Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Mengabdi, dari Provinsi Kembali ke Padang


Wartawan : Debi Virnando - Padang Ekspres - Editor : Riyon - 14 May 2017 11:31:19 WIB    Dibaca : 51 kali

 

Nama Adib Alfikri semakin akrab di telinga sejumlah warga Kota Padang. Barangkali, setelah Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang menyebutkan tiga nama calon Kepala Bapenda (kala itu masih dinas, red) Kota Padang 2015 lalu.

Anak ketiga pasangan Drs H Djamrul Djamal SH dan Dra Hj Sudarmi Sayuti itu, keluar sebagai salah satu calon, dari tiga nama yang dirilis. Pria kelahiran 13 April 1973 itu pun memimpin Bapenda hingga saat ini.

Sebelum mengabdikan diri untuk Kota Padang, Adib Alfikri menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sumatera Barat.

Setelah namanya mengapung, prediksi bahwa Adib mampu memimpin satuan pendapatan bergulir. Tidak hanya di kalangan pegawai pemko, melainkan juga dari kalangan pimpinan di DPRD Padang.

Salah seorang pimpinan DPRD kala itu mengaku, Adib Alfikri sosok yang tepat karena memiliki rekam jejak yang bagus. Salah satunya, pernah menjadi Kepala Bidang Aset di Dinas Pendapatan, Keuangan dan Aset (DPKA) Kota Padang yang kemudian pengelola keuangan dan aset dipisah dengan pendapatan. Adib mengaku, sejak awal, keputusan memilih pindah semata-mata untuk mengabdi pada Kota Padang.

Terbukti, sesuai arti namanya, terpuji, dirahmati, berpengetahuan dan beradab serta pemikir, sejumlah inovasi telah dilakukan. Upaya inovasi yang dilakukan Bapenda Kota Padang selama kepemimpinan Adib Alfikri sudah memperlihatkan harapan yang bagus. Adib menyadari, Bapenda selalu dituntut untuk menaikkan PAD Kota Padang dari tahun ke tahun.

“Kita terus melakukan inovasi-inovasi dalam meningkatkan PAD. Seperti terus meningkatkan kajian dan pemetaan potensi-potensi PAD, termasuk PAD dari sektor pajak,” terang Adib.

Ia berharap, di tahun mendatang, PAD kota bisa mencapai angka Rp 800 miliar. Dalam pengesahan APBD tercatat, PAD tahun ini direncanakan sebesar Rp 490,9 miliar atau mengalami kenaikan Rp 13,9 miliar dari APBD 2016.

Untuk meningkatkan dan memotivasi kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak daerah, pemko memberikan piagam penghargaan kepada wajib pajak daerah terbaik masa pajak tahun 2016.

Penghargaan wajib pajak terbaik diterima oleh wajib pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan, dan pajak mineral bukan logam dan batuan.

Setelah dikenal sebagai nakhoda “pemburu” pendapatan, baru-baru ini namanya juga disebut-sebut akan maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Padang 2018 mendatang.

Meski begitu, ia mengaku, secara pribadi masih menginginkan pasangan Mahyeldi dan Emzalmi tetap berlanjut untuk Pilkada mendatang. “Karena, pindahnya saya dari Pemprov Sumbar ke Kota Padang, bentuk pengabdian sebagai ASN dalam membantu kedua pimpinan itu,” pungkasnya. (*)

© 2014 Padek.co