Ketika Pekerja Outsourcing Takut Melapor


Wartawan : Tim Padang Ekspres - Editor : Riyon - 30 April 2017 11:29 WIB    Dibaca : 75 kali

 

Dewasa ini persaingan dunia kerja semakin ketat. Tuntutan perusahaan untuk mencari tenaga kerja berkompeten semakin selektif sehingga banyak dari perusahaan meminta bantuan kepada pihak penyelenggara (penyedia) jasa tenaga kerja untuk menyediakan tenaga kerja yang sudah terlatih. 

Yang biasanya disebut outsourcing atau alih daya. Dalam UU No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan mengatur outsourcing diatur dalam Pasal 64 sampai dengan 66. Dalam UU tersebut tidak dijelaskan secara tegas definisi outsourcing, namun apa yang disebut sebagai outsourcing atau alih daya. 

Dapat dilihat pengertiannya dalam pasal 64 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yang isinya menyatakan bahwa suatu perusahaan dapat menyerahkan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lainnya melalui perjanjian pemborongan pekerjaan atau penyediaan jasa pekerja/buruh yang dibuat secara tertulis. 


Silahkan Login Untuk Lanjut Membaca

Username/ Email
Password
© 2014 Padek.co