Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Mesum di Mushala, Muda-Mudi Digerebek


Wartawan : Oktria Tirta - Padang Ekspres - Editor : Elsy - 15 July 2017 11:56:56 WIB    Dibaca : 124 kali

 

Nekad Bawa Tidur Wanita di Kamar Garin

YS, 19 dan RH, 19, sepasang muda-mudi digerebek warga, Jumat (14/7) sekitar pukul 07.00. Kedua remaja yang tercatat sebagai siswa salah satu SLTA Negeri di Kota Solok itu diduga telah melakukan perbuatan mesum, di kamar garin Mushala Mukhlisin SAS, Kampungbaru.  

Penyidik Satpol PP Solok, Jamalus, mengungkapkan, sekitar pukul 08.00, petugas Satpol PP melihat seorang wanita berlari dari arah Tanjungpaku ke arah terminal angkot dengan cepat. 

Wajah wanita tersebut terlihat pucat. Melihat kondisi perempuan tersebut, petugas Satpol PP yang bertugas langsung mengamankannya ke kantor Satpol PP di Jalan Syech Kukut, Tanjungpaku. 

Saat dilakukan penyelidikan, wanita yang diketahui berinisial YS, 19, masih terlihat shock. Dia menceritakan, Kamis (13/7) malam, dia jalan- jalan dengan pacarnya RH, 19. Saat jalan- jalan tersebut, terjadi pertengkaran. 

YS memilih mengakhiri  hubungan cinta mereka. Tak terima diputuskan, RH berusaha membujuk YS untuk balikan. Hati YS akhirnya melunak dan bersedia kembali melanjutkan hubungan cinta mereka. 

Keduanya kemudian terus melanjutkan jalan- jalannya. Tanpa terasa, malam kian larut. YS minta RH mengantarkannya pulang ke kosnya di Simpang Rumbio. Karena sudah malam, RH membujuk YS menginap di kamar garin di Mushala Mukhlisin SAS, Solok. Karena RH memang salah seorang garin di mushala tersebut.

YS tidur di ranjang, sementara RH tidur dengan tikar di bawahnya. Saat tersadar dari tidurnya, tiba- tiba RH sudah tidur disamping YS sambil memeluknya. YS membangunkan RH dan meminta RH untuk pindah ke tempat tidurnya.  

RH tak mau pindah ke tempat tidurnya semula, dan malah membujuk YS untuk melakukan hubungan suami- istri dengan diiming- imingi kalimat akan bertanggung jawab dengan perbuatannya. YS yang tergoda dengan iming-iming RH, akhirnya mau melakukan hal terlarang tersebut.

Tepat pada pukul 04.45, RH mandi terlebih dahulu dan mempersiapkan pelaksanaan shalat Subuh. Usai melaksanakan shalat Subuh berjamaah, para jamaah pulang ke rumah masing-masing. 

Nah, saat hendak meninggalkan mushalla, salah seorang jamaah yang  masih ingin bersantai di mushala curiga, karena mendengar suara orang mandi di kamar mandi wanita mushalla. Lalu sang jamaah bertanya kepada RH, siapa yang mandi di kamar mandi wanita.

Awalnya, RH beralasan kalau yang mandi tersebut teman lelakinya. Penasaran, si jamaah kembali melontarkan pertanyaan yang sama kepada RH. Akhirnya RH mengakui telah berbuat salah, lalu kabur dengan sepeda motor. Sebelum kabur, dia mengunci kamarnya dan kamar mandi mushalla.

YS yang menyadari terkunci di kamar mandi, berteriak minta tolong untuk dibukakan pintu. Warga sekitar yang mendengar teriakan tersebut langsung mendatangi mushala dan bertanya apa yang terjadi. Warga mendobrak kamar mandi mushala dan menemukan seorang wanita yang baru selesai mandi.

Warga yang penasaran juga mendobrak kamar RH dan menemukan pakaian dalam Ys yang berantakkan di kamar. YS yang kaget melihat banyak warga di depan mushala langsung memakai pakaiannya, dan setelah itu langsung lari dari arah Tanjungpaku ke terminal angkot Solok.

“Kami sudah mendengarkan penjelasan YS dan sekarang menyerahkan pada orangtua YS dan RH yang sama-sama berasal dari Batudalam, Bukiksileh. Jika bisa diselesaikan secara kekeluargaan akan lebih baik,” ujar Jamalus.

Keluarga RH sudah dikonfirmasikannya melalui RT setempat, dan keluarga RH setuju menyelesaikan secara kekeluargaan. RH akan menikahi YS. “Tapi untuk pihak perempuan, kami belum menerima konfirmasi, karena telah dihubungi melalui telepon genggam berulang kali, belum ada jawaban,” ucapnya. 

Kasat Pol PP Solok, Bujang Putra mengakui peristiwa tersebut. Menurut Bujang, pihaknya akan menyerahkan pada keluarga kedua belah pihak. “Saya juga sudah mendengar dari dari RT setempat kalau pihak keluarga RH akan menikahkannya,” ucapnya sembari mengatakan jika kedua belah pihak ingin menempuh  jalur hukum, maka akan diselesaikan lewat jalur hukum. (*)

© 2014 Padek.co