Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Harga Ikan Naik, Pembeli Sepi


Wartawan : Almurfi Syofyan - Padang Ekspres - Editor : Elsy - 12 September 2017 13:20:46 WIB    Dibaca : 66 kali

 

Tak menentunya cuaca sepekan terakhir, membuat harga ikan segar di Pasar Raya merangkak naik. Naiknya harga ikan menyebabkan daya beli menurun, berimbas kepada menurunnya omzet pedagang ikan.

Seperti diungkapkan Nofriandi, pedagang ikan segar yang berjualan di Jalan Sandang Pangan, kemarin (11/9). Menurutnya, faktor cuaca dan bulan terang membuat tangkapan nelayan berkurang. “Harga ikan meningkat saat cuaca tidak menentu adalah wajar. Sudah seminggu harga ikan naik, tapi tidak terlalu signifikan,” sebut pria 40 tahun itu.

Dijelaskan, ikan taneman kecil seukuran dua jari telunjuk orang dewasa saat normal dijual Rp 10 ribu per delapan ekor. Sepekan terakhir dijual Rp 12 ribu per delapan ekornya. 

“Dengan harga segitu, penjualan menurun. Kalau cuaca normal bisa habis tiga baskom sehari. Seminggu ini habis satu baskom sehari sudah syukur,” katanya.

Pedagang ikan lainnya, Rozi Mandra juga mengeluhkan minimnya minat beli akhir-akhir ini. “Meski harga naik tak cukup signifikan, namun pembeli cukup berkurang. Ikan pinang-pinang kecil biasanya saya jual tujuh ekor Rp 10 ribu, sekarang saya jual delapan ekor Rp 15 ribu,” sebutnya.

Pedagang ikan lainnya, Robi Sugara menyebut, ikan gambolo aceh kecil per sembilan ekornya Rp 10 ribu, saat normal Rp 5 ribu per sembilan ekor. “Stok di gudang tidak ada karena ini ikan segar. Saya ambil langsung setiap pagi ke Gauang,” ujarnya.

Saat cuaca normal satu keranjang ikan gambolo aceh kecil dipatok Rp 1,3 juta. Namun, sepekan terakhir harganya naik menjadi Rp 1,7 juta per keranjang. “Ketika cuaca bagus, saya bisa menjual dua baskom ikan ini. Sepekan ini, hanya mampu menjual satu baskom per hari,” sambungnya.

Armiati 47, salah seorang pembeli berharap cuaca kembali membaik, sehingga harga ikan di pasaran tak mahal lagi. “Mungkin nelayan banyak tidak melaut, jadi stok ikan berkurang dan harganya jadi mahal,” sebut warga asal Andaleh itu.

Rozana, pembeli lainnya memilih mengurangi pembelian karena tingginya harga ikan. “Ya dikurangi, biasanya beli 20 ekor sekarang 10 ekor saja. Yang penting anak saya saja yang makan ikan, kalau orangtuanya bisa makan yang lain,” ulasnya. 

Nelayan Tetap Melaut

Di sisi lain, kondisi cuaca yang buruk beberapa hari terakhir tak mempengaruhi sejumlah nelayan di Pantai Purus. Pantauan Padang Ekspres, Minggu (10/9) siang di Pantai Purus, terlihat seorang nelayan menepi usai melaut sejak Subuh. “Yang terpenting itu, pintar dalam memprediksi cuaca,” sebut Ilham Dasril, 27.

Diakuinya, saat cuaca normal dirinya mampu menangkap ikan jenis sarai dan kerapu macan ukuran seluas telapak tangan orang dewasa hingga 2 baskom kecil sekali melaut. “Seminggu belakangan ini, memang menurun tapi tak terlalu drastis,“ ulasnya.

Ahmad, 42, nelayan lainnya menuturkan sudah tiga hari tidak melaut karena gelombang tinggi di perairan Kota Padang. “Di luar batu krib (pemecah gelombang) ombaknya sangat besar. Nah itu rintangan para nelayan saat ini. Ada juga yang nekat,” ujarnya.

Ahmad mengeluhkan tidak ada pemasukan selama berhenti melaut. Kegiatan yang dilakukannya adalah memperbaiki perahu maupun jaring. “Biasanya kalau lagi ramai dapat pemasukan sekitar Rp 300 ribu per hari. Untuk bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari, biasanya jual barang dan mengutang dulu,” tuturnya.

Nelayan lainnya, Budiman mengklaim hujan disertai badai justru membuat tangkapannya semakin bertambah meski kerap terkurung di pulau hingga berjam-jam. “Terkurung hujan dan badai saat melaut itu sudah lumrah bagi nelayan. Yang penting hasil melaut itu ada ikan yang didapat terjual dan orang di rumah pun senang,” sebutnya.

Penjual ikan di Pantai Purus, Febrian menyebut, harga ikan masih stabil pasca hujan disertai badai pekan kemarin. Namun, stok ikan segar di gudang berkurang. “Sejauh ini masih normal belum terlalu mengganggu. Kita tidak bisa juga menyalahkan siapa-siapa karena hujan dan badai ini kan gejala alam,” ulasnya. (*)

© 2014 Padek.co