Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Bangkitkan Lagi Predikat Generasi Emas


Wartawan : JPNN - Editor : Riyon - 16 June 2017 10:14:16 WIB    Dibaca : 21 kali

 

New Golden Generation atau Generasi Emas Baru. Begitulah julukan yang diberikan oleh media Australia kepada tim nasional mereka ketika Ange Postecoglou datang pada 23 Oktober 2013 silam.

Julukan itu diberikan ketika Australia berlaga di Piala Dunia Brasil 2014. Meski harus menjadi juru kunci dengan tiga kekalahan, performa Socceroos, julukan Australia, banyak dipuji karena masih berhasil menyarangkan gol di Grup B yang dikenal angker karena dihuni Spanyol, Belanda, serta kuda hitam Amerika Selatan, Cile. Setahun berselang, Generasi Emas Baru tersebut berhasil mendapatkan Piala Asia di kandang sendiri.

Sebuah gelar perdana yang direngkuh Australia, setelah sebelumnya tim dengan warna kebesaran kuning kenari itu memutuskan untuk keluar dari OFC (Konfederasi Sepak Bola Oseania), dan berpindah menuju AFC (Asosiasi Sepak Bola Asia), per 2006 silam.

Namun, tahun ini, status Generasi Emas pasca era Harry Kewell, Mark Viduka, maupun Mark Schwarzer tersebut terancam luntur di Piala Konfederasi. Sebabnya, uji coba terakhir Australia benar-benar memalukan. Menjamu juara dunia lima kali Brasil di Melbourne, tuan rumah dihajar dengan sangat telak, 0-4 (14/6).

Ini menjadi kekalahan terbesar kedua Australia, setelah sebelumnya mereka menderita setengah lusin gol tanpa balas (0-6) masing-masing melawan Prancis dan Brasil, yang berujung pada terdepaknya pelatih Holger Osieck 2013 lalu.

Keraguan pun muncul dari benak pendukung Soccerooss jelang Piala Konfederasi. Apalagi, di Asia, negara yang terkenal dengan Kanguru dan Gedung Opera itu tengah terseok-seok.

Di babak ketiga Grup B kualifikasi Piala Dunia zona AFC, Tim Cahill dkk masih terdampar di peringkat tiga, dan berselisih satu poin dari Jepang yang menjadi pemuncak klasemen.

Namun, Postecoglou masih bersikap optimistis. ”Uji coba ini bertujuan untuk persiapan melawan Jerman di laga perdana,” ucapnya seperti dilansir Reuters. ”Persiapan kami sejauh ini masih bagus. Kami siap untuk untuk ini,” tutur pelatih 51 tahun tersebut.

Dari kekalahan melawan Seleccao, sebutan Brasil, Postecoglou menemukan formulasi untuk bisa lolos dari Grup B yang berisi Jerman, Kamerun, dan tim debutan Cile itu.

Formasi tersebut terlihat dari formasi 3-2-2-3 yang digunakan saat melawan Brasil. Dalam formasi tersebut, Postecoglou bermaksud untuk menutup lini tengah yang menjadi keunggulan mutlak Jerman, sekaligus memberikan elemen kejutan ketika Australia memegang bola.

Selain 3-2-2-3, Australia masih memiliki formasi agresif 4-3-3. Penyerang veteran Australia, Tim Cahill, menjadi tumpuan dengan ditopang oleh Mathew Leckie, dan Tomi Juric. Postecoglou berharap, kemenangan di Piala Konfederasi bakal meningkatkan konfidensi jelang laga penting kualifikasi Piala Dunia.

Yakni melawan Jepang (31/8), dan menjamu Thailand (5/9). Dua laga itu penting agar Australia bisa merangsek masuk kedalam dua besar, atau batas lolos ke putaran final Piala Dunia 2018.

”Kami ingin mencoba sejauh apa kami di turnamen ini. Jika kami bisa melebihi ekspektasi, itu jelas hal bagus menuju kualifikasi,” papar Postecoglou dilansir dari Football Australia. (*)

© 2014 Padek.co