Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Menyambangi SDN 10 Pauh Lubuksikaping, Kabupaten Pasaman


Wartawan : Lumban Tori - Padang Ekspres - Editor : Elsy - 12 August 2017 11:54:56 WIB    Dibaca : 106 kali

 

Bikin Kompos dan Olah Sampah Plastik 

Menjaga lingkungan bersih dan sehat tak perlu dikomando. Semua murid punya inisiatif sendiri membudayakan hidup bersih dan sehat di sekolah. Pemandangan itulah yang terlihat di SDN 10 Pauh, Kecamatan Lubuksikaping, Kabupaten Pasaman. Hingga tak heran sekolah ini mendapatkan penghargaan Sekolah Adiwiyata Mandiri dari Kementerian Lingkungan Hidup  dan Kehutanan (KLH) tahun ini. Seperti apa?

Selasa (8/8) lalu, Padang Ekspres menyambangi SDN 10 Pauh Lubuksikaping. Pekarangan sekolah dipenuhi bunga dan tanaman  hydroponik. Para murid terlihat mengumpulkan sampah dedaunan dan menyimpannya dalam wadah khusus.  Ada juga yang tengah membuat kompos dan pupuk cair.

Kepala SDN 10 Pauh, Martini menuturkan, sekolah yang dipimpinnya baru saja mendapatkan penghargaan Sekolah Adiwiyata Mandiri atau sekolah peduli lingkungan dari KLH. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya saat peringatan Hari Lingkungan Hidup  tanggal 2 Agustus.

“Alhamdulillah SDN 10 Pauh Lubuksikaping kembali mendapat penghargaan Adiwiyata Mandiri tahun ini, “ ujar Martini kepada Padang Ekspres, kemarin. 

Keberhasilan ini bukan didapat seketika. Namun berkat perjuangan keras semua warga sekolah. Selain itu, juga tak terlepas dari  dukungan Pemerintah Kabupaten Pasaman khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH). SDN 10 Pauh sebelumnya telah meraih penghargaan Adiwiyata tingkat Kabupaten Pasaman tahun 2014. Kemudian Adiwiyata tingkat Provinsi tahun 2015, dan sekolah Adiwiyata tingkat Nasional tahun 2016.

“Dengan beberapa penghargaan itu, kami melakukan persiapan untuk penilaian sekolah Adiwiyata Mandiri. Alhmdulillah dengan perjuangan keras dan kekompakan dari para guru, siswa dan juga masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah,  kami berhasil meraih Adiwiyata Mandiri,” jelasnya.

Berbagai program dilakukan SDN 10 Pauh Lubuksikaping untuk meraih Adiwiyata Mandiri. Di antaranya melakukan persiapan fisik dan pembinaan terhadap 15 sekolah Adiwiyata di Pasaman. “Dari 15 sekolah yang kami bina tersebut, sudah ada yang berhasil meraih Adiwiyata di tingkat kabupaten, provinsi, dan juga nasional,” katanya.

Ada pun persiapan fisik yang telah dilakukan  SDN 10 Pauh adalah  membuat taman-taman dilanjutkan dengan pengisian beberapa aplikasi penilaian. “Salah satu di antara aplikasi itu yakni pembuatan taman sekolah yang melibatkan masyarakat sekitar sekolah,” katanya.

Pihaknya juga memberikan pembinaan kepada para murid untuk menjaga kebersihan lingkungan. Yang paling tinggi penilaiannya adalah murid diajarkan langsung pembuatan pupuk kompos dari sampah organik. Setelah itu, dikelola menjadi pupuk kompos dan pupuk organik cair. “Pihak sekolah mendampingi murid dalam pembuatan kompos cair dan kompos. Kompos tersebut dimanfaatkan untuk seluruh tanaman yang ada di lingkungan sekolah,” katanya.

SDN 10 Pauh Lubuksikaping juga sudah memiliki rumah Hydroponik yang dikelola langsung oleh siswanya. Rumah Hydroponik itu ditanami sayuran hijau dan tanaman hias lainnya. “Rumah Hydroponik beserta peralatan hydroponik tersebut merupakan kreasi para guru melibatkan dan memberikan pembinaan kepada anak didik,” katanya.

Pihaknya juga memberikan pembinaan kepada siswa untuk membuat keterampilan  dari sampah plastik. “Seperti keterampilan membuat boneka, hiasan bunga, alas meja dari bahan plastik dan asbak dari batok kelapa,” ucapnya.

Dalam pembinaan, pihak sekolah selalu memberikan pemahaman atau prinsip kepada siswa. Prinsip merupakan panggilan hati. Siswa diajarkan bekerja tuntas dan penuh integritas. Selain itu, siswa juga diajarkan prinsip  kerja adalah amanah. Pihak sekolah memberikan pemahaman pada siswa bahwa suatu pekerjaan harus dilakukan dengan rasa tanggung jawab.

Selain itu, kerja merupakan aktualisasi. Artinya, kerja itu harus penuh dengan semangat. Dan yang paling diutamakan untuk dipahami siswa adalah kerja itu ibadah, maksudnya jika siswa bekerja harus semata-mata ridho Allah SWT. “Namun, di balik semua prestasi itu, sebenarnya harus ada keunggulan yang harus ditonjolkan oleh sekolah dan harus ada inovasi baru yang harus dilaksanakan,” ungkap Martini.

Ia berharap, penghargaan ini, semakin memotivasi siswa dan warga sekolah untuk lebih mempertahankan budaya kebersihan di sekolah dan lebih peduli lagi dengan kebersihan sekolah. “Mempertahankan itu lebih sulit daripada mendapatkannya dan yang terpenting kebersihan sekolah tetap nomor satu,” kata Martini.

Wakil Kepala Kesiswaan SDN 10 Pauh Lubuksikaping, Yandri mengatakan, berkat kerja keras yang tinggi dan kekompakan bersama antara guru, siswa, dan juga dukungan masyarakat sekitar, SDN 10 Pauh Lubuksikaping kembali meraih Adiwiyata Mandiri 2017 dari KLH.

Menurut dia, penghargaan tertinggi itu diberikan kepada sekolah yang benar-benar mampu dan berhasil mendidik siswanya menjadi individu yang mencintai lingkungan hidup dan mampu menerapkan kebersihan di lingkungan sekolah dan pekarangan rumahnya.

“Sejauh ini, kami sudah sangat bangga dan merasa puas dengan penghargaan tertinggi itu. Mudah-mudahan sekolah-sekolah yang ada di Pasaman mampu mencontoh dan termotivasi untuk ikut dalam penilaan Adiwiyata hingga ke tingkat mandiri nanti,” katanya.

Kebersihan dan pemanfaatan lingkungan bukan saja pihak sekolah yang menerapkannya. Semuanya terlibat dan diterapkan para orang tua wali murid. “Sebab, kunci utama Adiwiyata itu adalah peran orang tua, baru sekolah dan murid,” ujar Yandri saat ditemui di ruangan kerjanya, Selasa (8/8).

Untuk menerapkannya, setiap Sabtu, pihak sekolah melakukan Sapu Bersih setiap Sabtu (Saber Sabtu). Kadang di hari itu orang tua murid yang  melihat kegiatan Sapu Bersih ikut mendampingi anak anaknya membersihkan lingkungan sekolah. (*) 

© 2014 Padek.co