Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Teluk Tapang Terkoneksi ke Tol Laut


Wartawan : Tim Padang Ekspres - Editor : Elsy - 13 October 2017 10:38:34 WIB    Dibaca : 17 kali

 

Masih Terkendala Lahan dan Jembatan

Pelabuhan Teluk Tapang di Kabupaten Pasaman Barat bakal terkoneksi dengan tol laut yang digagas pemerintah. Pelabuhan tol laut ini akan terhubung dengan pelabuhan Sibolga di Sumatera Utara. Artinya. pelabuhan Teluk Tapang akan membuka akses ekspor Sumbar ke India, Australia dan Arab Saudi.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit kepadaPadang Ekspres, di Rumah Bagonjong, kemarin.  “Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Telukbayur telah mendesak kami untuk segera mengoperasikan pelabuhan Teluk Tapang,“ujar Nasrul Abit.

Hanya saja, sebut Wagub, pengoperasian pelabuhan Teluk Tapang terkendala persoalaan lahan dan jembatan. Masih ada 6 jembatan yang belum tuntas.  Jika infrastruktur ini tak segera disiapkan maka pengoperasian pelabuhan Teluk Tapang akan terus terganjal. Padagal, ,  jalan yang melewati Teluk Tapang sudah ditingkatkan  dari jalan kabupaten menjadi jalan provinsi. 

’’Tol laut ini kan  juga program dari presiden Jokowi. Oleh sebab itu, mulai tahun depan infrastruktur berupa jalan dan jembatan menuju pelabuhan teluk tapang tersebut, diupayakan untuk segera dimulai,” ujar Nasrul Abit.

Jika pelabuhan Teluk Tapang ini sudah selesai nantinya, maka berbagai potensi alam seperti bijih besi yang ada di bagian utara Sumbar dan bagian selatan Sumut, akan memudahkan investor untuk mengirimnya ke berbagai negara. Antara lain, ke Australia, India, Arab Saudi dan berbagai negara lainnya.

“Kalau investor mengirim bijih besi dari pelabuhan Teluk Bayur, maka biaya yang dikeluarkan lebih mahal lagi. Begitu juga dengan pengiriman CPO, tidak mesti melalui Pelabuhan Teluk Bayur lagi, ’’ jelasnya.

Meskipun begitu, kata Nasrul Abit, peran Pelabuhan Teluk Bayur akan tetap maksimal. Karena potensi alam Sumbar bagian selatan, barat, timur tetap akan dikirim lewat pelabuhan tersebut.

”Kedua Pelabuhan ini (pelabuhan Teluk Tapang dan Teluk Bayur, red) akan saling bersinergi dalam menjalankan perannya masing-masing,’’ terangnya.

Ia menambahkan, saat ini memang belum ada koordinasi dengan Kementrian Perhubungan terkait dengan rencana tol laut ini. Namun, Gubernur telah menyampaikannya dalam rapat terbatas beberapa waktu lalu.

“Rencananya, Gubernur akan membahas lebih lanjut mengenai hal-hal yang berhubungan dengan tol laut dengan sejumlah pihak dalam waktu dekat ini, ’’ ungkapnya. 

Kepala SOP Pelabuhan Teluk Bayur, Kolonel Laut Yus K Usmany menilai dengan adanya tol laut melalui Pelabuhan Teluk Tapang akan menghemat ongkos yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam mengirim sejumlah komoditi. Seperti CPO, bijih besi dan sejumlah hasil alam lainnya. Hal tersebut akan dirasakan langsung dampaknya bagi perusahaan yang terletak bagian utara Sumbar dan bagian selatan Sumut.

’’Untuk rute tol laut dari Pelabuhan Teluk Tapang itu sebagaimana dibahas dalam rapat dengan wagub tadi siang, direncanakan potensi bijih besi yang ada di  bagian utara Sumbar dan bagian selatan Sumut langsung dikirim ke PT Krakatau Steel. Sedangkan untuk rute-rute lain, masih dalam pembahasan dan kajian, ’’ ucapnya.  

 Terpisah Bupati Pasaman Barat Syahiran menyebutkan, terkait pelabuhan Teluk Tapang, Pemkab Pasbar masih terkendala dana untuk pembangunan jalan dan jembatan menuju Pelabuhan Teluk Tapang, Nagari Airbangis, Kecamatan Sungaiberemas. Akibatnya pelabuhan itu sekarang masih terbengkalai dan belum beroperasi.

Kalau mengandalkan dana APBD Pasbar, tentu tidak sanggup. Karena pembangunan yang lebih prioritas masih banyak yang akan dibangun, untuk dinikmati masyarakat. Kemudian, mengenai pembangunan pelabuhan itu, sudah masuk agenda nasional. Harapan ke depan, tentu di 2018 mendatang sudah ada lanjutan pembangunan pelabuhan tersebut.

Agar tuntas jalan dan jembatan menuju Pelabuhan Teluk Tapang itu, dibutuh dana Rp368 miliar lagi. Sedangkan jarak yang belum diaspal masih ada sekitar 33,9 km lagi. Pemda Pasbar belum ada anggaran sebanyak Rp368 miliar untuk menuntaskan proyek tersebut. Terkait proposal pembangunan itu sudah diserahkan ke pemerintah pusat. Namun, sampai saat ini belum ada realisasi dari pemerintah pusat.

Kemudian, uji sandar juga telah dilakukan  dan ini merupakan bentuk komitmen Pemprov Sumut bersama Pemkab Pasbar dalam upaya percepatan operasional pelabuhan Teluk Tapang. Pelabuhan itu akan menjadi pilar perhubungan laut di Pasbar. Uji sandar perdana telah dilakukan pada bulan Maret lalu. 

Pelabuhan Teluk Tapang tentunya bisa membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. Pelabuhan itu, mulai dibangun sejak 2007. Ketika itu, dirinya menjadi bupati pertama. Pelabuhan ini akan diupayakan selesai dan tuntas untuk memperlancar tranpsortasi laut.

“Kami juga ingin pelabuhan Teluk Tapang itu segera beroperasi. Untuk itu, saya juga minta dukungan semua pihak. Termasuk ninik mamak dan masyarakat setempat,” kata Syahiran.

Kondisi saat ini, memang jalan sepanjang 33,9 kilometer menuju pelabuhan belum diaspal hotmix. Artinya jalan itu masih dalam kondisi tanah dan ada beberapa jembatan yang harus dibangun.

“Hingga saat ini, APBD Pasbar yang sudah terealisasi untuk pembangunan jalan sudah mencapai sekitar Rp27 miliar. Lalu ditambah dari APBD Sumbar sekitar Rp26 miliar,” ujarnya.

Selain itu, untuk menunjang pembangunan pelabuhan itu, sudah ada kesediaan PT. Gamindra untuk berpartisipasi membangun jalan sepanjang 9 km. Tentu hal ini nanti secara langsung akan berpengaruh pada perbaikan taraf ekonomi masyarakat setempat.

Terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pemkab Pasbar, Jon Hendri mengatakan secara teknis bangunan Pelabuhan Teluk Tapang sudah layak untuk beroperasi. Saat ini, memang diakui sebagian jalan belum rampung diaspal. Pihaknya juga telah aktif berkoordinasi dengan Pemprov Sumbar dan instansi terkait untuk menganggarkan  jalan yang belum tuntas tersebut.

Banyak manfaat yang bisa diambil jika pelabuhan itu bisa beroperasi. Pertama, akan memperpendek jarak tempuh menuju Pelabuhan Teluk Bayur sekitar 140 kilometer dan irit biaya operasional. Lalu, bisa mempermudah masyarakat membawa hasil perkebunan, pertanian dan hasil bumi lainnya keluar kota. Apalagi saat ini, Pasbar memiliki potensi bidang perkebunan kelapa sawit dengan luas tanam 101.402 hektare yang berproduksi 330.881 ton per tahun.

Selain itu juga ada potensi jagung seluas 45.523 hektare dengan produksi 4,6 ton per hektar. Belum lagi potensi tambang seperti emas, biji besi, mangan, dan lainnya.

“Selain memperpendek waktu transportasi, pelabuhan itu juga bisa membawa keberuntungan dari segi ekonomi buat masyarakat yang lebih sejahtera,” kata Jon. (*)

© 2014 Padek.co