Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Arsenal vs Leicester City: Sindrom Awal Musim


Wartawan : JPNN - Editor : Elsy - 11 August 2017 12:23:38 WIB    Dibaca : 77 kali

 

Bukan Leicester City yang harus ditakuti. Karena faktanya Leicester tidak pernah mampu mengalahkan Arsenal dalam 21 laga Premier League sejak November 1994. Bahkan di kandang sendiri, baik saat masih di Emirates atau di Highbury, Arsenal 10 laga tak terkalahkan melawan The Foxes, julukan Leicester. 

Namun ada yang perlu ditakuti di balik kunjungan ke-11 Leicester ke Emirates saat laga pembuka Premier League dini hari nanti WIB. Ya, itu sindrom awal musim yang kerap singgah ke The Gunners – julukan Arsenal. Nah dapatkah musim ini Per Mertesacker dkk memutus tren buruk awal musim ini? (Siaran Langsung RCTI/ beIN Sport 1 pukul 01.45 WIB)

Gelandang Theo Walcott pun sangat menginginkan tren bagus di Community Shield bisa berlanjut di Premier League musim ini. ”Saya merasa malam itu (Jumat malam waktu setempat, red) kami akan lebih baik,” koar Walcott, sebagaimana dilansir Daily Star. Menurut Walcott, di Community Shield timnya bermain nyaris sempurna. 

Meski Arsenal butuh waktu sampai adu penalti untuk menaklukkan Chelsea dengan skor 4-1 (1-1 waktu normal). ”Kami mampu menghentikan Chelsea dengan permainan mereka, kami melakukannya dengan baik,” lanjut Walcott. Faktanya, dua musim lalu Arsenal juga tidak dapat memenangi awal musimnya meski menang 1-0 atas Chelsea di Community Shield. 

Begitu kembali ke Premier League kala itu, Arsenal dipecundangi West Ham dengan dua gol tanpa balas di Emirates. Musim ini pun bukan tidak mungkin tren itu terus berlanjut. Situasi di Arsenal yang tidak full team bisa jadi kunci. Laurent Koscielny akumulasi, sedangkan Alexis Sanchez masih cedera otot perut.

Terlepas dari vitalnya peran Sanchez, ada atau tidaknya El Nino Maravilla itu tak pernah mampu menolong Arsenal langsung meledak di pekan pertama. Sanchez tidak pernah mencetak gol di laga pertama Premier League. Berbicara dalam situs resmi klub, nahkoda Arsenal Arsene Wenger menyebut sindrom laga pertama tidak 100 persen hanya dari hasil akhir. 

Menurutnya Arsenal sudah in sejak di awal musim. ”Ada keadaan khusus yang membuat kami seperti ini, terkadang itu terjadi setelah Piala Dunia atau Euro ketika pemain kami banyak yang belum siap memulai musim ini,” kilah Si Profesor, julukan Arsene Wenger. Kebetulan, musim ini baru diawali setelah Piala Konfederasi. 

Selain Sanchez, Arsenal juga diwakili Shkodran Mustafi yang juara bersama Jerman. ”Di sisi lain, kami pun juga selalu mendapatkan lawan yang berkualitas. West Ham, Liverpool, lalu musim ini dengan Leicester,” sebut Wenger. Hanya, dengan bekal 70 persentase kemenangan di pramusim, Wenger yakin dengan awal musim ini. 

”Kami punya kesempatan bagus menunjukkan bahwa kami sudah punya persiapan yang bagus, dan kami sudah siap untuk musim ini,” klaim Wenger. Di sisi lain, Leicester memainkan Riyad Mahrez sejak menit pertama. Itu seperti diungkapkan pelatihnya Craig Shakespeare pada konferensi persnya, Rabu petang waktu setempat (9/8). 

Meski, dia akui Mahrez dalam posisi ditawar Arsenal dalam bursa transfer musim panas ini. ”Dia sudah sangat fokus, dan tidak memberi saya masalah apapun yang memaksa saya agar menariknya keluar, dan berkata: Oi, tarik jari Anda keluar,” kata Shakes, begitu panggilan akrab Shakespeare, dikutip Daily Mail. 

Terakhir Arsenal mengajukan tawaran senilai GBP 35 juta (Rp 606 miliar) untuk Pemain Terbaik Premier League 2015-2016 versi PFA itu. Tidak sendiri, Arsenal bersaing dengan AS Roma yang menawarnya GBP 31,5 juta (Rp 545,4 miliar). 

Padahal, Mahrez merupakan sosok pemain sentral. Dua musim lalu, Leicester juara Premier League dengan Mahrez mencetak 17 gol plus 11 assist. Sebaliknya, begitu dia jeblok musim lalu dengan hanya enam gol dan tiga assist, Leicester terseok-seok. (*)

© 2014 Padek.co