Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Dua Jamaah Suspect MERS, 1 Meninggal


Wartawan : Tim Padang Ekspres - Editor : Elsy - 12 September 2017 13:03:59 WIB    Dibaca : 21 kali

 

Alami Demam Tinggi dan Sesak Nafas saat Mendarat 

Satu jamaah haji Embakasi Padang yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) III asal Bengkulu meninggal dunia di RSUP  Dr M Djamil Padang, Minggu (10/9) sekitar pukul 21.30. Jamaah tersebut meninggal karena mengalami demam tinggi dan sesak nafas, sesaat sesampainya di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Minggu pagi.

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, jamaah haji tersebut diketahui bernama Romnah Mad Said, 65, no manifest 309, alamat Tumbuk, Bengkulu Tengah. Rencananya, jenazah almarhumah akan diterbangkan ke Bengkulu bersama dengan rombongan kloter 4 yang akan mendarat di BIM, Senin (11/9) sekitar pukul 18.25.

“Ya, salah satu jamaah kloter tiga meninggal tadi malam (Minggu). Jamaah tersebut dirujuk  dengan ambulans ke klinik embarkasi. Namun karena kondisinya memburuk,  jamaah tersebut dirujuk petugas ke RSUP Dr M. Djamil sesaat setelah mendarat di BIM, Minggu ( 10/9) sekitar pukul 06.30,” ucap Plt Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Padang, Syamsuir Ilyas kepada Padang Ekspres, Senin (11/9).

Pihaknya mendapatkan informasi, jamaah yang dirujuk itu meninggal pada Minggu malam. Jenazah jamaah itu rencananya akan diterbangkan bersama rombongan kloter empat yang juga berasal dari Bengkulu. “Saat ini jenazah masih di RSUP,” tukasnya.

Ditambahkan Syamsuir Ilyas, secara keseluruhan kondisi jamaah dalam kondisi baik, walaupun ada mengalami batuk, flu dan kelelahan. “Jamaah haji kloter tiga asal Bengkulu berangkat ke tanah suci berjumlah 390 orang. Satu di antaranya wafat di tanah suci (Makkah) atas nama Nurma Waty Syahbudin umur 61 tahun asal Bengkulu  Tengah. Dua jamaah tanazul (pindah) dari kloter 17 ke kloter tiga,” ungkapnya. 

Sementara dua orang menunda kepulangannya, satu kehilangan paspor dan satu lagi masih dirawat di RS Jeddah. Jumlah jamaah haji kloter III yang pulang ke tanah air sebanyak  389 orang.

Sesuai jadwal, kloter empat Embarkasi Padang akan mendarat di BIM, Senin (11/9) sekitar pukul 18.25.  Nantinya jamaah asal Bengkulu  akan terbang ke Bengkulu sekitar pukul 23.15. 

Sementara , informasi dari Tim Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Padang Dresnita menyebutkan, kondisi Romnah Mad Said sesaat pendaratan di BIM dalam kondisi lemah. Pihaknya membawa ke poliklinik. Namun karena kondisinya menurun, sehingga dirujuk ke RSUP untuk perawatan lebih lanjut. “Romnah dirujuk  sekitar pukul 09.20 dengan diagnosa demam tinggi,” jelasnya. 

Diduga Derita MERS

Terpisah, dokter Spesialis Paru RSUP M Djamil Padang, Russilawati, selaku dokter yang menangani pasien menyebutkan ada dua jamaah embarkasi Padang diduga suspek Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-COV). Satu di antaranya meninggal dunia. Jamaah haji yang meninggal dunia tersebut disebabkan sepsis (suatu keadaan di mana tubuh bereaksi hebat terhadap bakteria atau mikroorganisme lain) dan gagal nafas. Sedangkan satu jamaah lagi dalam perawatan dan pengawasan di ruang isolasi.

Kedua pasien ini menunjukkan ciri-ciri terindikasi oleh MERS. Ditandai gejala pernafasan seperti batuk, sesak nafas, disertai demam. Sehingga, pihaknya langsung mengambil sampel dari swap hidung dan tenggorokan. 

“Sampel sudah kami kirim ke laboratorium di Jakarta untuk di periksa dengan Polymerase Chain Reaction. Tujuannya mendeteksi genetik virus pada sampel tersebut. Perkiraannya,  hasil labor akan keluar paling lama seminggu,” ungkapnya. 

Terkait pasien meninggal, berinisial R tidak cukup 24 jam dirawat. Sesampainya di RSUP langsung di bawa ke ruang isolasi.  ”Tak berapa lama pasien mengalami gagal pernafasan, hipotensi  (keadaan ketika tekanan darah di dalam arteri lebih rendah dibandingkan normal) dan  kemungkinan lainnya adalah sepsis,” ujarnya. 

Rusilawati menjelaskan MERS merupakan  penyakit virus pernapasan yang pertama kali dilaporkan terjadi di Arab Saudi. Hal ini disebabkan Coronavirus yang disebut MERS-COV. “Pada penyakit ini terjadi peradangan yang luas  yang menyebabkan gagal nafas. Selain itu, virus MERS terdapat pada hewan,  yaitu unta dan ditularkan dari hewan ke manusia,” paparnya.

Sedangkan pasien A yang masih dalam pengawasan dan observasi,  saat ini sedang proses pemantauan dan setiap waktu diambil darah,  untuk uji berkala. Pasien A mengalami kelelahan yang berkepanjangannya disertai demam,  sehingga harus dirujuk ke RSUP. 

Anak pasien A, Wilda, menyebutkan orang tuanya sepulang haji sudah lemas,  karena berada di pesawat terlalu lama. Sesampai di Padang, kondisinya memburuk, dan sempat dibawa ke dokter di daerah Bukittinggi dan Agam. 

“Awal berangkat haji, ibu sudah lemas. Sehingga saat pulang  hari Jumat, kondisinya sudah demam. Saya bawa ke rumah sakit di Bukittinggi,  kata dokter harus dirujuk ke RSUP, lantaran kekurangan cairan,” ucapnya.

Pada hari Sabtu, atau saat setibanya di RSUP, ia menceritakan kalau ibunya baru pulang haji. Saat itu, juga langsung di bawa ke ruang isolasi. (*) 

© 2014 Padek.co