Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Eksekusi Lahan Basko Gagal


Wartawan : Heru Iriawan - Padang Ekspres - Editor : Elsy - 07 December 2017 14:27:20 WIB    Dibaca : 50 kali

 

PN: Pihak BPN tak Hadir

Rencana eksekusi lahan milik PT KAI Divre II Sumbar di kawasan Basko Hotel, Airtawar gagal dilakukan kemarin pagi (6/12). Badan Pertanahan Nasional (BPN) Padang sebagai pihak penetral tidak hadir di lokasi. Padahal, ratusan personel dan dua alat berat telah diturunkan.

Pihak Pengadilan Negeri Klas I A Padang akan mengagendakan kembali jadwal eksekusi. Juru Sita PN Klas I A Padang, Hendri D mengatakan, eksekusi tetap bisa dilanjutkan, namun, menunggu perintah Ketua PN Padang. 

Kondisi kemarin, PN Padang memang tidak dapat berbuat apa-apa sebab menurut perintah pengadilan, dalam eksekusi, harus lengkap seluruh pihak terkait. ”Kalau tidak ada hal seperti itu, PN Padang berhak menangguhkan terlebih dahulu,” kata Hendri D. 

Hendri D mengaku pihaknya sudah meminta BPN Padang, diundang secara patut untuk menunjukkan objek gugatan dengan luas 2.116 meter persegi. ”Jadi untuk penetral, adalah pihak BPN Padang,” kata Hendri D. Dijelaskan lagi, dalam objek perkara yang akan dieksekusi itu, ditemukan sertifikat hak guna bangunan (SHGB) atas nama pihak ketiga.

Sebetulnya, pihak PN Padang telah menemukan objek perkara. Namun kewenangan untuk memastikan posisi objek perkara, hanya dapat dilakukan oleh pihak BPN Padang. ”Ini bukan kewenangan PN Padang,” katanya.

Pantauan Padang Ekspres, ratusan tim pengamanan dari pihak kepolisian Polresta Padang dibantu oleh TNI sudah bersiap-siap. Tidak itu saja, dua alat berat untuk menghancurkan bangunan pada lahan yang akan dieksekusi juga sudah distandbykan. Guna mengindari hal-hal yang tidak diinginkan, mobil penghalau masa pun ditempatkan di sekitar lokasi.

Rencana eksekusi tersebut melibatkan ratusan personel Polri dan TNI untuk pengamanan. ”Ada sekitar 600 personel kita kerahkan dari Polri dan TNI untuk pengamanan eksekusi lahan ini,” kata Kabag Ops Polresta Padang, Kompol Ediwarman.

Eksekusi yang urung dilakukan itu sempat membuat arus lalu lintas tersendat. Kendaraan mengular sekitar 500 meter. Mulai dari ruas jalan di simpang Batalyon 133 Padang hingga depan Basko Hotel dan Grand Mall.

Kuasa hukum PT KAI, Rusda Hastri mengatakan, dua utusan BPN, satu dari Kanwil (Kantor Wilayah) dan satu dari BPN Padang menghadiri apel bersama, jadi tidak hadir di lokasi eksekusi. ”Mereka (petugas BPN Padang) bilang, mereka menolak untuk melakukan pengukuran,” sebut Rusda.

Kuasa hukum dari pihak PT Basko Minang Plaza, Feri A Siregar menekankan, eksekusi hanya dapat dilakukan jika BPN telah mengukur objek perkara. ”Tugas mengeksekusi adalah kewenangan PN Padang, namun yang berhak mengukur, dan menentukan, wewenangnya pihak BPN,” katanya.

Eksekusi yang direncanakan kemarin didasarkan atas penetapan Ketua PN Padang tentang Pelaksanaan Putusan Perkara No: 12/Pdt.G/2012/PN.Pdg jo No: 44/Pdt/2013/PT Pdg jo MA RI Reg No 604 K/Pdt/2014. Selain penguasaan lahan, PT Basko Minang Plaza harus membayar uang sewa tanah sebesar Rp 25,6 juta kepada penggugat PT KAI Regional II Sumbar, karena tertunggak selama 8 tahun.

Terkait ketidakhadirannya, pihak BPN Padang belum dapat dimintakan konfirmasi hingga berita ini diturunkan. Kepala Kantor BPN Kota Padang, Zahirullah yang dua kali dihubungi melalui telepon genggamnya siang kemarin tak dapat terhubung. Begitu pun malamnya. Padang Ekspres pun mencoba mengirimkan pesan singkat, namun belum dibalas. (*)

© 2014 Padek.co