Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Kejar Perampok, Pemuda Tewas Dibacok


Wartawan : Nanda Anggara - Padang Ekspres - Editor : Riyon - 21 April 2017 11:49 WIB    Dibaca : 142 kali

 

Maghrib Berdarah di Mandiangin

Aksi keganasan perampok seakan tak pernah habisnya. Kemarin (19/4), seorang pemuda tewas kena bacok seusai berusaha menghentikan aksi perampokan di Jalan Pisang, Kelurahan Pintukabun, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Bukittinggi.  

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres di tempat kejadian peristiwa (TKP), kejadian nahas yang menimpa korban bernama Fadli, 26, berawal saat ibunya, Rosna Juwita, 69, dirampok seorang pria tak dikenal dalam rumahnya sendiri di RT 2/RW 3 Kelurahan Pintukabun.

Awalnya, Rosna yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang urut, didatangi seorang pria bersama wanita membawa seorang anak untuk diurut sekitar pukul 17.00. Namun karena saat itu sedang banyak pasien, pelaku pria itu disuruh datang selepas Shalat Maghrib.

Sesuai dengan waktu yang dijanjikan, pelaku kembali datang. Waktu itu, Rosna hendak mengambil wudhu. Melihat korban berwudhu di kamar mandi yang terlihat dari arah pintu masuk, pelaku langsung menyusul Rosna dan merenggut kalung emas miliknya seberat 17 emas.

Selepas itu, pelaku yang datang menggunakan mobil minibus, langsung kabur menuju jalan utama lebih kurang sejauh 30 meter dengan melewati gang, tempat mobilnya parkir.

Rosna yang tak terima kalungnya dilarikan pelaku, langsung berteriak minta pertolongan. Saat itulah, Fadli yang berada di rumah depan, langsung mengejar pelaku.

Merasa terancam, pelaku yang berhasil disusul Fadli, langsung melayangkan pisau ke arah korban. Malang bagi korban, dia tak sempat menghindar. Alhasil, pisau pelaku menancap di leher korban. “Korban terjatuh bersimbah darah. Pelaku kabur bersama hasil curiannya,” ujar Kapolsek Kota Bukittinggi AKP Zahari Almi, saat ditemui di lokasi.

Korban yang ambruk bersimbah darah, akhirnya dilarikan warga ke IGD Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi. Sayang, nyawa korban tidak bisa diselamatkan. “Karena darah keluar terlalu banyak, korban tidak sanggup bertahan dan akhirnya tewas,” ujar Kapolsek.

Hingga berita ini diturunkan, Polsek Kota bersama tim identifikasi Satreskrim Polres Bukittinggi masih berada di lokasi guna memeriksa saksi dan melakukan olah TKP.

Pantauan Padang Ekspres di lokasi, hingga tadi malam, aksi maghrib berdarah itu menjadi pusat perhatian warga setempat. Pihak kepolisian sudah memasang garis polisi di TKP.

Sementara itu, isak tangis histeris terdengar dari dalam rumah korban. Puluhan warga,tetangga dan karib kerabat memadati rumah korban dan berusaha menenangkan ibu, serta saudara korban lainnya.

Wiki Wido Faaris, salah seorang warga mengatakan, dia baru mengetahui kejadian tersebut setelah Shalat Maghrib. “Saya tadi lagi shalat, tiba-tiba ada suara ribut dari arah jalan. Saya pikir kecelakaan, eh tahunya kasus penusukan,” sebutnya.

Sementara salah seorang karib kerabat korban yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, Fadli anak bungsu dari delapan bersaudara.  “Dia baru dapat kerjaan di Mentawai, namun masih belum pergi ke sana,” ujarnya.

AKP Zahari Almi didampingi Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP Suyatno, berjanji mengusut tuntas kejadian itu. “Sendal pelaku yang masih tertinggal di lokasi, sudah kita amankan,” tukas AKP Zahari Almi. (*)

 

© 2014 Padek.co