Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Liverpool vs Spartak Moscow: Anggap seperti Final


Wartawan : JPNN - Editor : Elsy - 06 December 2017 14:07:56 WIB    Dibaca : 8 kali

 

Tinggal satu poin lagi bagi Liverpool mengakhiri delapan musim penantiannya melangkah lebih dari fase grup Liga Champions. Begitu pula Juergen Klopp yang bisa kembali ke fase knockout Liga Champions seperti capaiannya dalam tiga musim terakhirnya di Borussia Dortmund. 

Tapi, mudahkah satu poin dari satu laga itu? Jordan Henderson dan kawan-kawan akan mengejarnya di Anfield, Liverpool, ketika menjamu Spartak Moscow dalam matchday pemungkas Grup E, dini hari nanti WIB (siaran langsung beIN Sports 1 pukul 02.45). “Ini seperti final,” kata kiper Liverpool Loris Karius, dikutip Liverpool Echo. 

“Bukan hanya bagi kami, begitu pula bagi Spartak,” tambah kiper berkebangsaan Jerman itu. Ya satu dari dua tiket lolos ke 16 Besar dari Grup E ditentukan dari pertandingan ini. Antara The Reds yang mengakhiri penantian delapan musimnya. Atau Spartak yang bisa kembali lolos dari fase grup sejak 1995-1996. 

Dua klub sama-sama punya peluang. Apalagi, secara head to head di pertemuan pertama di Moscow, 27 September, kedua klub berbagi 1-1. “Kami bisa menang maka kami akan berada di puncak. Kami hanya perlu fokus dalam sesuatu yang positif. Selalu ada tekanan namun kami  tak perlu gugup untuk itu,” tutur Karius. 

Faktanya, meski Krasno-Belye hanya mengemas satu poin dari dua kali lawatannya pada fase grup Liga Champions musim ini, ketika kalah atas Sevilla pun Denis Glushakov dan kawan-kawan selalu mampu mencetak gol ke gawang lawan. Kunci bagi The Reds apabila tidak ingin kans lolosnya ke 16 Besar melayang. 

Jangan kebobolan terlebih dahulu. Karena dari empat kali tertahan dalam semua ajang di Anfield, dua di antaranya Liverpool kecolongan gol terlebih dahulu. “Bedanya kami sedang ada di momentum terbaik,” klaim kapten Henderson dalam situs resmi klub. Hendo mengatakannya setelah Liverpool menang 5-1 atas Brighton and Hove Albion, 2 Desember lalu. 

Situasi yang dihadapi Liverpool ini mirip dengan edisi 2002-2003, kegagalan pertama di fase grup Liga Champions. Bedanya, kala itu Liverpool dalam situasi harus mengalahkan Basel pada laga terakhir fase grup. Nyatanya, Liverpool tertahan 3-3 dan gagal. Pengalaman Klopp di Liga Champions pun juga pernah menempatkannya dalam tekanan di laga terakhir fase grup. 

Tepatnya saat menjalani Liga Champions ketiganya bersama Dortmund. Bahkan, musim 2013-2014 Dortmund-nya Klopp harus hitung-hitungan agregat gol dengan Arsenal dan Napoli setelah sama-sama mengemas poin sama, 12. Dortmund saat itu lolos dengan keunggulan head to head agregat gol. 

Karena itulah Klopp dalam konferensi persnya di Melwood tadi malam WIB mengklaim bahwa tak ada kata seri dalam laga kandang Liverpool kali ini. “Akan terdengar sangat keren di laga sekrusial ini kami mampu memenanginya. Meski banyak orang yang menganggap peluang kami lebih terbuka, kenyataannya bukan seperti itu. Spartak pasti juga berkata demikian (dapat memenangi laga di Anfield untuk kali pertama),” tutur Kloppo, panggilan akrab Klopp, dilansir This Is Anfield. (*)

© 2014 Padek.co