Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Satpol PP Diancam dengan Pisau


Wartawan : Heru Iriawan - Padang Ekspres - Editor : Elsy - 13 September 2017 12:38:09 WIB    Dibaca : 55 kali

 

Saat Melakukan Pantauan di Jalan Diponegoro

Dua anggota Satpol PP Kota Padang mendapat ancaman dari orang tak dikenal di depan Taman Budaya Sumbar, Jalan Diponegoro. Peristiwa tersebut terjadi Senin (11/9), sekitar pukul 23.45 saat petugas melakukan pemantaun di kawasan yang kerap dijadikan tempat transaksi maksiat tersebut.

Beruntung dua anggota penegak peraturan daerah (perda) bernama Fuzi dan Hendro bisa lari menyelamatkan diri. Sedangkan pelaku yang diduga berjumlah lima orang, dua di antaranya berhasil diamankan petugas Satpol PP Padang dan telah diserahkan ke pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut.

Kepada wartawan Fuzi menuturkan, kejadian itu berawal ketika dia bersama Hendro sedang menjalankan tugas untuk melakukan penyelidikan di sepanjang Jalan Diponegoro, menggunakan sepeda motor. Sebab, di lokasi tersebut transaksi pekerja seks komersial (PSK) menggunakan mobil pribadi diduga masih berlangsung.

Saat mengendarai motor, kata Fuzi, dia melewati Jalan Hayam Wuruk menuju Jalan Diponegoro. Saat berada di depan Taman Budaya, tiba-tiba sepeda motor yang dikendarainya disalip oleh sebuah mobil jenis Toyota Cayla. Seketika dia berhenti dan turun dari motor. Namun satu orang pria yang berada di dalam mobil turun.

Kemudian pria itu menggeluarkan sebilah pisau dan mengacungkan ke arahnya. Spontan dia bersama Hendro langsung kabur ke arah Jalan Bundo Kandung. Kemudian melaporkan peristiwa itu ke pimpinan.

Puluhan personel Satpol PP pun diturunkan ke lokasi kejadian dan mencari tahu siapa pelaku. Pencarian dibagi dua tim, salah satu tim yang menaiki sepeda motor melihat salah satu pria yang diduga terlibat dalam kasus itu dan mengejarnya.

Pria yang juga menggunakan sepeda motor itu, akhirnya menyerah setelah petugas memberhentikannya di kawasan Alanglaweh Selasa (12/9) sekitar pukul 00.20. Kemudian pria berinisial J itu langsung dibawa ke Mako Satpol PP Padang untuk penyelidikan lebih lanjut.

Setelah itu, petugas kembali melanjutkan pencarian ke arah Jalan Diponegoro. Pencarian membuahkan hasil. Petugas memergoki mobil yang dikendarai pria lain tengah melintasi Jalan Bundokandung, persis di depan Hotel Axana.

Dengan sigap, dua unit mobil Dalmas Satpol PP mencegatnya. Namun sangat disayangkan, mobil Toyota Cayla warna abu-abu tersebut berhasil lolos dari kepungan petugas dan beberapa petugas hampir ditabrak saat hendak memberhentikan mobil itu.

Tidak mau buruannya hilang, empat unit sepeda motor Satpol PP mengejar mobil itu. Tak lama kemudian, petugas berhasil memberhentikan mobil tersebut dan menangkap satu orang pria yang berada di dalam mobil berinisial R dan langsung digelandang ke Kantor Satpol PP Padang.

Pengakuan R kepada petugas di Mako Pol PP Padang dia melakukan itu atas suruhan dari J. Namun, keterangan tersebut dibantah oleh J, di mana dia tidak pernah menyuruh orang untuk melakukan pengancaman. “Saya tidak ada menyuruh orang, saya hanya ikut putar-putar saja pak,” ujarnya J kepada petugas.

Tapi pernyataan R tersebut diperkuat keterangan istrinya (pria berinisial R, red) yang juga berada di Kantor Satpol PP Padang. Dikatakannya, yang menyuruh suaminya melakukan itu adalah J, sehingga suaminya terpaksa ikut karena berteman baik dengan J.

“Saat itu, saya berada di dalam mobil dan saya diturunkan di jalan. Mancari anggota Satpol PP ini sudah direncanakan J dari Subuh kemarin (Senin, red) dengan membawa senjata ya,” ungkap istri R, yang mau menjadi saksi atas kasus ini.

Sementara Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP Padang Yadrison mengatakan, untung tidak ada luka serius yang dialami anggotanya, hanya luka lecet saat mengejar pelaku. Diduga, pelaku yang hendak menusuk anggota Satpol PP Padang berjumlah lima orang.

“Kedua pria ini akan diserahkan hari ini (kemarin,red) ke Polresta Padang, karena telah berupaya melawan anggota yang sedang menjalankan tugas menggunakan senjata tajam. Ini sudah masuk ranah tindak pidana,” jelasnya.

Yadrison menegaskan, tidak akan gentar menertibkan kawasan itu. “Saya bersama anggota komit memberantas maksiat di Padang,” tukasnya. (*)

© 2014 Padek.co