Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

353 Jiwa Warga masih Terisolasi


Wartawan : Rohimuddin - Padang Ekspres - Editor : Elsy - 11 October 2017 13:37:47 WIB    Dibaca : 85 kali

 

Jembatan Terputus, Ekonomi Lumpuh 

Dampak galodo (banjir bandang) menghantam di Kampungbaru, Nagari Batahan, Kecamatan Ranah Batahan, Pasaman Barat (Pasbar), imbas meluapnya Sungai Batahan, makin mengkhawatirkan. Sebanyak 353 jiwa warga Jorong Rurapatontang, Kecamatan Kotobalingka dilaporkan masih terisolasi. Hal ini dipicu putusnya jembatan yang menghubungkan kawasan tersebut.

Putusnya jembatan yang menjadi akses satu-satunya bagi warga sekitar menuju Jorong Pengambiran itu, membuat aktivitas ekonomi setempat lumpuh. Bila tak segera dicarikan jalan keluarnya, warga khawatir hal ini bisa berdampak luas. 

Pantauan Padang Ekspres di lapangan kemarin (10/10), tim gabungan Pemkab Pasbar dibantu warga sekitar terlihat berupaya membuat jembatan alternatif menggunakan batang pohon. “Mudah-mudahan jembatan alternatif ini bisa segera selesai. Sehingga, warga Jorong Rurapatontang bisa terbantu,” ujar Camat Parit Koto Balingka, Hamulian kepada Padang Ekspres, kemarin (10/10).

Di sisi lain, berdasarkan data sementara yang dimiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasbar, jumlah kerugian dan kerusakan bertambah. Sebanyak 22 unit rumah mengalami kerusakan parah. 

Di mana, dua rumah dilaporkan hanyut dan 20 unit lainnya tidak bisa dihuni lagi. Di samping itu, sebanyak 14 hektare tanaman jagung warga rusak dan 0,5 ha kolam ikan siap panen tak bisa digunakan lagi.

Untuk penanganan sementara, sejauh ini sudah didirikan 1 unit tenda posko bencana oleh BPBD setempat. Lalu, dua unit tenda pengungsi dari PMI, pendirian dapur umum, plus sudah didistribusikannya bantuan logistik. Selain itu, satu unit ekskavator sudah diturunkan ke lokasi guna membersihkan sedimen.

“Semua itu, baru data sementara yang kita peroleh dan saat ini petugas masih melakukan pendataan sambil memberikan bantuan kepada korban banjir,” terang Kepala BPBD Pasbar, Try Wahluyo. Dia juga memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Sementara itu, kemarin (10/10), Wabup Pasbar Yulianto menyerahkan bantuan kepada korban bencana banjir bandang. “Semoga bantuan yang diserahkan langsung kepada keluarga korban banjir itu bisa meringankan beban hidup mereka. Kami dari Pemda juga turut berduka cita atas musibah yang menimpa para korban banjir,” kata Yulianto usai menyerahkan bantuan di lokasi banjir.

Dia menjelaskan, bantuan yang diserahkan itu sudah masuk sebagian dari rombongan Pemprov Sumbar dan Pemkab Pasbar. Dia mengimbau warga agar tidak melihat besaran bantuannya, namun harus disyukuri atas kepedulian umat lain untuk membantu para korban banjir.  

“Kalau Allah SWT sudah berkehendak, maka tidak satupun manusia yang bisa menghalanginya. Semoga dengan adanya musibah ini ada hikmah yang bermanfaat bagi para korban. Masyarakat yang tertimpa musibah banjir dan pemerintah saling membantu untuk meringankan beban akibat bencana,” imbau dia.

Pemerintah, tambah dia, sudah memberikan bantuan berupa selimut 120, matras 90, perlengkapan keluarga 50 paket, makanan siap saji 100 kaleng. Lalu, perlengkapan keluarga 50 paket, dapur umum, lauk pauk, beras dan lainnya.

Selain itu, Palang Merah Indonesia (PMI) Pasbar juga sudah memberikan bantuan tenda, terpal, pakaian layak pakai dan beberapa orang relawan. Kepala BPBD Pasbar Tri Wahluyo membenarkan sejumlah bantuan sudah diserahkan kepada para korban. 

Kemudian, hari ini (11/10), pihak dari perbankan, Baznas BPBD Sumbar dan lainnya berencana turun ke lokasi untuk menyerahkan bantuan.

Terpisah, puluhan personel dari Kodim 0305/Pasaman diturunkan ke lokasi untuk membantu masyarakat membersihkan sisa-sisa banjir, memperbaiki kerusakan dan memulihkan kembali kehidupan warga di daerah yang terkena banjir.

Para Babinsa bersama masyarakat bergotong royong membantu masyarakat yang terkena bencana banjir di Jorong Kampungbaru, Nagari Batahan, Kecamatan Rabat, Kabupaten Pasaman Barat. (*)

© 2014 Padek.co