Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Menyorot Kondisi Pasar di Kota Padang


Wartawan : Tim Padang Ekspres - Editor : Riyon - 19 May 2017 11:30:15 WIB    Dibaca : 180 kali

 

Pasar Raya hampir Rampung, Pasar Pembantu Tinggal Tiga

Pasangan Wali Kota dan Wakil Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah-Emzalmi menargetkan rehab Pasar Raya dan revitalisasi pasar-pasar pembantu tuntas dalam dua tahun. Namun setelah tiga tahun, masih ada bengkalai yang belum selesai. Seperti apa?

Setahap demi setahap Pemko Padang terus membenahi kondisi pasar yang ada di Padang. Salah satunya, pembangunan Pasar Inpres Blok IV di Pasar Raya Padang yang runtuh diguncang gempa 2009 lalu. Selang beberapa tahun, rehab pasar tuntas dan beroperasi sejak 5 Januari lalu.

Bangunan pasar tersebut bertingkat empat. Hanya saja, baru lantai satu yang diisi pedagang. Dari pantauan Padang Ekspres kemarin (18/5), bagian depan ditempati pedagang yang menjual bahan pangan. Bagian tengah ditempati pedagang ikan yang sebelumnya berjualan di Pasar Inpres 2. Sedangkan di bagian belakangnya masih kosong.

Selain berlantai empat, Pasar Inpres Blok IV juga dilengkapi fasilitas lemari pendingin pada lantai I dan II. Lalu, pada setiap lantainya ada toilet umum. Khusus di lantai empat adalah lokasi shelter serta mushala dan kantor UPTD Pasar. 

Menurut Defrizal Annas, pedagang ikan yang berjualan di lantai satu Pasar Inpres Blok IV, dia merasa lebih nyaman berjualan di pasar tersebut.  Pasalnya bisa menjual ikan dan udang tanpa harus becek-becekan lagi dan lebih tertata rapi.

Hanya saja, dari sisi pendapatan, lebih kecil dibandingkan di tempat lamanya, di Pasar Inpres Blok II. “Di sini (Pasar Inpres Blok IV, red) penghasilan saya Rp 150 ribu per hari. Sedangkan di tempat lama bisa mencapai Rp 500 ribu,” ujarnya kepada Padang Ekspres.

Salah seorang pembeli, Ria Arnanda, 25 mengaku nyaman belanja di Pasar Inpres Blok IV. Kemarin, dia belanja gula, beras, dan minyak goreng di pasar itu.

“Pedagang langganan saya pindah ke sini. Sembari itu, saya juga bisa sekalian beli ikan tanpa harus berjalan jauh. Hanya saja, saya lihat jalan di depan pasar ini masih belum bagus,” ujarnya. 

Konsumen lainnya, Suryadi, 19, warga Ganting sangat mendukung jika seluruh pedagang ikan dan sayur-sayuran yang ada di sekitar Jalan Sandang Pangan di dipindahkan ke Inpres Blok IV. Pasalnya akan membuat pasar menjadi lebih tertata dan sedap dipandang mata.

Hen Sinatra, pedagang daging di Pasar Inpres Blok I mengaku belum siap jika diminta pindah berjualan daging ke Pasar Inpres Blok IV. “Karena tangga untuk menuju lantai dua cuma ada satu. Sementara saya sebagai pedagang daging harus membawa daging dalam jumlah yang banyak untuk dijual,” tuturnya.

Saat ini, memang belum seluruh kios dan los di pasar tersebut berisi. Khusus lantai dua dan tiga, sama sekali belum ada pedagang. Terpisah, Kepala Dinas Perdangan Kota Padang Endrizal menyebut, pedagang akan mengisi seluruh tempat di Pasar Inpres Blok IV bila pasar tersebut dan Pasar Inpres Blok III tuntas. 

“Sesuai kesepakatan dengan para pedagang, kami menargetkan pasar itu akan ditempati seluruh pedagang seminggu seusai Lebaran,” ucapnya via telepon genggam.

Terkait revitalisasi sejumlah pasar tradisional, dari sembilan pasar tradisional yang ada di Padang, sudah tuntas empat pasar dan ada dua pasar yang sedang tahap revitalisasi.

“Pasar Lubukbuaya, Pasar Alai, Pasar Lubukbegalung dan Pasar Bandarbuat, sudah selesai diperbaiki. Sementara Pasar Nanggalo dan Pasar Belimbing masih dalam tahap pengerjaan. Insya Allah setelah Lebaran, lantai duanya sudah bisa ditempati pedagang yang berjualan di depan pasar tersebut. Untuk pasar Belimbing juga sedang dalam tahap pembangunan. Sekitar empat bulan lagi, akan selesai diperbaiki,” jelas Sekretaris Dinas Perdagangan Padang, Jasman.

Pihaknya optimistis bisa merevitalisasi semua pasar tradisional yang jadi program unggulan Mahyeldi–Emzalmi di sisa masa kepemimpinannya yang tinggal dua tahun lagi.

“Dari sembilan pasar, hanya tiga pasar tradisional yang belum direhab. Kami akan berusaha keras agar pembangunannya dapat dilakukan secepatnya. Kami meminta kepada pedagang untuk kooperatif agar dalam pembangunannya tidak terjadi pertentangan atau perlawanan,” harapnya.

Selain itu, pasar-pasar lainnya seperti Pasar Tabing, Pasar Pagi, Pasar Indarung, Pasar Tarandam, Pasar Gaung dan Pasar Paraklaweh juga akan direvitalisasi jika Pemko diberi kewenangan.

“Sebenarnya pasar-pasar itu bukan tanggung jawab kami. Kalau memang pemerintah provinsi memberikan tanggung jawab kepada Pemko, dan anggarannya disiapkan, maka kami juga akan merevitalisasinya,” pungkas Jasman. (*)

 

© 2014 Padek.co