Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

AS Monaco vs Saint-Etienne 2 - 0: Sudah Siap Jika Hengkang


Wartawan : JPNN - Editor : Riyon - 19 May 2017 10:50:51 WIB    Dibaca : 92 kali

 

Ketika mengakuisisi AS Monaco dengan nilai kepemilikan sebesar 66 persen pada Desember 2011 silam, Dmitry Rybolovlev memiliki ambisi besar; menjadi big spender (penghambur uang) baru yang menyaingi para Sheikh Qatar, yang terlebih dahulu memiliki Paris Saint-Germain (PSG).

Segera setelah mereka promosi ke Ligue 1 2013-2014, Ryblovlev langsung membelanjakan GBP 166,26 juta (Rp 2,91 triliun) untuk mendatangkan nama seperti Radamel Falcao, James Rodriguez, Joao Moutinho, maupun Geoffrey Kondogbia.

Namun, hasil akhirnya mengcewakan. Les Rouges et Blancos, sebutan Monaco, harus menyerah dari PSG dengan gap sembilan angka (89-90). Karena itu, memasuki periode 2014-2015, Monaco pun mulai mengubah filosofinya; meraih hasil maksimal dengan merekrut pemain muda nan potensial, kemudian menjualnya dengan harga selangit.

Nampaknya, Rybolovlev berhasrat meniru Sevilla yang bisa meraih hattrick Europa League (2013-2016), namun terus menjual para talenta terbaiknya.

Di bawah tangan dingin chairman Vadim Vasilyev, filosofi itu pun menuai buahnya di musim ini. Di Liga Champions, mereka berhasil menembus semfinal sebelum dihentikan Juventus dengan agregat 1-4.

Pencapaian Monaco sesungguhnya terjadi di Ligue 1 dini hari kemarin (17/5). Dua gol yang dicetak oleh Kylian Mbappe (19), dan Valere Germain (90+3) tidak hanya membuat Monaco menang 2-0 atas Saint-Etienne di Stade Louis II.

Lebih dari itu, angka penuh itu menabiskan Monaco sebagai champion Ligue 1 musim ini. Dengan 92 poin yang telah dikumpulkan, PSG yang berada di posisi dua sudah tak mungkin mengejarnya dengan satu journee tersisa (92-86).

”Beberapa ahli meragukan proyek kami,” ujar Vadim Vasilyev kepada AFP. ”Namun, kerja keras kami terbayar. Menjadi kebahagiaanku ketika melihat Monaco menjadi seperti sekarang (juara),” tambah eks diplomat Rusia berusia 51 tahun itu.

Membelanjakan dana GBP 42,93 juta (Rp 751,88 miliar), dengan pembelian termahal ada pada bek kanan Djibril Sidibe dari Lille (GBP 12,75 juta = Rp 223,30 miliar), le entraineur Leonardo Jardim mampu menggabungkan skuadnya dengan sempurna.

Pemain senior seperti Radamel Falcao, bisa beradu peran secara apik dengan bocah 18 tahun yang tengah hangat diperbincangkan; Kylian Mbappe.

Kombinasi keduanya menghasilkan36 gol, atau 35 persen dari total 104 gol yang dihasilkan Monaco di Ligue 1 musim ini, dan membuat klub milik trah bangsawan Grimaldi tersebut menjadi klub tersubur sepanjang 10 musim terakhir. Adapun Jardim, gelar ini adalah gelar kedua yang diperoleh Portuga, setelah Artur Jorge, bersama PSG 1993-1994 silam.

Seusai laga, Jardim berujar bahwa musim ini merupakan musim yang begitu emosional sekaligus special. Sebab, Les Monegasque, sebutan lain Monaco, tidak diunggulkan untuk meraih titel kedelapannya ini.

Le entraineur 42 tahun tersebut berkata, keberhasilan Monaco mengakhiri puasa gelar selama 17 musim tak lepas dari kerja keras mereka selama 11 bulan.

”Trofi ini setara dengan empat trofi yang dimenangkan PSG,” tutur Jardim kepada L’Equipe. ”Ini adalah pencapain terbesar dalam karir kepelatihanku,” tambahnya.

Kini, dengan kesuksesan mereka menjadi juara, perjuangan Monaco belum usai. Sebab, tantangan terbaru mereka adalah mempertahankan para bintang mereka.

Selain Mbappe yang disebut-sebut diminati oleh Manchester United dan Real Madrid, terdapat nama gelandang serang kanan, atau Thomas Lemar, yang diincar oleh Arsenal dan Barcelona. Atau playmaker asal Portugal, Bernardo Silva, yang masuk dalam kedalam radar United.

Malah, kabarnya Setan Merah, julukan United, telah bersiap untuk membelanjakan dana hingga GBP 70 juta (Rp 1,22 triliun), dan membuat Silva sebagai pemain termahal kedua. (*)

© 2014 Padek.co