Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Lowongan Kerja Negara


Wartawan : Redaksi - Editor : Elsy - 13 September 2017 12:46:15 WIB    Dibaca : 101 kali

 

Akhirnya, moratorium atau penundaan penerimaan para pegawai negeri yang kini dikenal sebagai aparatur sipil negara (ASN) berakhir. Keran penerimaan pegawai pemerintah dibuka secara resmi. Tidak tanggung-tanggung pemerintah membuka lowongan penerimaan calon pegawai negeri sipil tahap kedua untuk 60 kementerian dan lembaga serta satu pemerintah provinsi yakni Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dengan total formasi yang disediakan sebanyak 17.928 orang. 

Walaupun di masing-masing pemerintah kabupaten dan kota masih dilakukan moratorium penerimaan PNS, namun dibukanya keran pegawai di kementerian dan lembaga serta satu provinsi ini disambut antusias para pencari kerja dengan memadati lokasi penerimaan dan lokasi tes. 

Indonesia adalah negara yang luas dengan penduduk terbesar keempat di dunia. Setiap tahunnya, sekolah menengah atas, kejuruan, akademi, lembaga pendidikan lainnya serta universitas menelurkan tamatan baru. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis laporan bahwa angkatan kerja di Indonesia 2017 tercatat sebanyak 131.55 juta orang atau naik 3,88 juta orang dibanding 2016. Dari jumlah tersebut, penduduk Indonesia yang bekerja pada Februari 2017 tercatat sebanyak 124,54 juta orang. Sementara jumlah pengangguran tercatat sebanyak 7,01 juta orang.

Untuk sektor lapangan kerja, selama setahun terakhir yang mengalami peningkatan presentase penduduk yang bekerja adalah jasa kemasyarakatan (0,42 persen), transportasi, pergudangan dan komunikasi (0,27 persen), pertanian (0,12 persen).  Lalu berapa persen orang yang membuat usaha atau menjadi entrepreneur? 

Walaupun diakui ada pertumbuhan, di mana ratio wirausaha Indonesia pada 2013/2014 lalu masih 1,67 persen, kini berdasasarkan  data BPS sudah naik menjadi 3,1 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah usaha menurut hasil sementara pendaftaran usaha Sensus Ekonomi (SE) 2016 sebanyak 26,7 juta wirausahawan non-pertanian atau naik sekitar 17,6 persen atau sekitar 4 juta orang dari hasil SE 2006 sebesar 22,7 juta wirausahawan. Menkop mengakui, ratio wirausaha sebesar 3,1 persen itu masih lebih rendah dibandingkan dengan negara lain seperti Malaysia 5 persen, Cina 10 persen, Singapura 7 persen, Jepang 11 persen maupun AS yang 12 persen.

Memang, pendidikan di negara kita kurang mengarahkan para lulusannya untuk menjadi seorang wirausaha. Sehingga tak heran jika para tamatan berlomba-lomba bersaing dalam memperoleh pekerjaan. Jumlah lapangan kerja sektor swasta yang tersedia sangat terbatas sementara tamatan sekolah atau pencari kerja tak pernah berkurang sehingga membuat pengangguran pun makin banyak. Yang mirisnya, para pengangguran tersebut adalah pengangguran terdidik dengan gelar sarjana. 

Dengan dibukanya kembali lowongan penerimaan PNS oleh pemerintah, maka secara otomatis maka akan mengurangkan jumlah pengangguran terdidik yang saat ini berjibun di negeri yang kaya raya gemah ripah loh jinawi ini. Miris juga jika kita melihat ada sektor pekerjaan, namun diisi oleh warga negara asing yang datang dari negera seberang. Mulai dari tenaga ahli hingga kuli diangkut mengerjakan sebuah proyek di tengah anak negeri yang menganggur dan terlihat pasrah menerima keadaan. Kita tentu tidak ingin hal ini terjadi lagi di masa yang akan datang. Semoga. (*)

© 2014 Padek.co