Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

6 Bulan Terban, Jalan Provinsi Dibiarkan


Wartawan : Tim Padang Ekspres - Editor : Elsy - 07 December 2017 13:37:01 WIB    Dibaca : 11 kali

 

Jalan Provinsi  di Korong Batumangaum, Nagari Kuranjihulu, Kecamatan Sungaigeringging, Kabupaten Padangpariaman menuju Lubukbasung, Kabupaten Agam terban sejak enam bulan lalu. Namun, hingga kini, tak kunjung diperbaiki. 

“Kondisinya sudah semakin parah. Tidak ada nampaknya tindakan pemerintah sampai sekarang memperbaikinya,” ujar Aadiat Makruf, 26, salah seorang warga Sungaigeringging, kepada Padang Ekspres, Rabu (6/12).

Menurut pria yang disapa Aad itu, kondisi badan jalan yang terban kian parah dan mengancam pengendara yang melewatinya. 
“Badan jalan yang terban semakin melebar. Parahnya, tanah di bagian bawah jalan terus terkikis,” ujarnya.

Padahal, jalan tersebut ramai dilalui masyarakat untuk menuju Lubukbasung Agam. Baik yang menggunakan kendaraan pribadi ataupun umum. “Untuk mengantisipasi berjatuhannya korban, rencananya di akhir tahun ini warga akan menutup jalan itu,” ungkapnya.

Apalagi, pada malam hari, jalan tersebut tidak memiliki penerangan, sehingga sangat membahayakan pengendara yang melewatinya. “Kami sangat bermohon kepada aparat terkait, ini sangat berbahaya. Tidakkah tersentuh hati mereka melihat kondisi ini,” cetusnya.

Hal senada  diungkapkan Dino Nilko Pratama, 24, warga Sungaigeringging lainnya. Menurutnya, tidak seharusnya jalan lintas provinsi dibiarkan dalam kondisi rawan. Sebab sangat banyak kendaraan yang akan melintasinya.  “Sudah lama rusak tidak direspons,” ujarnya.

Disebutkan Dino, apabila jatuh korban di jalan terban itu, itu artinya kesalahan pemerintah. Karena melakukan pembiaran.  ”Kalau tidak salah, sekitar dua bulan lalu sudah ada pasir (material, red) di sini. Namun pasir itu sudah hilang lagi,” ujarnya.

Nofrianto, 27, warga lainnya  juga mengatakan, sejak jalan itu terban, warga meletakkan potongan kayu sebagai tanda bagi pengendara yang melintas. Untuk melalui jalan itu, pengendara harus ekstra hati-hati agar tidak terjatuh. ”Kalau berselisih kan tidak bisa. Makanya ada pemuda yang memandu. Sehingga pengguna jalan bisa teratur ketika melewati jalan itu,” ujarnya.

Gilang, 23, warga lainnya mengatakan jalan penghubung tersebut sebelumnya juga pernah terban. “Mungkin perbaikan sebelumnya tidak bagus, makanya terban lagi,” katanya.

Terpisah, Rudi Yudistira, 29, warga Lubukbasung  juga mengatakan, terbannya badan jalan membuatnya kesulitan menuju Kota Pariaman. “Meski ada garis polisi dan rambu-rambu, malam kan gelap. Jadi tetap mempersulit warga untuk melintas,” katanya.

Hanya saja, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Padangpariaman, Budi Mulya mengatakan, jalan tersebut wewenang Pemerintah Provinsi Sumbar, dan pihak provinsi sudah mengetahui kondisinya. Namun, dia belum dapat memastikan kapan perbaikannya.

Kepala Seksi Pemeliharaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumbar  Susi Anas menyebutkan jalan tersebut belum bisa dikerjakan, karena harus minta persetujuan dari  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padangpariaman. Untuk sementara, pihak PUPR Sumbar hanya baru sebatas memasang terpal supaya tidak longsor terus. 

Kemudian memberikan police line agar pengguna jalan, tahu jalan sedang rusak. Dana yang bisa digunakan Dinas PUPR Sumbar hanya anggaran pemeliharaan. Sedangkan, tanah yang terban menimbun jalan tersebut harus ada persetujuan dari Pemkab Padangpariaman. “Menunggu persetujuan turun, diharapkan pengguna jalan berhati hati,” ucapnya. 

Namun Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Padangpariaman Amiruddin, yang dikonfirmasi terpisah menyebutkan, surat soal kondisi jalan itu sudah diserahkan pihaknya ke Dinas PUPR  Padangpariaman, Rabu (6/12) . “Surat itu, ditandatangani Pak Bupati  Selasa (5/12) malam. Jadi, kami sudah serahkan kepada Dinas PUPR Padangpariaman,” ucapnya.  

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumbar Fathol Bari menyebutkan, perbaikan jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Padangpariaman dan Agam jadi prioritas perbaikan pada tahun 2018. “ Jalan itu, jadi prioritas bagi kami untuk diperbaiki tahun depan,” tukasnya. (*)

© 2014 Padek.co