Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Belum Ada Tersangka Mi Kedaluwarsa


Wartawan : Rudi Effendi - Padang Ekspres - Editor : Elsy - 06 December 2017 14:44:26 WIB    Dibaca : 16 kali

 

Polda akan Panggil Pihak Terkait 

Meski menemukan mi kedaluwarsa yang dikemas kembali dan diduga akan diperdagangkan, jajaran Polda Sumbar belum menetapkan tersangka hingga kemarin (5/12). Pihak Polda mengaku baru akan memanggil sejumlah pihak dalam waktu dekat.

Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar, AKBP Yulmar Try Himawan mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut. ”Kami belum bisa memastikan siapa tersangkanya. Dalam waktu dekat, sejumlah pihak akan dipanggil,” kata AKBP Yulmar Try Himawan, kemarin.

Dalam mendalami kasus mi kedaluwarsa itu, ungkapnya, pihaknya berencana melakukan gelar perkara bersa
ma untuk menentukan siapa tersangkanya. Sebelum itu, saksi-saksi akan dipanggil terlebih dahulu.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BB POM) di Padang mengaku menemukan mi instan dengan kondisi rusak dan kedaluwarsa sebanyak 134 dus dan 385 bungkus. Di samping itu, penyidik juga menemukan 213 karung mi instan yang sudah dikemas ulang ke dalam karung dengan berat total mencapai 4,2 ton. Ditaksir, nilainya mencapai Rp 13,4 juta.

Kepala BB POM di Padang, Martin Suhendri mengungkapkan pihaknya terus melakukan pengembangan lanjutan dan bekoordinasi dengan Polda serta instansi terkait. Untuk mengantisipasi beredarnya mi tersebut di daerah-daerah terpencil seperti Mentawai, seluruh produk-produk mi instan diamankan. ”Begitu juga dengan indikasi-indikasi perusahaan lain melakukan hal serupa, maka kami akan terus melakukan pengawasan,” ujarnya kepada wartawan di Kantor BBPOM kemarin.

Menurut peraturan perundang-undangan yang ada, tegas Martin, telah dijelaskan setiap orang atau pelaku usaha dilarang membuka kemasan akhir pangan untuk dikemas kembali dan diperdagangkan. Kemudian, juga dilarang memproduksi dan memperdagangkan pangan yang dengan sengaja tidak memenuhi standar keamanan pangan, dilarang menghapus, mencabut, menutup, mengganti label, melabel kembali atau menukar tanggal bulan, dan tahun kedaluwarsa pangan yang diedarkan.

”Kepada masyarakat kami mengimbau agar waspada dan selalu memperhatikan kemasan, label, informasi, tanggal kedaluwarsa produk makanan yang beredar. Kami selalu berkomitmen untuk terus mengawasi dan menjamin keamanan setiap farmasi maupun pangan yang beredar di Sumatera Barat,” pungkasnya.

Terkait peredaran produk mi instan yang kedaluwarsa itu, sejumlah pemilik toko kelontong maupun toko P dan D mengaku, mi instan yang dijualnya tidak ada yang kedaluwarsa. ”Saya memang memasok mi instan dari PT PDR. Setiap mi instan yang dipasok ke sini, saya selalu mengecek tanggal kedaluwarsa,” ujar Surya, 32, pemilik toko kelontong di Kelurahan Purus, Kecamatan Padang Barat.

Senada diungkapkan Surika Yanti, 37, pedagang P dan D di Pasar Nanggalo. ”Setiap mi instan yang saya pasok dari PT PDR, saya cek semua baik kemasan maupun tanggal kedaluwarsanya. Sampai sejauh ini, tidak ada produk yang bermasalah saya temui,” terangnya.

Sebelumnya, gudang penimbunan mi instan kedaluwarsa digerebek aparat kepolisian dari Polda Sumbar bersama BB POM di Padang. Petugas menemukan mi instan kedaluwarsa disimpan di gudang itu. Selain di Padang, mi tersebut diduga bakal diedarkan kembali ke sejumlah daerah di Sumbar.

Saat digeledah, karung-karung berisi mi instan berjejer di gudang PT Padang Distribusindo Raya (PDR) yang terletak di Jalan Raya Padang Bypass Km 9 Ampalu, Kecamatan Lubukbegalung (Lubeg). Mi ditumpuk di dalam gudang. Bahkan, ada beberapa karung di antaranya siap untuk diedarkan. Selain itu, ada ratusan bungkus mi instan yang tidak ada tanggal kedaluwarsanya. (*)

© 2014 Padek.co