Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Rutan Talu Over Kapasitas


Wartawan : Rohimuddin - Padang Ekspres - Editor : Riyon - 19 May 2017 11:24:34 WIB    Dibaca : 89 kali

 

Belum Ada Penambahan Sel

Rumah tahanan (rutan) kelebihan daya tampung juga terjadi di Rutan Talu, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar). Karena sel over kapasitas, para tahanan terpaksa berdesak-desakan dalam sel. Daya tampung hanya 48 orang, sementara rutan diisi 130 orang. Rinciannya, tahanan 72 orang dan napi 58 orang. Kelebihan kapasitas 82 orang.

Hal tersebut terungkap saat Kapolres Pasbar AKBP Iman Pribadi Santoso didampingi Kasubag Humas, AKP Muzhendra inspeksi mendadak (sidak) ke Rutan Talu belum lama ini. 

Dalam sidak itu, Kapolres juga memeriksa dan menggeledah ruangan para narapidana mengantisipasi masuknya barang-barang terlarang ke dalam rutan. 

”Benar, Rutan Talu sudah over kapasitas karena banyaknya tahanan sementara ruangan terbatas. Terpaksa para tahanan berdesak-desakan,” kata Iman Pribadi Santoso.

Pada kesempatan itu Kapolres juga mengunjungi Polsek Talamau dalam rangka mempererat tali silaturahmi polisi dengan masyarakat. Kepala Rutan Talu, Nofrizal mengharapkan pembangunan rutan baru sehingga para tahanan tidak berdesakan.

”Mudah-mudahan ada solusinya untuk penambahan ruangan atau rutan baru sehingga pembinaan dapat berjalan optimal,” harapnya.

Jumlah tahanan saat ini tidak seimbang dengan daya tampung sel. Kondisi ini sangat jauh dari kondisi ideal. Para tahanan kini terpaksa harus bergantian di dalam sel, karena keterbatasan ruangan sel tersebut. 

Tahanan yang menghuni Rutan Talu ini paling banyak kasus tanah, judi, narkoba, perkelahian dan lainnya. Untuk pengamanan, pihaknya memiliki aturan yang harus diikuti baik oleh tahanan maupun keluarga tahanan yang membesuk.

Keluarga yang membesuk, tidak dibenarkan memberikan imbalan pada petugas rutan. Jika kedapatan, petugas akan diberi sanksi tegas sesuai hukum dan aturan yang berlaku. Dia mengklaim, over kapasitas tidak membuat tahanan di dalam sel bermasalah. 

“Aktivitas para tahanan di dalam sel akur-akur saja. Tidak ada yang membuat keributan satu sama lain. Jadwal makan termasuk kegiatan tahanan sudah diatur sedemikian rupa. Misalnya, sore hari mereka berolahraga bersama penjaga rutan. Kalau waktunya makan, ya makan. Setiap malam mereka juga beribadah ke mushala,” terangnya.

Persoalan overkapasitas ini katanya, telah disampaikan ke tingkat wilayah atau provinsi. Namun, hingga saat ini belum ada realisasi penambahan sel. (*)

© 2014 Padek.co