mobil tua tersebut tak lain adalah banyak sejarah yang telah dilahirkan mobil tua tersebut, di samping juga sebagai upaya efisiensi terhadap keuangan daerah. (*)

© 2014 Padek.co