Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Rencanakan Kabur sejak Seminggu, 6 Ditangkap, 6 Napi Masih Diburu


Wartawan : Yulicef Antony - Padang Ekspres - Editor : Elsy - 19 September 2017 13:32:42 WIB    Dibaca : 96 kali

 

LP Muarosijunjung Over Capacity

Warga binaan yang jumlahnya melebihi kapasitas (over capacity) dan minimnya petugas Lembaga Permasyarakatan (LP) Muarosijunjung diduga jadi salah satu faktor pemicu kaburnya 12 narapidana dari LP Muarosijunjung, Minggu (17/9) sore.

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, 12 orang napi tersebut telah merencanakan kabur sejak sepekan sebelumnya. Waktunya diset pada hari Minggu mengingat sistem penjagaan dinilai relatif longgar. Para napi memutuskan memanfaatkan kesempatan tersebut.  

“Kami sudah lakukan penyelidikan secara intensif, dan ternyata aksi tersebut sudah direncanakan sejak seminggu sebelumnya. Waktunya dipilih bersamaan dengan jadwal makan siang,” tegas Wakapolres Sijunjung, Kompol H Siregar didampingi Kabag OPS Kompol Didik P, Kasat Reskrim Iptu Dharmawan, Kaur Humas Iptu Nasrul Nurdin di Mapolres Sijunjung, kemarin.

Iptu Nasrul Nurdin menambahkan, sekitar 30 menit berlangsungnya perburuan terhadap 12 orang kawanan tahanan, tim gabungan Polres Sijunjung, TNI dan pihak LP berhasil mencokok kembali 3 orang pelaku. Yakni, atas nama Junaidi, Eki Nopriana dan Ardianto. 

Ketiganya ditangkap petugas di jalan lintas Nagari Simancung, Kecamatan Kupitan, setelah sebelumya sempat menaiki mobil truk pengangkut pasir dari Muarosijunjung-Simancung. Mobil yang mereka tumpangi sempat dikejar petugas hingga sang sopir truk, Malta, 27, merasa curiga dan memutuskan mendadak menginjak rem dan memasang rem tangan hingga melompat ke luar. 

“Saya awalnya tidak tahu kalau mereka tahanan kabur. Mereka berjumlah empat orang, menyetop mobil saya di Muarosijunjung, dua duduk di depan dan dua lagi naik ke bak belakang. Namun satu di antaranya berhasil kabur saat disergap petugas,” jelas Malta ketika dimintai keterangan di Mapolres Sijunjung, kemarin (18/9).

Senin (18/9) dini hari, sekitar pukul 01.15, Risman Saogok dan Nasrul Efendi ditangkap dalam sebuah lokasi acara kesenian randai di kawasan Muaro Gambok. Ketika itu mereka berpura-pura berlagak seperti warga biasa. Namun, sejumlah pemuda curiga hingga langsung diamankan ke pos siskamling setempat. Lalu, sekitar pukul 02.00, giliran Randi alias Datuak ditangkap petugas di Nagari Pamuatan. Dia ditangkap ketika berjalan kaki di sebuah jalan umum menuju sebuah warung. 

“Alhamdulilah, kami sudah berhasil menangkap 6 dari 12 orang napi kabur dari LP Muarosijunjung. Seluruhnya untuk sementara waktu ditahan di Mapolres Sijunjung,” tukas Nasrul Nurdin.

Kasat Reskrim Iptu Dharmawan menambahkan, selain mengamankan 6 pelaku tahanan kabur, Polres Sijunjung juga mengamankan sejumlah senjata tajam dari tangan para pelaku, berikut tiga unit HP. 

Dari hasil interogasi, salah seorang enam pelaku ternyata sebagai pelaku penusukan petugas LP Muarosijunjung Doni. 
Kepala LP Muarosijunjung, Marten mengatakan, jumlah warga binaan sebanyak 309 orang, sementara kapasitas maksimalnya hanya 150 orang. Sedangkan petugas seluruhnya 35, petugas khusus jaga 14 orang. 

Maka untuk penjagaan digelar sistem shift 3x24 jam, dengan pola 5-5-4 setiap kali 8 jam.  Petugas disiagakan 2 di depan dan 3 belakang. “Idealnya, satu petugas mengawal 3 orang warga binaan, atau paling banyak 1 berbanding 5. Namun, kenyataannya sistem pengamanan selama ini justru 1 berbanding 60. Setiap satu petugas bertanggung jawab atas 60 narapidana/ tahanan,” jelas Marten.

Dengan segala kemampuan yang ada, pihaknya berupaya maksimal menjaga kondisi LP agar tetap aman dan kondusif. “Insiden ini (napi kabur, red) terjadi di luar prediksi kami,” tukasnya.

Marten menjelaskan, kejadian bermula sekitar pukul 15.30 pada Minggu (17/9) sore saat petugas tamping dapur membawa tempat makan dengan gerobak dorong. “Bersamaan dengan itu ada 12 narapidana yang mengikutinya. Petugas yang sedang jaga di pintu 4 bernama Putra, langsung ditodong dengan senjata tajam,” urainya.

Setelah menguasai pintu 4 dan 3, para narapidana langsung menyerang petugas pintu utama (P2U) bernama Doni. “Karena Doni mempertahankan P2U, maka mereka menyerang Doni sehingga mengalami luka robek di kepala sebelah kanan di atas telinga. Dekat pergelangan tangan kanan, juga mengalami luka tusuk benda tajam,” jelas Marten. Saat ini, Polres Sijunjung bersama tim LP Muarosijunjung masih melakukan pengejaran, termasuk melakukan pengamanan di LP. (*)

© 2014 Padek.co