Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Gelontorkan 7,4 Juta Keping Blangko E-KTP


Wartawan : JPNN - Editor : Elsy - 25 September 2017 12:47:44 WIB    Dibaca : 89 kali

 

Distribusi Mulai September

Pemerintah kembali menggelontorkan blangko kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) ke daerah. Sebanyak 7,4 juta keping blangko e-KTP didistribusikan mulai bulan ini secara bertahap. Upaya itu dilakukan untuk mengantisipasi kekosongan blangko yang stoknya mulai menipis.

Merujuk data Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri, saat ini hanya tersisa 2.019.718 keping blangko yang bersebar di 32 provinsi. Namun, hanya Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera yang masih memiliki stok di atas 100 ribu keping. 

Sementara itu, rata-rata stok di provinsi yang lain hanya di kisaran puluhan ribu blangko. Bahkan, di sejumlah provinsi hanya tersedia di bawah 20 ribu. Misalnya, di Bangka Belitung (14 ribu), Kepulauan Riau (14 ribu), Jogjakarta (8 ribu), Kalimantan Utara (10 ribu), Gorontalo (13 ribu), dan Sulawesi Barat (18 ribu).

Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakhrullah mengatakan, 7,4 juta keping yang digelontorkan merupakan pengadaan kedua pada 2017. Pengadaan pertama dilakukan Maret lalu. ”Minggu lalu mulai didistrubusikan, sekitar 600 ribu,” ujarnya kepada koran ini, kemarin (24/9). Sisanya akan dikirim secara bertahap dalam beberapa pekan ke depan.

Zudan berharap, daerah yang stoknya sudah menipis mengajukan permintaan tambahan blangko ke pusat. Hal itu perlu dilakukan agar tidak ada kekosongan blangko di daerah. ”Bagusnya sebelum habis sudah minta ya, agar tidak kehabisan,” imbuhnya.

Meski demikian, dia menegaskan bahwa pembagian blangko tidak didasarkan kepada permintaan daerah, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan riil daerah. Misalnya di suatu daerah terdapat 30 ribu orang yang belum memiliki e-KTP, pihaknya tidak akan memberikan 30 ribu keping jika yang merekam baru 10 ribu. 

”Kemungkinan hanya beri 15 ribu, sesuai dengan kebutuhan yang sudah rekam dan prediksi yang akan bisa direkam,” tuturnya. Itu dilakukan agar tidak ada blangko yang mengendon di daerah.

Nah, dengan adanya gelontoran 7,4 juta keping, dia memastikan ketersediaan blangko tercukupi hingga awal tahun depan. Rencananya, pada 2018 kembali diproduksi 11,5 juta keping. Dengan demikian, stok aman hingga akhir tahun depan.

Sebelumnya, Mendagri Tjahjo Kumolo mewanti-wanti dinas dukcapil daerah untuk transparan terkait dengan ketersediaan blangko. Bagi yang berbohong, politikus PDIP itu siap memberikan ”hadiah” berupa pemberhentian dari jabatan kepala dinas. (*)

© 2014 Padek.co