Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

BUMD Dapat Tambahan Modal


Wartawan : Eka Rianto - Padang Ekspres - Editor : Elsy - 13 September 2017 12:49:41 WIB    Dibaca : 77 kali

 

Sekprov: Itu sesuai Kebijakan OJK

Pemprov Sumbar mempertahankan untuk tetap menambah modal Bank Nagari dalam APBD Perubahan 2017. Penambahan dilakukan dalam rangka penguatan infrastruktur modal dan ekspansi pengembangan bisnis Bank Nagari.

”Hal tersebut merupakan kebijakan Otoritas Jasa Keuangan. Jika tidak dilakukan penambahan modal, akan berdampak kepada lemahnya kompetisi Bank Nagari terhadap bank-bank lainnya,” tegas Sekretaris Provinsi Sumbar, Ali Asmar, saat Paripurna Jawaban Gubernur atas Tanggapan Fraksi-Fraksi terhadap Ranperda APBD Perubaan 2017, kemarin (12/9).  

Dia menjelaskan, perkembangan Bank Nagari pada semester I tahun 2017 secara umum mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan tersebut ada yang sudah sesuai dengan rencana bisnis seperti dana pihak ketiga (DPK), rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR), Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) laba terhadap pajak.

Namun, diakui ada yang masih belum sesuai dengan rencana bisnis pada semester I 2017 tersebut. Di antaranya ekspansi kredit atau kredit yang diberikan, pendapatan bunga dan beban bunga serta tingkat kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL).

“Kami sudah menyurati Direksi Bank Nagari agar dapat mengoptimalkan operasional perseroan terutama peningkatan sumber daya manusia di bidang kredit. Termasuk perbaikan sistem pengendalian interen kredit dan pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG). Sehingga ke depan dapat mendorong peningkatan kinerja bisnis ke arah yang lebih baik,” katanya.

Dalam jawaban terhadap pandangan fraksi-fraksi tersebut, Ali Asmar juga menyampaikan penjelasan terhadap rencana penambahan penyertaan modal kepada PT Askrida sebesar Rp 13 miliar dan PT Jamkrida Rp 10 miliar. Sehingga total dana penyertaan modal yang rencananya akan dialokasikan kepada tiga perusahaan plat merah tersebut di dalam perubahan APBD tahun 2017 mencapai Rp 73 miliar.

Menurutnya, penambahan modal kepada PT Askrida merupakan kesepakatan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dalam rangka menjaga posisi di PT Askrida. Dalam RUPS pada 27 April 2017, disepakati penambahan modal dasar dari Rp 199 miliar lebih menjadi Rp 300 miliar yang dilakukan secara proporsional selama dua tahun sesuai dengan komposisi masing-masing pemilik saham.

“Sumatera Barat dengan komposisi saham 16 persen akan melakukan penambahan modal sebesar Rp 16,430 miliar yaitu tahun 2017 dan tahun 2018,” terangnya.

Langkah penambahan modal tersebut dilakukan karena banyaknya peminat yang menginginkan saham PT Askrida. Kalau tidak dilakukan, maka akan ditawarkan kepada pemegang saham lain. Hal itu disebabkan perusahaan tersebut saat ini memiliki prospek bisnis sangat bagus dengan perolehan 51 persen deviden dari modal disetor.

Untuk PT Jamkrida, dilakukan untuk memenuhi ketentuan OJK tentang perbandingan modal perusahaan dengan penjaminan yang dilakukan atau Gearing Ratio. Hingga posisi Agustus 2017, Jamkrida sudah memberikan penjaminan kepada 13 ribu debitur yang sebagian besar didominasi oleh kredit sektor UMKM.

Sebelumnya, sejumlah fraksi seperti Gerindra, Nasdem, dan PDI Perjuangan mempertanyakan penambahan modal tersebut. Juru bicara Fraksi Gerindra, Supardi meminta agar dilakukan evaluasi manajemen pada BUMD tersebut. Karena penambahan modal akan sia-sia jika manajemen perusahaan tak bagus. (*)

© 2014 Padek.co