Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Presiden Janji Permudah Ekspor


Wartawan : JPNN - Editor : Elsy - 12 October 2017 13:23:55 WIB    Dibaca : 44 kali

 

Jokowi: Pelaku Industri juga Harus Terbuka

Ekspor dan investasi diharapkan menjadi kunci pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo saat membuka Trade Expo Indonesia (TEI) 2017 di ICE BSD, Serpong, Tangerang, kemarin (11/10).

Presiden mengaku menginstruksikan kementerian terkait agar tidak mempersulit pelaku ekspor dengan regulasi dan biaya yang berlapis. ”Pelaku industri juga diharapkan terbuka saja apa yang bisa kami perbaiki,” ujar Jokowi.

TEI 2017 diselenggarakan selama lima hari, yaitu pada 11–15 Oktober 2017. TEI menjadwalkan sekitar 33 penandatanganan kontrak dagang buying mission. Kontrak dagang berasal dari, antara lain, Arab Saudi, Malaysia, Mesir, Australia, Thailand, India, Brasil, Inggris, dan Amerika Serikat. Perkiraan total nilai kontrak dagang adalah USD 223,23 juta.

Pada pembukaan TEI 2017 kemarin, pemerintah memberikan apresiasi kepada eksporter berprestasi dalam bentuk Penghargaan Primaniyarta kepada 22 perusahaan yang giat melakukan ekspor. Sementara itu, pemerintah juga memberikan penghargaan Primaduta kepada 33 buyers mancanegara yang loyal membeli produk-produk Indonesia. Serta satu kategori buyer inspiratif dari Australia.

Penghargaan Primaniyarta merupakan penghargaan terStinggi yang diberikan pemerintah kepada eksporter yang dinilai paling berprestasi di bidang ekspor. Salah satu penerima penghargaan tersebut adalah PT Sekar Bumi yang memiliki main business di sektor frozen food and manufacturer.

”Penghargaan seperti itu kami rasa sangat baik karena dapat menjadi apresiasi atas upaya keras kami. Selain itu, tentu menambah trust pada pasar-pasar baru yang akan kami jajaki,” ujar President Director PT Sekar Bumi Harry Lukmito.

Sebagai salah satu pemain besar di bisnis frozen food, PT Sekar Bumi mengekspor 80 persen hasil produksinya ke Amerika, Eropa, Jepang, dan negara Asia lainnya. Selain itu, perusahaan yang tahun lalu mencatatkan peningkatan penjualan 32 persen dari Rp 704 miliar menjadi Rp 927 miliar tersebut akan membuka pasar baru di Republik Dominika dan Australia. (*)

© 2014 Padek.co