Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Rektor UBH, Prof Dr H Azwar Ananda MA


Wartawan : Debi Virnando - Padang Ekspres - Editor : Riyon - 04 June 2017 10:53:19 WIB    Dibaca : 80 kali

 

Kampus sebagai Agen Pembangunan Ekonomi

Masyarakat berharap Perguruan Tinggi (PT) berperan sebagai agent of economic development (agen pembangunan ekonomi) selain sebagai agent of education (agen pendidikan). Memenuhi harapan tersebut, PT dituntut dapat menghasilkan inovasi-inovasi bermanfaat ekonomis bagi masyarakat secara luas. Hal itu disampaikan Rektor Universitas Bung Hatta (UBH), Prof Dr H Azwar Ananda MA usai dilantik sebagai Rektor UBH periode 2017-2021.

Menurutnya, saat PT sudah mampu memerankan dirinya sebagai agent of education, masyarakat akan berharap lebih. PT harus dapat meningkatkan peran menjadi agent of research and development (agen penelitian dan pengembangan). Harapan terus berlanjut hingga PT menjadi agent of knowledge dan technology transfer (agen transfer pengetahuan dan teknologi) hingga akhirnya sebagai agent of economic development. “Meskipun secara spesifik belum pernah dimonitor kemampuan perguruan tinggi di Indonesia menghasilkan inovasi yang mendatangkan manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Prof. Azwar Ananda baru-baru ini.

Prof Azwar Ananda mengakui, sudah banyak penelitian PT yang sudah siap dihilirkan selama ini, dan mulai mendatangkan manfaat bagi masyarakat. Untuk itu, ke depan PT harus lebih didorong dan difasilitasi untuk dapat menghasilkan inovasi bermanfaat langsung pada masyarakat, bangsa dan negara secara optimal. Perubahan harus dilakukan. Setidaknya, ada lima aspek yang dapat diupayakan sebagai penentu perubahan tersebut.

Lima hal itu, yakni, democratisation of knowledge and access (demokratisasi pengetahuan dan akses), digital technologies (teknologi digital), contestability of market and funding, global mobility (kontestabilitas pasar dan pendanaan, mobilitas global), dan kelima, integration with industry (integrasi dengan industri). Beranjak dari sana, PT merespons dengan mempercepat perubahan diri dari PT sebagai agent of knowledge menuju PT sebagai agent of economic development. 

Mewujudkan kemajuan sebuah PT, maka PT diharapkan membuat pemetaan dan evaluasi dirinya secara jujur dan terbuka. Berdasar evaluasi diri, sebutnya, PT membuat road map pola pengembangan berdasarkan posisi (data base) saat ini. Kemudian, membuat pola pengembangan secara bertahap dari teaching university (mengajar universitas) menuju research university (universitas riset) dan selanjutnya menuju enterpreneur university (universitas pengusaha).

Memasuki abad ke-21, salah satu pilar penting dalam memajukan peradaban dunia yakni dengan memajukan PT. Sejak abad pertengahan PT selalu meletakkan dirinya sebagai agent of change dalam semua bidang kehidupan. Baik pada skala lokal, nasional, regional maupun global. Otomatis PT harus menyadari peran dari lembaga yang dipimpinnya. “Berupaya untuk selalu berusaha secara sistemik, terencana dan terukur guna memajukan perguruan tinggi sesuai dengan tuntutan lokal, nasional dan dunia global,” sebutnya.

Akhir-akhir ini PT di Indonesia “dipaksa” oleh arus global untuk masuk ke dalam lingkaran persaingan global. Hal itu ditandai dengan lahirnya berbagai lembaga konsultan, pemeringkat, peng-indeks yang dijadikan tolok ukur untuk kemajuan PT. Diharapkan, pimpinan PT dapat mengelola, memberdayakan dan mengembangkan PT yang dipimpinnya agar mendapat pengakuan dari lembaga-lembaga yang menakar tolok ukur tersebut. Pemeringkat dan peng-indeks tidak dapat lagi diabaikan.

Kampus yang dipimpinnya sekarang, UBH, PT yang sudah berusia 36 tahun (1981-2017). Sudah matang, memiliki modal sosial, modal ekonomi, modal sumber daya manusia dan sudah meiliki nama besar di Sumbar. Memiliki program studi yang bernilai jual tinggi yang tidak berbeda dengan universitas besar lain di Indonesia.

Terkait pengembangan PT, sebutnya, Renstra Kemenristekdikti 2015-2019 yang dicantumkan dalam Permenristekdikti No 13/2015 merupakan garis besar pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia. Renstra tersebut menekankan pada empat hal pokok yang harus dimuat dalam pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia, yaitu meningkatkan akses, relevansi dan mutu pendidikan untuk menghasilkan SDM yang berkualitas. Terakhir, meningkatkan kemampuan Iptek dan inovasi untuk menghasilkan nilai tambah inovasi.

“Untuk mendukung terwujudnya empat target pengembangan PT yang ditargetkan oleh Kemenristekdikti, harus didukung oleh action plans. PT akan berkembang apabila iklim akademik, budaya akademik berkembang dengan baik. Kepemimpinan yang baik, pola pembelajaran, peer-review dan faktor lain akan mendukung pencapaian target dari Kemenristekdikti 2015-2019,” jelasnya.

Menurutnya, kebijakan yang termuat dalam Renstra Kemenristekdikti adalah untuk memenuhi ekspektasi dan harapan masyarakat atas peranan PT sebagai sebuah institusi. Ekspektasi ini berkembang pula melalui beberapa tahap yang selalu berkembang pula.

Prof Azwar Ananda juga mengutip pendapat J.R Cole dalam bukunya The Great American University, dimana penopang kesuksesan PT di Amerika Serikat, ada delapan faktor utama. Yakni, kombinasi pembelajaran dan penelitian, otonomi dan kebebasan mimbar, meritokrasi dan sistem kepegawaian (tenure system), sistem peer review dan kompetisi. “Lalu influks bakat dari seluruh dunia serta pendanaan pemerintah, ini yang ke delapan menurut J.R Cole. Ini perlu sebagai bahan referensi buat kita (pimpinan PT, red) semua,” pungkasnya. (*)

© 2014 Padek.co