Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Tawuran, Enam Remaja Ditangkap


Wartawan : Heru Iriawan - Padang Ekspres - Editor : Elsy - 17 July 2017 11:51:02 WIB    Dibaca : 135 kali

 

Dilepas lagi setelah Buat Surat Perjanjian

Lama tak terdengar, tawuran kembali terjadi di Padang, tepatnya di Simpang Bypass Pisang, Minggu dini hari (16/7). Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Padang menangkap enam orang remaja yang diduga terlibat dalam kejadian itu. Para remaja tersebut ditertibkan petugas sekitar pukul 02.00. Jejak tawuran itu sendiri terlihat dari berserakkannya batu-batu sebesar bola kasti di jalan Bypass itu. 

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, pada hari itu, Satpol PP Padang menggelar razia rutin. Razia kali ini difokuskan untuk pencegahan aksi tawuran. Pantauan dilakukan di sejumlah titik-titik yang kerap dijadikan ajang cakak banyak bagi remaja. 

Awalnya, patroli dilakukan di kawasan Simpang Haru, persisnya di tugu Padang Area. Di sana petugas tidak mendapati aksi tawuran. Razia dilanjutkan ke arah Kototangah kemudian ke Kuranji. Hasilnya pun nihil. 

Setelah dari kuranji, pasukan penegak perda rencananya mengarah ke kawasan Simpang Lubukbegalung. Hanya saja, sebelum sampai di sana, di Simpang Pisang, Kecamatan Pauh, petugas bertemu dengan puluhan pelaku tawuran. Mereka tunggang langgan begitu melihat kedatangan mobil patroli Satpol PP Padang. 

Kejar-kejaran pun terjadi. Ada yang lari ke arah sawah dan ada juga yang lari arah ke rumah penduduk. Dari puluhan remaja tawuran itu enam di antaranya berhasil ditangkap dan langsung digelandang ke markas komando (Mako) Satpol PP Kota Padang untuk didata dan dipanggil orang tuanya. 

Kepala Satpol PP Padang, Dian Fakhri mengatakan, setiap malam minggu petugasnya akan terus rutin dalam melakukan patroli wilayah. Bukan hanya sekadar patroli saja, namun mereka juga akan membubarkan setiap remaja-remaja yang berkumpul sampai Subuh.

“Dalam tawuran itu sejumlah senjata berhasil diamankan dari sejumlah pelaku tawuran, seperti besi pipa. Kami akan terus komit untuk menghilang aksi tawuran ini. Apalagi ada geng-geng yang membawa senjata,” bebernya.

Untuk yang ditangkap dalam tawuran, dipanggil orang tua mereka. Yang tidak mempunyai orang tua akan dikirim ke Dinas Sosial Kota Padang untuk diberikan pembinaan. 

Dian mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar terus kompak dalam mengantisipasi tawuran antar kelompok remaja yang kembali terjadi. “Keenamnya sudah dijemput orang tuanya. Orang tua dan pelaku tawuran membuat surat perjanjian,” tukasnya. (*)

© 2014 Padek.co