Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Disdik Bentuk 2 SMPN Baru


Wartawan : Rudi Effendi - Padang Ekspres - Editor : Elsy - 15 July 2017 11:52:56 WIB    Dibaca : 97 kali

 

Pada Semester ganjil 2017/2018 ini, Dinas Pendidikan Kota Padang membentuk dua SMP baru. Yakni, SMPN 41 di Kelurahan Gunungsariak, Kecamatan Kuranji dan SMPN 42 Padang di Kelurahan Pasia Nantigo, Kecamatan Kototangah. Sekolah yang masuk kategori sekolah lingkungan itu dibentuk agar bisa mengakomoodir anak-anak pinggiran. 

“Sebagaimana kita ketahui, kebutuhan untuk melanjutkan pendidikan ke SMP sangat tinggi. Termasuk bagi siswa yang berdomisili di pinggiran kota ini. Biasanya siswa-siswa yang tinggal di tempat itu, mengalami kesulitan masuk sekolah akibat keterbatasan biaya,” ujar Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Padang, Ramson kepada Padang Ekspres di ruang kerjanya, kemarin (14/7).

Saat ini, sambungnya, kebutuhan terhadap bangku pendidikan sangat tinggi. Sebanyak 15.381 tamatan SD tahun ini, daya tampung masuk SMP negeri hanya 8.880. MTSN, sebanyak 1500. Sisanya, sekitar 6000 akan di tampung di sekolah swasta.

“Oleh sebab itu, kami sudah jauh-jauh hari merencanakan membentuk sekolah baru. Insya Allah, tahun ajaran baru mendatang direncanakan akan dibentuk beberapa SMP negeri yang baru,  yang paling memungkinkan SMPN 43,” jelasnya.

Syarat untuk bisa masuk sekolah kategori sekolah lingkungan itu, harus benar-benar anak dari warga sekitar. Dengan menunjukkan kartu keluarga, KTP orang tua, serta akta kelahiran. “Setelah kami evaluasi, alhamdulillah semua sekolah mampu mematuhi aturan tersebut dan tidak ditemukan sekolah yang berani memasukkan siswa dari yang bukan warga sekitar,” jelasnya.

Sedangkan menurut Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum Dinas Pendidikan Padang, Herik Frikar, kuota untuk setiap kelas sekolah baru itu disesuaikan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 17 Tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru.

“Dalam undang-undang tersebut di jelaskan, untuk sekolah baru minimal 6 kelas dengan kuota maksimal 32 orang setiap kelas,” jelasnya.

Kepala SMPN 41 Padang Rahmat, memaklumi kondisi saat ini. Sebagai sekolah baru masih banyak kekurangan sarana dan prasarana. Seperti laboratorium dan perpustakaan.

“Ke depannya, kami akan mencoba mengajukan proposal ke pihak terkait agar segala kekurangan sarana dan prasarana yang ada saat ini bisa dilengkapi. Terkait siswa yang kami terima, semuanya merupakan anak-anak dari warga sekitar. Walaupun sistem penerimaan masih manual, tapi dijamin tidak ada kecurangan,” terangnya.

Senada dikatakan Kepala SMPN 42 Padang, Titin Suhaimi. “Jumlah siswa baru kami sebanyak 92 dari tiga lokal. Hal tersebut Sesuai dengan Permendikbud No 17 Tahun 2017 yang membatasi siswa per kelas maksimal 32 orang,” ujarnya. (*)

© 2014 Padek.co