Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Marcello Tahitoe alias Ello Terindikasi Pecandu Berat


Wartawan : JPNN - Editor : Elsy - 12 August 2017 11:38:59 WIB    Dibaca : 39 kali

 

Marcello Tahitoe alias Ello terseret kasus narkoba jenis ganja. Penyanyi itu rupanya telah ditetapkan sebagai tersangka sedari tanggal 7 Agustus, namun baru diumumkan kemarin (10/8). Sehingga ada keterlambatan selama tiga hari. Hal ini berbeda dengan kasus Tora Sudiro, yang paginya tertangkap, malamnya langsung diumumkan.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan menerangkan, pihaknya tak bermaksud menahan kasus itu. “Kasus narkoba yang pasti punya jaringan. Kalau pengguna berarti harus dikembangan ke penjual. Begitu juga kalau sudah dapat penjual mungkin ada di atasnya,” ucap dia di kantornya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (11/8).

Menurut dia, penyidik ketika itu masih ingin melakukan pengembangan sehingga mendapatkan pelaku yang mengedarkan. “Kami diberi waktu untuk lidik 6 hari. Bukan tidak mau ekspose, kalau perkara Tora Sudiro karena rekan-rekan sudah banyak tau akhirnya kami jelaskan,” tambah dia.

Pengeksposan semacam ini, lanjut dia, memang menyulitkan pengembangan kasus narkoba. Karena bandar atau pelaku lainnya akan kabur bila berita telah tersebar.

“Sebenarnya ingin dirilis kalau sudah dapat semua, tapi ternyata sudah banyak bertanya, ya nanti kami lakukan penyelidikan lagi,” tukas dia.

Selain menjerat Marcello Tahitoe sebagai tersangka kepemilikan ganja, penyidik mulai menyelidiki sejauh mana penyanyi yang disapa Ello itu bergantung terhadap ganja. Karena Ello terindikasi sebagai pecandu berat.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan menerangkan, kepolisian masih meneliti sejauh mana ketergantungan Ello. “Kami sudah ajukan kepada Badan Narkotika Nasional untuk dilakukan penelitian asessment medis kepada dia,” kata dia di kantornya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (11/8).

Saat ini, polisi masih belum mendapatkan kesimpulan apakah Ello pecandu atau bukan. “Nanti dari BNN akan menjadi dasar kami untuk memberikan pelaku dilakukan perawatan atau tidak. Sekarang masih pengkajian,” tambah dia.

Sebelumnya, penyelidikan terhadap Ello telah dilakukan sejak satu setengah bulan lalu. Lalu pada tanggal 7 Agustus dilakukan penggeledahan pada pukul 00.30.

Kemudian digeledah di kediaman Ello di Jalan Griya Kecapi, Jagakarsa. “Hasil geledah anggota didapati tiga orang yang diduga menggunakan narkoba. Tiga orang itu adalah MT, DMT dan RGG,” papar Iwan di kantornya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (11/8).

Ketika digeledah, ketiga pelaku ini kooperatif dan menyampaikan barang bukti berupa narkoba jenis ganja. Total ada dua paket ganja yang diserahkan kepada anggota saat geledah.

“Kami langsung lanjut proses lidik. Kasus ini terkait narkotika. Dari pemeriksaan, mereka jelaskan beli seharga Rp 200 ribu per paket,” tambah dia.

Para pelaku kata dia membeli narkoba dengan uang sendiri, pembeliannya juga dilakukan di salah satu universitas. “Mereka transaksi dekat universitas yang ada di Jakarta Selatan. Saat ini masih diselidiki,” lanjut dia.

Dari tiga pelaku, dua yang ditetapkan sebagai tersangka yakni MT dan DMT. Sementara RGG karena tak cukup bukti dia dilepaskan oleh penyidik. Dari pemeriksaan itu diketahui, Ello telah mengisap ganja semenjak masih kuliah. 

Motifnya juga kata Iwan sudah diketahui, kepada polisi Ello mengaku untuk bersenang-senang belaka. “Yang pasti kita tau orang menggunakan narkotika ganja untuk mereka kesenangannya,” kata dia di kantornya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (11/8).

Dia belum bisa memastikan, apakah dengan pengakuan Ello itu, dia bisa direhabilitasi atau tidak. “Karena barang bukti di bawah loma gram, kami coba untuk kirimkan tersangka dilakukan pengecakan secara medis,” tukas dia. (*) 

© 2014 Padek.co