Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Walnag Guguksarai Dipolisikan


Wartawan : Yulicef Antony - Padang Ekspres - Editor : Elsy - 13 September 2017 12:28:27 WIB    Dibaca : 46 kali

 

Kasus Dugaan Penyelewengan ADD 2016-2017

Wali Nagari Guguksarai Kecamatan IX Koto Sei Lasi, Kabupaten Solok dilaporkan warga ke Polres Solok Kota, Kamis (7/9). Pelaporan terkait dugaan penyalahgunaan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2016 – 2017 yang dinilai tidak tepat sasaran. Dalam berbagai kegiatan pembangunan, wali nagari juga dianggap kurang demokrasi.

Di antara item program pembangunan yang dilaporkan warga bermasalah adalah terkait pembangunan 3 unit MCK (WC umum) di tiga jorong di Kenagarian Guguksarai. Sumber dana berasal dari  ADD tahun 2017 sebesar Rp 83.918.300. Di mana anggaran sebesar Rp 83.918.300 untuk pembangunan WC umum dianggap kurang wajar. Masing-masing WC umum memiliki ukuran sekitar 1,5 meter X 2 meter. Masyarakat menduga terjadi penggelembungan anggaran belanja.  

Ditambah dugaan mark up biaya buru hama tanaman senilai Rp 9.960.000. Indikasi penggelembungan biaya penyusunan produk hukum nagari (bidang pemberdayaan masyarakat) mencapai Rp 88.239.325, biaya penguatan fungsi randai (bidang kesenian) Rp 4.126.000, serta biaya pembentukan BUMNag Rp 500.000 yang ternyata hingga kini dilaporkan belum pernah direalisasikan. 
 
Yus,50, salah seorang perwakilan masyarakat Guguksarai yang ikut dalam rombongan pelapor ke Polres Solok Kota, Kamis (7/9) lalu menegaskan, saat melapor ke Unit Tipikor Polres Solok Kota juga dihadiri Kapolres, AKBP Doni Setiawan. “Perwakilan masyarakat melaporkan dugaan penyalahgunaan ADD tahun 2016 dan 2017 secara tertulis, lengkap dengan sejumlah dokumen dan file-file yang dibutuhkan,” katanya.

Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Guguksarai, Yolanda Mayura Dt.Marajo, mengaku mengetahui masyarakat melapor ke Polres Solok Kota minggu lalu. Kapolres Solok Kota AKBP Doni Setiawan mengatakan, laporan masyarakat Guguksarai, Kecamatan IX Koto Sei Lasi tersebut masih proses pengembangan. 

“Rencananya segera dilakukan pemanggilan saksi-saksi dugaan penyalahgunaan keuangan negara bersumber dari Alokasi Dana Desa tahun 2016-2017 itu. Dalam hal ini tentu kita tidak bisa gegabah, banyak hal harus dipelajari. Namun demikian kasus ini akan terus ditindaklanjuti hingga kelar,” imbuhnya.

Wali Nagari Guguksarai, Darwin, yang dikonfirmasi via telepon  menyikapi dingin laporan warga tersebut. Dia menyatakan tuduhan tidak benar. Ia menyebut, laporan itu karena adanya sekelompok orang yang tidak senang padanya. “Silakan saja, itu hak mereka.   Maaf ya, untuk dua-tiga hari ini mungkin saya agak sibuk, banyak urusan rapat.  Kalau ada kesempatan nanti saya hubungi lagi,” katanya singkat, kemarin. (*)

© 2014 Padek.co