Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Melihat Aktivitas Komunitas Ai Project Padang


Wartawan : Ade Nidya Zoditya - Padang Ekspres - Editor : Elsy - 15 July 2017 11:54:49 WIB    Dibaca : 89 kali

 

Kolaborasikan Kesenian Jepang dan Minang

Kesukaan terhadap budaya Jepang membuat beberapa mahasiswa Universitas Bung Hatta membuat sebuah komunitas kebudayaan Jepang. Namun, sejak terbentuknya komunitas tersebut tak membuat para anggotanya menghilangkan rasa cinta terhadap budaya Minang. Seperti apa?

Komunitas yang didirikan pada tahun 2004 itu bernama Ai Project. Komunitas ini menjadikan Hasuda Ai, seorang Duta Budaya Jepang, sebagai trendsetter.

Ai Project berasal dari kata project yang diartikan cinta. Anggota komunitas tidak hanya berlatih tari-tarian Jepang tapi juga budaya minum teh, belajar alat musik Jepang dan cosplay (meniru tokoh-tokoh anime). Selain itu juga belajar cara menggunakan yukata dan kimono (pakaian tradisional) Jepang dilatih langsung oleh Hasuda Ai.

Ketua Komunitas Ai Project, Famar Framzil mengatakan, hingga saat ini anggota komunitas, baik yang aktif maupun pasif berjumlah 90 orang. Mereka tidak hanya berdomisili di Padang tapi juga di daerah lain di Sumbar. 

Anggota tidak saja mahasiswa Universitas Bung Hatta saja tapi juga, siswa SMA, karyawan swasta maupun guru. “Kami tidak hanya belajar tarian Jepang tapi juga belajar tarian Minang. Kami mengkolaborasikan dua budaya,” ujar Famar saat ditemui Padang Ekspres di sebuah pusat perbelanjaan di Padang, Selasa (11/7).

Cara mengkolaborasikannya bermacam-macam. Salah satunya, tarian Jepang diiringi dengan musik-musik dari tarian tradisional Minang. Ini sebagai bentuk rasa kecintaan anggota komunitas terhadap budaya Minang maupun Jepang. Hingga saat ini, sudah puluhan tarian yang telah mereka pelajari. Tarian-tarian itu  dibawakan dengan menggunakan yukata.

“Walaupun kami belajar budaya Jepang, kami tetap cinta terhadap budaya sendiri,” tambah alumni Pendidikan Bahasa dan Sastra Jepang UNP angkatan 2012.

Biasanya, selain Hasuda Ai atau yang biasa disapa Ai Sensei, para anggota yang lebih senior juga yang mengajarkan tarian Jepang kepada anggota yang junior. Tarian-tarian yang mereka pelajari itu sudah sering ditampilkan para anggota komunitas di berbagai macam event di Sumbar seperti Bunkasai. 

“Saya bahkan sudah pernah tampil di beberapa acara di Jakarta dibawa Ai Sensei,” kata salah seorang anggota komunitas, M Fadli Hardian.

Semenjak menjadi anggota komunitas, ia mengaku menjadi lebih produktif. Selain itu juga dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Jepang di luar kampus. Karena saat berkomunikasi dengan Ai Sensei harus menggunakan bahasa Jepang. 

Ini karena Ai Sensei tak bisa berbahasa Indonesia. “Saya dari Sastra Jepang Unand, selain di kampus saya juga bisa belajar di komunitas,” tambah Fadli.

Tiap minggunya, anggota komunitas dapat berlatih selama empat kali di basecamp yang terletak di Ulakkarang. Selain itu, Komunitas Ai Project juga membuat suatu acara dengan judul Ai Matsuri. 

Acara pertama dilaksanakan pada Januari 2015 di Taman Budaya Sumbar dan acara kedua dilaksanakan pada November tahun lalu di Lapangan Imam Bonjol Padang. Ini menjadi acara wajib dari komunitas tersebut.

“Kami cari sponsor sendiri untuk acara. Acara Ai Matsuri ini ada perlombaannya seperti lomba nyanyi, cosplay, dance, mewarnai. Pesertanya mulai dari anak TK hingga umum. Ai Sensei membantu dengan menghadirkan bintang tamu dari Jepang seperti Aoyama Hikuhiko sebagai pembuat teh Jepang,” kata Mawaddatul Hasnah Agma, anggota komunitas lainnya.

Dikatakan Mawaddatul, kegiatan ini bertujuan untuk menunjukkan eksistensi komunitas dan juga dapat menjalin kerja sama yang baik sesama komunitas. Ai Matsuri sudah menjadi acara wajib dari Komunitas Ai Project. Pada tahun ini akan dilaksanakan Desember mendatang.

Untuk bergabung menjadi anggota komunitas itu tak harus bisa menari atau mengerti tentang kebudayaan Jepang. Yang penting memiliki kemauan belajar tentang kebudayaan Jepang.

“Komunitas ini bisa menjadi wadah bagi teman-teman yang mau belajar kebudayaan Jepang,” pungkas gadis berkulit putih tersebut. (*)

© 2014 Padek.co