Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Jelang Puasa, Harga Komoditas Pangan Berfluktuasi


Wartawan : Rifa Yanas - Padang Ekspres - Editor : Riyon - 19 May 2017 11:19:18 WIB    Dibaca : 53 kali

 

Disperindagkop Klaim masih Normal 

Harga sejumlah komoditas bahan pangan mengalami fluktuasi menjelang Ramadhan di Agam. Biar begitu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Agam, Aryati mengklaim sejauh ini (harga bahan pangan, red) masih stabil.

Hal itu dikemukakan Aryati dalam rapat koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di aula pertemuan kantor Bupati Agam, Kamis (18/5). ”Sepekan menjelang bulan Ramadhan, dipastikan bahwa seluruo harga komonitas pangan relatif normal,” kata Aryati usai rapat.

Harga beras lokal misalnya, menurut Aryati, masih normal di kisaran Rp 12 ribu per kilo, gula pasir Rp 13 ribu per kilo, minyak goreng curah Rp 13 ribu per kilo, daging sapi Rp 120 ribu per kilo.

Begitu pula telur ayam ras juga tidak mengalami kenaikan masih seharga Rp 38 ribu per kilo atau setara Rp 2.000 per butir. Lalu, cabai merah Rp 50 ribu per kilo, ikan laut berkisar Rp 28 ribu kilo.

Hal sedikit berbeda dialami cabai rawit. Menurut Aryati, sepekan terakhir turun dari harga Rp 40 ribu  menjadi Rp 20 ribu per kilo. Penurunan harga juga diikuti daun bawang dari harga Rp 10 ribu seikat menjadi Rp 8 ribu seikat. 

”Hanya saja untuk bawang putih yang sebelumnya dijual Rp 32 ribu per kilo mengalami kenaikan menjadi Rp 50 ribu per kilo. Biar begitu, kita pastikan harga komoditas pangan dan harga lainnya masih normal. AHal ini diyakini berjalan sampai menjelang Idul Fitri nanti,” tegas Aryati.

Selain pasokan barang lancar, menurut Aryati, relatif stabilnya harga komoditas pangan juga didukung sebagian masyarakat mulai sadar dan memanfaatkan lahan pekarangan untuk ditanami sayur-mayur, buah-buahan, bumbu dapur, serta rempah-rempah untuk menutupi kebutuhan sendiri.

”Selama Ramadan kita akan melakukan pemantauan ke setiap pasar guna menjaga kestabilan harga komoditas pangan,” ungkap mantan Camat Palembayan ini.

Selain itu, program swasembada pangan berupa beras dengan memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif, juga menjadi salah satu penyebab stabilnya harga sebagian komoditas pangan  di Agam. Program swasembada pangan disebut mampu mempertahankan kestabilan harga sembako di pasar.

Dibandingkan di Agam (data Disperindagkop UKM, red), harga cabai merah di Padang jauh lebih murah. Berkisar di harga Rp 25 ribu per kilogramnya.

Dari pantauan Padang Ekspres di Pasar Inpres II Pasar Raya Padang, harga cabai lokal asal daerah di Sumbar berkisar Rp 28 ribu per kilogram setelah naik dari harga Rp 24 ribu per kilogram. Sementara cabai merah asal Medan, harga jual di Padang berkisar Rp 26 ribu per kilogramnya. 

Rapat Terbatas Lintas OPD

Dalam rapat persiapan menyambut masuknya bulan suci Ramadan 1438 H/2017, Pemkab Agam menggelar rapat koordinasi antar OPD, Kamis (18/5). Rapat yang dipimpin Sekkab Agam Martias Wanto bersama Asisten bidang Pemerintahan dan Kesra, Yosefriawan, serta Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Isman Imran itu, membahas tentang upaya antisipasi berbagai hal yang mungkin terjadi menjelang bulan suci Ramadhan dan selama Ramadhan sehingga tercipta situasi kondusif.

”Rapat tersebut menghasilkan beberapa agenda penting menjelang tibanya bulan suci Ramadhan. Di antaranya, melakukan pengaturan dan pembinaan terhadap semua pedagang di bulan puasa, aktivitas hiburan dan wisata halal, ketersediaan bahan sembako dan lainnya yang dianggap penting,” kata Martias.

Kepala Bagian Kesra Sekkab Agam, Zainal Muttaqin mengatakan, selama bulan puasa pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan dan Dispol PP Damkar guna menjaga kamtibmas dalam pelaksanaan ibadah bulan Ramadhan.

”Dinas Kesehatan bersama Disperindagkop UKM saat ini tengah melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada para pedagang pasar yang akan berjualan di pasar pabukoan nanti, untuk menjaga kebersihan dan keamanan makanan,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Agam, Indra terpisah. (*)

© 2014 Padek.co