Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Yusuf Mansur Jaringan Bisnisnya Digoyang


Wartawan : JPNN - Editor : Elsy - 12 September 2017 12:36:57 WIB    Dibaca : 16 kali

 

Belakangan ini produser, ustad yang juga seorang penulis, Yusuf Mansur ramai menjadi bahan perbincangan. Bukan karya dan dakwanya di bidang agama. Sebaliknya, jaringan bisnis akan pria kelahiran Jakarta, 19 Desember 1976 digoyang.

Pria yang memiliki nama asli Jam’an Nurkhatib Mansur itu diduga terlibat dalam dugaan penipuan berkedok investasi kondotel Moya Vidi. Kasus ini pun telah ditangani pihak kepolisian Polda Jatim. 

“Segala proses hukum yang menimpa ke beliau telah dijalani,” ujar Ina Rachman, kuasa hukum Ustad Yusuf Mansur di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (9/9).

Ina mengemukakan kasus kondotel Moya Vidi telah memasuki tahap proses penyidikan. Pria yang sempat terlibat dalam film dan sinetron Kun Fayakun telah pasang badan. “Kalau memang ada orang yang merasa dirugikan dan membawan nama pak ustad silahkan mengadu kepolisian,” ujar Ina Ranchman.

Kendati demikian, pimpinan dari pondok pesantren Daarul Quran Ketapang, Cipondoh, Cikarang Tangerang yakin tak bersalah. Dirinya optimis dengan kenaikan proses tersebut membuka permasalahan yang terjadi. 

“Justru dalam proses penyidikan yang dilakukan pihak kepolisian membawa titik terang, Apakah si pelapor ini benar melakukan laporan atau ada unsur pidananya atau tidak,” katanya. 

Ancam Lapor Balik

Jika tidak, Ina menegaskan Yusuf Mansur bakal melaporkan balik kasus tersebut. “Nah juga diwanti-wanti kalau memang tidak terbukti dari pihak ustad Yusuf Mansur sendiri pasti akan melaporkan balik,” paparnya. 

Dalam kasus kondotel Moya Vidi, Ina menilai ada yang bermain dan berusaha memancing suasana. Apalagi nilainya pun tak besar.  “Kalau kita lihat nominalnya sekitar Rp 2,7 juta, jadi kalau dipikir saat ini karena hanya membawa nama pak ustad, jadi kasus ini dibesar-besarkan,” katanya. Yang melaporkan pun hanya empat orang. “ Ada empat orang dengan jumlah yang sama,” tegasnya.  

Kenapa nggak dilunasi. “Memang (mau dilunasi) tapi sepertinya ada skenario, bukan diduga memang iya saya tidak bisa sebut nama, orang ini ada yang mengkoordinir para korban untuk melaporkan pak ustad,” tegasnya. 

Tak Ada Hubungannya dengan Paytren

Tak hanya itu, isu luar pun mulai memancing suasana di bisnis yusuf Mansur, salah satunya Paytren. Namun buru-buru Ina menegaskan kasus Polda Jatim tak ada hubunganya dengan Paytren “Paytren tidak ada kaitan sama sekali,” ucapnya.

Meski memiliki leader yang sama. Paytren murni usaha pak ustad dengan investor lainnya. “Paytren salah satu bisnis pak ustaz, ini benar-benar murni bisnis. Kalau yang di Jawa Timur itu pribadi pak ustaz,” lanjut Ina.

Seperti diketahui, Polda Jawa Timur meningkatkan status perkara dugaan penipuan investasi Condotel Moya Vidi dengan terlapor Jam’an Nur Chotib alias Ustaz Yusuf Mansur. Dari penyelidikan menjadi penyidikan. 

Investasi itu ditawarkan Yusuf Mansur ke jamaahnya di seluruh Indonesia termasuk di Surabaya pada 2012-2013. Setiap investasi Rp2,75 juta yang disetorkan, investor mendapatkan selembar sertifikat. (*)

 

© 2014 Padek.co