Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Menyorot Pelayanan Kantor Lurah Simpang Haru


Wartawan : Mona Triana - Padang Ekspres - Editor : Riyon - 19 May 2017 11:29:03 WIB    Dibaca : 105 kali

 

Semua Urusan Surat Menyurat Gratis

Kantor-kantor lurah di Padang mulai komit memberantas pungutan liar (pungli) terhadap pengurusan surat menyurat. Salah satunya Kelurahan Simpang Haru yang menggratiskan semua urusan surat menyurat. 

Kantor Lurah Simpang Haru yang terletak di pusat kota, Jalan Sisingamangaraja Nomor 72 ini, terlihat sepi kemarin siang (18/5). Hanya terlihat satu warga yang datang, itu pun hanya membayar PBB.

Luran Simpang Haru Roswati, mengakui saat ini tidak terlalu banyak warga mengurus surat menyurat di kantor kelurahan. Kebanyakan warga yang datang ke kelurahan banyak mengurus surat menikah dan surat keterangan tempat usaha.

“Yang menikah setelah Lebaran tentu harus mengurus surat dari sekarang, ini saja yang sudah mengurus ada tiga pasang,” ucapnya. Sedangkan surat keterangan tempat usaha juga begitu, dalam satu hari ada tiga orang yang mengurus surat keterangan usaha. “Surat keterangan usaha ini digunakan bagi warga untuk meminjam ke bank,” sebutnya.

Namun begitu, pengurusan surat keterangan usaha ini tidak menentu, kadang dalam satu hari bisa mencapai lima warga mengurus kadang tidak ada satu pun. Persyaratan mengurus surat keterangan tempat usaha ini, warga harus membawa surat pengantar dari RT.

Segala pengurusan surat menyurat di kelurahan ini bebas dari biaya alias gratis. “Kami di sini tidak ada menerima dan meminta dari warga, malahan ada warga yang ingin memberi kami tolak karena sudah ada aturannya,” ujarnya.

Selain itu, di saat tahun ajaran baru, banyak warga Simpang Haru yang mengurus surat keterangan miskin. Sedangkan pengurusan KTP, diakui lurah tidak terlalu banyak karena warga telah merekam data, kalaupun ada yang mengurus, itu warga yang kehilangan KTP saja.

Keluruhan Simpang Haru berpenduduk 3.683 jiwa, 17 RT dan 6 RW. Di dalam kantor lurah ada ruangan baca, yang sebelumnya tempat tersebut gudang beras.

“Dulu tempat itu gudang beras raskin, sekarang raskin bukan kelurahan lagi yang mengelola. Dari pada gudangnya kosong dibersihkan saja dan diletakkan buku-buku di sana,” ucap Roswati sembari menyebutkan pegawai kelurahan Simpang Haru berjumlah enam orang. (*)

 

© 2014 Padek.co