Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Australias vs Jerman: Ingat Petaka Bulan Maret


Wartawan : JPNN - Editor : Riyon - 19 June 2017 10:32:20 WIB    Dibaca : 37 kali

 

Australia bukan yang dulu lagi. Ya, itu yang harus ditekankan Joachim Loew kepada anak asuhnya. Karena Australia sudah bukan lagi tim yang bisa dengan mudah mereka jadikan bulan-bulanan seperti sebelum lima tahun terakhir. Karena Australia sudah banyak belajar dari Jerman. 

Tidak hanya dengan banyak mengirimkan banyak pemainnya ke klub-klub Liga Jerman seperti yang sudah mereka lakukan sejak 1990-an. Pasca kekalahan telak 0-4 pada Piala Dunia 2010, Federasi Sepak Bola Australia FFA berguru ke Jerman. Terutama yang terkait dari taktik. Seperti yang diakui Loew dua tahun lalu. 

”Sejak 2010, mereka sudah mengubah gayanya. Jika sebelum 2010 mereka main dengan gaya Inggris, tapi setelah itu mereka mencoba memainkan bola dari belakang,” kata Loew.     

Loew bisa mengatakannya setelah dua kali dalam bulan Maret Die Mannschaft –julukan  Jerman– dipermalukan Australia di depan publiknya sendiri. Selain di Kaiserslautern, Australia bahkan sukses menaklukkan Jerman untuk kali pertama di tanahnya sendiri saat 30 Maret 2011. Di Borussia im Park, Moenchengladbach, Jerman takluk 1-2. 

Nah, tren negatif itu bisa saja terulang saat Julian Draxler dkk kembali menghadapi juara Asia yang berlangsung di Fisht Olympic Stadium, Sochi, malam nanti (Siaran Langsung RTV pukul 22.00). Catat, Australia selalu memenangi laga kompetitifnya sejak 1,5 tahun, tepatnya sejak 8 Oktober 2015. 

”Tim ini sudah menunjukkan progress perubahan taktikal, mereka punya mentalitas yang bagus, mereka pun tak pernah menyerah. Ini tim yang sulit dikalahkan,” ungkap Loew di dalam wawancaranya kepada ZDF. Ini kali pertama Jerman menantang Australia pada laga kompetitif, terutama pasca menimba ilmu di Jerman. 

Loew mengingatkan pemainnya untuk bersiap adu fisik dengan pemain Australia. Dalam analisanya, Australia mirip rugby. ‘’Secara fisik mereka kuat. Dari cara mainnya mereka kini tak hanya bermain dengan bola-bola panjang. Mereka berubah jadi tim yang sangat bagus di dalam kombinasinya dengan pemain-pemain cepatnya,’’ lanjut Loew. 

Sekedar diketahui, dari 23 pemain yang diusung Postecoglou ke Rusia, tiga di antaranya bermain di klub-klub Bundesliga. Semisal kiper Mitchell Langerak (Stuttgart), Mathew Leckie (Hertha Berlin), dan Jamie Maclaren (Darmstadt). Selain itu masih ada dua penggawa Australia lainnya yang pernah bermain di Jerman. Bek Milos Dagenek, Ajdin Hrustic dan Robbie Kruse juga pernah bermain untuk klub di  Bundesliga.

Nah, dari pengalaman itu yang membuat mereka jadi paham karakteristik pemain Jerman. Kebetulan, beberapa di antara pemain tersebut jadi starter malam nanti. 

Namun hal itu tidak dikhawatirkan pemain Jerman, Brandt, menurutnya antara klub dan di timnas itu berbeda. ”Secara personal, saya sudah mendapatkan banyak pengalaman bagus di sini (timnas). Konsentrasi saya hanya untuk laga nanti,” ungkap pemain yang baru saja mencetak satu golnya untuk Jerman itu. 

Bek Australia Dagenek dalam situs resmi FIFA menyebut secara mentalitasnya Australia  dan Jerman tak jauh beda. ”Kerja keras itu banyak membantu kami di Jerman. Saya kira kekuatan mereka (Jerman) akan sedikit sama (seperti dua pertemuan sebelumnya),” tambah bek yang kini bermain di Yokohama F Marinos itu. 

Sebagai pemain yang paling berpengalaman main di Jerman, Leckie dalam tim Australia dianggap sebagai sumber informasi. Begitu seperti dilansir ESPN.

”Termasuk dengan tahun ini, saya sudah bermain di Jerman lima tahun. Jadi, saya sangat familiar dengan pemainnya. Lalu di sisi bagaimana cara mereka bermain. Saya paham beberapa di antaranya,” klaimnya. 

Leckie di Jerman pernah seklub dengan kiper Marc-Andre Ter Stegen saat masih main di Borussia Moenchengladbach (2011-2013) dan juga dengan Amin Younes (2012-2015). (*)

© 2014 Padek.co