Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Italia vs Swedia: Segala Cara Menuju Rusia


Wartawan : JPNN - Editor : Elsy - 13 November 2017 12:51:36 WIB    Dibaca : 5 kali

 

Italia dilanda kepanikan. Buat pertama kalinya sejak Piala Dunia 1958 atau 59 tahun yang lalu, Azzurri terancam absen di pesta sepak bola terbesar tersebut. Defisit satu gol versus Swedia di ajang playoff Piala Dunia ini membuat Italia harus menang dengan minimal dua gol di pertemuan kedua. 

Dini hari nanti (14/11) di Stadion San Siro, Italia menjalani pertandingan hidup matinya lawan Swedia. Dengan status juara dunia empat kali, gagal lolos berarti aib besar buat Gianluigi Buffon dan kawan-kawan. 

Menuju pertemuan kedua ini, semua media menyuarakan kalau allenatore Gian Piero Ventura wajib merombak skema permainannya. Formasi 3-5-2 yang ditampilkan Italia ketika menghadapi Swedia di Friends Arena Minggu (12/11) lalu dikritik bukanlah formasi yang pas. 

Formasi 4-4-2 atau 4-2-3-1 diprediksi akan kembali dipakai Ventura dini hari nanti (14/11). Di antara 15 pertandingan Ventura bersama Italia 4-4-2 yang bisa  dimodifikasi menjadi 4-2-4 memang lebih pas dengan pelatih 69 tahun tersebut. 

Skema 4-4-2 menjadi andalan Ventura dalam tujuh pertandingan dengan enam kali kemenangan. Satu-satunya kekalahan dengan formasi itu ketika takluk 0-3 oleh Spanyol (2/9) di ajang kualifikasi. 

Nah, salah satu yang paling disorot ketika Italia kalah 0-1 di tangan Swedia adalah macetnya kreativitas lini depan tim. Dari catatan ESPN Ciro Immobile, Andrea Belotti, dan striker pengganti Eder masing-masing hanya menghasilkan satu tembakan. 

Media-media Italia juga mempertanyakan keputusan Ventura untuk membangku cadangkan winger lincah Lorenzo Insigne. Pemain Napoli tersebut hanya bermain 14 menit menggantikan Marco Verratti. Pada pertemuan kedua ini, Verratti absen karena terkena akumulasi kartu kuning. 

Bisakah Insigne mengemban tugas tersebut ? ”Talenta Neapolitan ini adalah satu dari sedikit pemain yang bisa mengubah kondisi dari nothing menjadi sesuatu yang lebih superior,” tulis La Gazzetta dello Sport kemarin (12/11).

Insigne memang salah satu pilar penting Napoli sejauh ini menjadi capolista Serie A. Di Serie A dan Liga Champions, pemain 26 tahun itu menyumbang lima gol dan empat assist. Kerja samanya dengan Dries Mertens dan Jose Callejon adalah trisula lini depan paling yahud di Serie A sejauh ini. 

Menurut bek Italia Andrea Barzagli kepada Sky Sport Italia kemarin (12/11) skuatnya dalam keadaan tertekan jelang pertemuan kedua di Milan. Swedia yang sudah unggul satu gol, jelas akan bermain defensif alias menumpuk bus di lini pertahanan. 

”Kami dipermalukan pada pertemuan pertama dan inilah konsekuensi yang harus dihadapi. Hasil pertandingan bisa dijungkirbalikkan dengan determinasi dan dukungan dari seluruh penonyon di San Siro,” tutur bek berusia 36 tahun tersebut. 

Di sisi lain, pelatih Swedia Janne Andersson kepada Aftonbladet kemarin mengatakan timnya tak peduli kalau dikatakan bakal bertahan total. Toh, selangkah lagi Blaugult akan pergi ke Rusia.

”Sebelum memasuki pertandingan kali ini di San Siro, saya katakan kepada semua pemain pikirkan laga ini adalah yang terakhir kali kamu lakukan sepanjang hidupmu,” ucap Andersson. (*)

© 2014 Padek.co