Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Yang Salah Bukan Topinya


Wartawan : JPNN - Editor : Riyon - 12 June 2017 10:30:50 WIB    Dibaca : 12 kali

 

Penampilan Joe Hart tak ada yang istimewa dalam caps ke-71-nya bagi timnas Inggris. Dia kebobolan dua gol, hanya mampu melakukan sekali penyelamatan, dan satu kali saja dia sukses memenangi duel udara. Akan tetapi ada satu yang membuat penampilan Hart di Hampden Park, Glasgow, kemarin WIB (11/6) berbeda. 

Ya, itu dari topi baseball yang dia kenakan sejak menit pertama. Sebab ini untuk pertama kalinya penjaga gawang milik Manchester City itu mengenakan topi dalam laga resmi. Entah di level klub, ataupun di timnas. Dilansir Mirror, Hart mengenakan topi supaya tidak silau dengan sinar matahari sore itu. 

Tapi penampilan yang tak biasa itu mengundang ejekan di dunia maya. ”Hart kembali ke masa lampau dengan mengenakan topi, Head and Shoulders (merk shampo) pasti marah,” kicau akun Twitter rumah judi Paddy Power di @paddypower. Sekadar diketahui produk shampo dari  Inggris itu pernah mengontrak Hart, kontraknya habis September lalu. 

Tidak hanya itu. Beberapa akun Twitter juga mengejek Hart. Ada yang menyebutnya bak tukang parkir, atau pengantar makanan cepat saji, dan bahkan seperti anak sekolah.

Tetapi yang pasti dengan tampil mengenakan topi ini, mengingatkan publik Inggris dengan penjaga gawang yang pernah mendapat satu caps timnas pada 2006 silam, Chris Kirkland. 

Dia juga dikenal penjaga gawang yang pernah mengenakan topi saat bermain. Selain itu, juga ada Miguel Calero, penjaga gawang dengan 50 caps timnas Kolombia.

Namun sayang, dia sudah meninggal dunia pada 4 Desember 2012 lalu. Apa yang sama dengan kedua kiper itu? Di sisi prestasinya, mereka bukan kiper menonjol. 

Terlepas dari topinya itu, Hart kebobolan dua gol dari direct free kick sekaligus yang membuat skor imbang 2-2 jadi hasil akhir pertandingan tersebut. Selama mengawal gawang The Three Lions, julukan Inggris, ini kali kedua Hart bobol dua kali melalui skema direct free kick. Dia pernah mengalaminya saat Inggris menjamu Swiss pada Kualifikasi Euro 2012, di Wembley Stadium, 5 Juni 2012 silam.

Hanya, jangan salahkan topinya. Sebab Hart sudah tidak lagi mengenakan topi baseball-nya itu pada babak kedua. Catat, kedua gol Tartan Army–julukan Skotlandia–terjadi di menit akhir, pada menit ke-87 dan 90.

Hart pun sudah tak mengenakan topi. Salahkan barisan pemain pagar hidup Inggris yang tak ada upaya untuk menghalau bola ketika Leigh Griffits menendang bola free kick-nya.     

”Kami tak pernah menyalahkan satu sama lain. Kami bukanlah tim seperti itu. Gambaran yang lebih besar jauh lebih penting,’’ kata Hart, sebagaimana dikutip The Sun.

Hart sudah bobol 44 gol, termasuk dua gol kemarin. Skotlandia pun menjadi tim pertama yang sanggup menjebol gawang Inggris untuk kali pertama di Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona UEFA ini. Dua gol itu, ungkap Hart, seharusnya tak terjadi. 

”Saya tentu saja ingin membuat sebuah penyelamatan. Mau saya tembok dapat menghadangnya, akan tetapi kami tidak melakukannya, sehingga gol itu tercipta,’’ tambah pemain yang musim lalu dipinjamkan City ke klub Torino di Serie A. 

Sementara, dilansir Independent, Hart mujur karena kegagalannya mempertahankan tren cleansheet Inggris terhenti itu tidak membuat pelatih Inggris Gareth Southgate murka. ”Selepas ini mungkin saya butuh melihat rekaman video lagi (terkait dua gol dari direct free kick),’’ sebut Southgate. 

”Ketika Anda kebobolan tendangan bebas di area tersebut dalam laga internasional maka Anda beresiko menjadi korban sepak bola berkualitas tinggi. Itulah yang terjadi dengan kami di hari ini (kemarin, Red). Respek saya pada Griffiths dengan dua finishing-nya yang luar biasa,’’ tambah Southgate. (*)

© 2014 Padek.co