Polarisasi Menuju 2019


Wartawan : Redaksi - Editor : Riyon - 19 May 2017 11:35:32 WIB    Dibaca : 101 kali

 

Pertemuan Presiden Jokowi dengan para pimpinan media di Istana Merdeka Rabu siang berlangsung gayeng. Dengan sangat gamblang dan lancar, presiden menjelaskan berbagai capaian pembangunan yang telah berjalan. Mulai pertumbuhan ekonomi 2016, pengembangan infrastruktur pelabuhan, hingga pembangunan jalan trans-Papua yang baru saja dia kunjungi. Semua diceritakan dengan sangat lancar, hafal di luar kepala.

Tapi, penjelasan itu terhenti sejenak tatkala presiden mengawali penjelasan tentang penegakan hukum. Suasana hening beberapa saat, setelah itu dia mengungkapkan komitmen pemerintah untuk tetap membubarkan organisasi yang bertentangan dengan Pancasila. Menurut dia, organisasi itu sudah ada selama bertahun-tahun dan tetap dibiarkan. Pembubaran tentu saja melalui prosedur hukum dan saat ini sedang diurus Kemenko Polhukam.

Siapa pun tahu, organisasi masyarakat yang dimaksud presiden adalah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Ormas Islam yang sebenarnya tidak terlalu besar, tapi gaung rencana pembubarannya membuat HTI dibicarakan di mana-mana. Sampai-sampai, presiden membuat suasana hening sejenak untuk memberikan penekanan penjelasan kepada pimpinan media bahwa masalah itu sangat penting.


Silahkan Login Untuk Lanjut Membaca

Username/ Email
Password
© 2014 Padek.co