Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Dua Pelayan Kafe Diduga PSK


Wartawan : Oktria Tirta - Padang Ekspres - Editor : Elsy - 17 July 2017 11:26:37 WIB    Dibaca : 86 kali

 

Pol PP Kota Solok Temukan 11 Kafe Ilegal

Sebanyak 13 pelayan kafe terjaring razia gabungan dilakukan Satpol PP, TNI, polisi militer (PM) dan jajaran kepolisian Polres Solok Kota, Sabtu (15/7) sekitar pukul 23.45. Dua dari 13 pelayan kafe yang diamankan saat razia tersebut diduga sebagai pekerja seks komersial (PSK).

“Kami banyak menerima laporan masyarakat, adanya pemandu karaoke yang plus-plus berkeliaran di jalan  saat warga akan melaksanakan shalat  Subuh. Makanya, kami lakukan razia ini,” kata Kasi Operasional Satpol PP Solok, Fera Zuana, kepada Padang Ekspres, kemarin.

Razia ini menindaklanjuti amanah Perda  No 8/2016 tentang Penyakit Masyarakat. Perda Pekat ini disahkan 19 Desember 2016. Pihaknya sudah melakukan sosialisasi Perda Pekat ini sejak Desember 2016 hingga Juni 2017 pada pengelola kafe dan resto.

Fera mengatakan petugas melakukan razia pada tempat hiburan keluarga di Kota Solok dengan memeriksa identitas tamu kafe melalui kartu tanda pengenal (KTP), surat izin mengemudi (SIM), buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB) dan surat tanda naik kendaraan ( STNK). Ada 13 kafe yang dirazia. 

Dari 13 kafe tersebut, hanya dua kafe memiliki izin, sedangkan 11kafe tak memiliki izin. Dari 11 kafe itu, sebanyak enam kafe, baru mengajukan permohonan izin beroperasi. 

“Ada 13 karyawan freelance kafe yang diamankan. Karyawan itu ada dari Kota Solok dan ada juga dari luar Solok. Kebanyakan pelayanan kafe yang terjaring razia itu berstatus janda dan berusia 24 sampai 33 tahun,” ujarnya.

Salah seorang pemilik kafe dan resto di simpang Rumbio yang tak mau disebutkan namanya menyebutkan, ia tak pernah mempekerjakan karyawan wanita.  Empat wanita yang ada di room karaoke kafe yang terjaring razia, merupakan perempuan yang dibawa tamu kafe.

Pengakuan pengelola kafe dan resto tentu saja tak langsung dipercaya tim gabungan. Setelah penyidikan, wanita yang terjaring  razia tersebut mengaku mereka memang bekerja di kafe tersebut, tapi secara freelance. Rencananya, mereka akan didaftarkan sebagai karyawan kafe.

“Biasanya, karyawan ini akan melayani tamu kafe saat bernyanyi. Setelah itu, akan diberikan sejumlah uang tips. Ada pula karyawan kafe dengan tamunya membuat perjanjian lagi untuk bisa bertemu di luar kafe,” ucapnya.

Saat di berita acara pemeriksaan (BAP)  penyidik, diduga ada dua karyawan kafe diduga PSK dan akan dikirim ke Panti Andam Dewi, Arosuka, Kabupaten Solok. “Mereka akan diberikan pembinaan dan dibekali keterampilan selama 6 bulan di Andam Dewi,” ucapnya.

Bagi tak terbukti sebagai PSK akan dikembalikan kepada pihak keluarga. Tapi sebelum dilepas, mereka akan diminta  membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya. (*)

© 2014 Padek.co